Putri Dari Konglomerat

Putri Dari Konglomerat
episode 65


__ADS_3

malam harinya zea dan Zee berbicara dengan dokter Brian dan Jessy,namun Jessy biasa saja karna sudah tau kedekatan zea dan Zein saat di jk group, begitupun dengan dokter Brian ,keduanya memberikan respon biasa saja .


"jadi mommy sudah tau"


bagaimana tidak,mommy tau betul bagaimana sikapmu dengan semua orang di kantor maupun luar kantor,entah itu klien atau siapapun itu ,tapi sikapmu berbeda dengan tuan Zein,mommy pernah muda zea,tentu mommy tau " jawab Zee"


lalu bagaimana pendapat mommy and Daddy,kalian tidak terlihat terkejut atau memberikan reaksi yang aneh,kalian santay santay saja,zea ini sedang menyukai laki laki yang berbeda agama dengan kita loh" saut Zee"


aku harus bagaimana mom,Daddy,aku menyukainya,dia laki laki pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta,oh tidak ini mungkin terdengar lebai untuk diriku yang kasar ini,tapi aku serius,aku sungguh menyukainya" jawab zea".


walaupun keduanya bersikap santay dan biasa saja ,sebagai orang tua tentu Jessy dan dokter Brian memberikan saran terbaik untuk putri nya.


begitupun dengan Zein,dirinya juga membicarakan masaalahnya dengan keluarga.


hingga di hari berikutnya,Zein dan zea sepakat untuk bertemu dan mengutarakan pendapat dari keluarganya masing masing.


"aku dan Zein sudah memutuskan untuk bertemu besok,oh iya,kamu sendiri tadi siang mau cerita apa tentang yova,apa dia udah kembali"


dia menemuiku di rumah sakit dua kali,namun aku pura pura tidak mengenalinya,dia itu masih bodoh,seharusnya dia bisa berpikir aku di rumah sakit kan kerja,apakah aku bisa mengobrol denganya " jawab Zee"


"oh jadi ceritanya kamu ingin bicara denganya di suatu tempat yang tidak banyak orang dan hanya ada kalian berdua saja,ya tuhan Zee sejak kapan kau jadi mesum hah"


bukan begitu zea, tutup muludmu" jawab Zee melempar zea dengan bantal"


kemudian zea membalas Zee dengan melemparnya dengan guling hingga mereka perang bantal.


hari berikutnya.


pukul 06: 30,zova tiba di rumah Zee tepat saat Jessy dan dokter Brian sarapan bersama .


loh zova,kamu sudah di Jakarta,sejak kapan,kenapa pagi pagi sekali datang kemari,kamu pasti janjian dengan Zee untuk berolahraga bersama kan" sapa Jessy yang memberikan banyak pertanyaan"


sayang,kamu ini melebihi wartawan saja,tanya itu satu satu,zova kan jadi bingung mau jawab yang mana dulu" saut dokter Brian" zova,kamu duduk saja dulu ,jangan fikirkan pertanyaan pertanyaan Tante Jessy,tau kan wanita itu memang repot


ahahahah iya om,ga heran sih ,soalnya Zee juga sama kayak Tante Jessy" jawab dokter Brian"


kemudian Jessy meminta salah satu bibi di rumah untuk membangunkan Zee yang masih tidur.


dalam keadaan setengah sadar,Zee turun tangga dengan mata yang sangat sipit karna mata yang masih belum terbuka lebar ,rambut acak acakan dan amat sangat berantakan dengan wajah polos tanpa riasan dengan baju piyama .


ya tuhannnn....cantiknya mahluk ciptanmu itu" fikir zova "


Zee diliat tangganya ,buka matanya nanti jatuh loh" saut Jessy"


arrrrhhhhh apa sih ,ini kan masih lagi ,kenapa di suruh turun coba" ucap Zee yang masih setengah sadar"

__ADS_1


Zee hampir terpeleset dari tangga hingga membuat zee terbangun dari tidur dan membuka matanya ,begitu melihat zova duduk di meja makan,seketika Zee langsung kembali naik ke tangga.


