
"Zee,aku membeli dua tiket,tiket yang tadi untuk kereta yang kamu masuki,aku membelinya agar aku bisa masuk mencarimu dan tiket yang ini,untuk kereta berikutnya,kereta ke tempat tujuanku ,untuk sekarang maaf ,aku tidak bisa menuruti permintaan mu untuk tidak pergi,aku sudah di terima di salah satu universitas di Surabaya,aku akan tinggal di Surabaya mulai sekarang"
"apakah ini karna aku tidak segera memberikan jawaban untuk mu,apakah perasaanmu padaku sudah beda"
pengumuman untuk kereta arah Surabaya selanjutnya telah di umumkan untuk segera sia siap masuk ke dalam kereta.
"tentu tidak,maka dari itu sebelum pergi,aku ingin bertanya padamu apa hubungan kita selanjutnya setelah saling tau kalo kita sama sama menyukai"
"kenapa kamu tidak pintar pintar sih,kenapa malah kamu yang bertanya padaku bagaimana hubungan kita selanjutnya,kamu kan laki laki, seharusnya kamulah yang berfikir bagaimana selanjutnya"
pemberitahuan bahwa kereta arah Surabaya akan segera jalan,hal itu membuat Zee dan zova semakin tidak bisa berfikir karna waktu yang singkat.
saat itupun zova mengajak Zee berpacaran,namun zova terpaksa harus segera naik kereta sebelum Zee menjawab pertanyaannya.
zova, berjanjilah segera temui aku dengan perasaan yang sama" teriak Zee