Zee ,kenapa naik lagi, malu karna ada cowo yang lihat prmanpilanmu yang sangat berantakan itu,percuma,zova sudah melihatmu,jadi segeralah ganti baju,zova ingin mengajakmu lari lari" ucap dokter Brian"


"apasih Daddy,buat apa aku malu,aku cuma masih ngantuk dan melanjutkan tidurku , lagipula aku tidak ada waktu untuk lari lari pagi,aku kan kerja"


kerja dimana,bukankah hari ini kamu libur,aku sudah ke rumah sakit terlebih dahulu dan bertanya jadwalmu loh" saut zova".


sial,dia sudah mulai cerdas rupanya,baiklah,mungkin ini kesempatan untuk ku bicara denganya" fikir Zee"


Zee dan zova pun pergi lari lari di Monas.


"kamu sudah ingat denganku sekarang,kemarin kamu hanya pura pura lupa kan"


zova bertanya ini dan itu namun Zee diam saja.


"Zee,kamu ini kenapa sih,jawab aku,bicaralah,aku sudah menepati janjiku untuk segera menemuimu ketika aku kembali ke Jakarta,tapi kenapa sekarang kamu mendiamkan aku"


aku sudah punya pacar" jawab Zee"


seketika zova terdiam ,dan Zee langsung melanjutkan lari lari kecil nya lapangan Monas.


hey kenapa berhenti,ayo cepat kejar aku" teriak Zee"


mereka pun tiba tepat di samping tugu Monas.


hey ada apa dengan expresi mu itu,mana semangatmu tadi pagi" ucap zea"


bagaimana bisa aku masih semangat ketika mendengar orang yang aku sayangi mengatakan aku sudah memiliki pasangan, lelaki manapun akan langsung down ketika mendengarnya" jawab zova"


"Zee tersenyum" Apakah kata-katamu itu masih bisa dipercaya, setelah tidak ada kabar selama lebih dari 2 tahun, tidak bertemu lalu sekarang tiba-tiba kembali dan mengatakan orang yang aku sayangi, kau pikir aku bodoh dan akan mempercayaimu begitu saja


"Sekarang aku tidak akan membuatmu percaya lagi kepadaku, buat apa, kamu sudah memiliki pasangan ,percaya atau tidak itu hakmu"


"kamu pikir apakah mudah bagiku melupakan laki-laki yang dengan sabar bertahan agar bisa menyukainya sampai dia berhasil membuatku suka padanya, tentu kemarin aku yang tidak mengingatmu itu hanyalah pura-pura dan ucapanku yang barusan bahwa aku sudah memiliki pasangan itupun hanya gurauan"


"jadi kamu hanya mengerjaiku"


"bukan itu tujuanku, tapi aku kesal denganmu, setelah kamu kepergian mu meninggalkan Jakarta ,kamu menghilang dan tidak ada kabar selama 2 tahun lebih padahal kamu hanya pergi ke Surabaya ,hanya beda kota bukan negeri apalagi beda dunia,tapi menelpon pun tidak, jalankan menelpon mengirimkan pesan saja tidak,setidaknya kamu mengabariku bahwa kamu sudah sampai Surabaya dengan selamat, itu sudah lebih dari cukup dan lebih parahnya lagi kamu tidak mengaktifkan nomormu, aku meneleponmu berkali-kali aku mengirimkan pesan kau tidak membalas ,apa maksudnya,kau mempermainkan ku setelah aku mengatakan juga menyukaimu,kau membuatku kesal,apa kau tidak tau aku menolak puluhan laki laki karnamu "


Zee yang tidak menyukai bicara panjang kali lebar itu pun kini bicara 99% dari biasanya dengan kecepatan tinggi,zova pun diam seribu bahasa mendengarkan Zee bicara karna tidak di beri waktu untuk menjelaskan.


"kenapa diam saja"


"bagaimana aku bicara jika kamu juga bicara terus Zee,beri aku jeda untuk menjelaskan,kamu ini pendiam tapi akan bicara seolah presenter kalo sudah naik darah ya rupanya,aku baru tau"

__ADS_1


zova menjelaskan bahwa dirinya kena pembegalan saat menuju rumah dari stasiun Surabaya,sehingga zova tidak menghapal nomor siapapun yang ada di ponselnya dan tidak mengabari Zee atau siapapun kerabat yang ada di Jakarta.


"sedangkal itukah otakmu , apakah di zaman milenial ini kamu tidak mengenal sosial media"


"baiklah aku minta maaf,aku memang salah,aku yang salah,plis jangan marah ,senyum donk"


"kamu pergi tanpa memberiku kejelasan hubungan kita ini,setiap ada yang menyatakan perasaan padaku,dengan percaya dirinya aku selalu mengatakan ada laki laki yang sedang menemaniku,padahal aku tidak tau siapa laki laki itu"


"aku,aku kan laki laki yang kamu maksud itu, perasaan ku masih sama,aku masih menyukai mu sama seperti pertama kali saat kita berada di bangku SMA,lalu bagaimana denganmu "


"kamu masih ingat kata kata terakhir ku saat di stasiun mencarimu dulu"


"kamu mengatakan....bahwa kamu memiliki perasaan yang sama denganku"


"yang waktu itu aku katakan ,masih sama dengan yang sekarang"


seketika zova langsung memeluk Zee dengan lega karna tau bahwa wanita yang dia sukai juga menyukainya.


sementara zea dan Zein yang saat itu bertemu di sebuah restoran yang tentunya banyak orang , mereka membahas kelanjutan hubungannya dan pendapat masing masing keluarga.


"nona,itu...."


tunggu tunggu tunggu,Zein,aku belum siap mendengar penjelasan mu,emmm bagaimana kalo kita minum dan makan dulu supaya nanti ngomongnya lebih enak" saut zea"


baiklah" jawab Zein"


tuhannnn.....apapun penjelasannya ,ku mohon kuatkan diriku" fikir zea"


ya Allah,mampukan diriku untuk mengatakannya" fikir Zein"


setelah selesai makan, mereka kembali membicarakan tujuan mereka.


emmmmm...jadi" ucapnya kompak "


"emm nona saja dulu"


"tidak tidak,kamu laki laki,kamu saja dulu"


"tadi malam saya sudah membicarakan hubungan kita dengan Abi dan umi, tapi maaf nona ,umi dan Abi memintaku menjauhi nona dan menghentikan hubungan kita,Abi dan umi tidak merestui hubungan kita,saya tidak bisa menolak jika Abi dan ummi sudah melarang,ridho ibu sama dengan Rido Allah, saya tidak ingin mengecewakan keluarga dan melanggar aturan dari Allah, dengan berat hati mau tidak mau saya memilih untuk mengahiri hubungan ini ,saya tidak mau rasa suka saya terhadap mahluk Allah melebihi rasa cintaku terhadap Tuhanku,nona maaf,sekali lagi maaf,saya tidak bermaksud mempermainkan atau mengecewakan nona,tapi saya tidak punya pilihan lain,tapi soal perasaan saya terhadap nona itu bukan main main,itu serius bahwa saya sungguh menyukai nona"


tak sadar tiba tiba zea menitikkan air mata .


tuhan...kumohon , kumohon kuatkan aku , kuatkan aku meski sakit rasanya" fikir zea"


"tidak apa, berhentilah meminta maaf,kamu sudah mengatakan maaf lebih dari tiga kali ,aku menghargai keputusan mu,aku tidak bisa memaksakan kehendakku sendiri, hubungan ini memang rumit jika masih di lanjutkan tanpa ada yang mau mengalah salah satunya,aku juga sudah membicarakan ini pada mommy and Daddy, mereka juga berpendapat sama seperti umi dan Abi,aku juga tidak bisa meninggalkan keluarga dan agama yang telah aku percaya ,aku menyukaimu ,tapi aku bisa apa jika masing masing dari kita memang harus mengakhiri nya,aku juga tidak bisa berusaha lebih dari ini,aku.....aku juga tidak bisa berbuat apa apa selain menerima keputusan dari ke dua keluarga yang memberi kita saran untuk mengahiri hubungan kita,hufff mungkin Tuhan memang hanya menjadikan kita partner bisnis bukan partner ibadah"

__ADS_1


__ADS_2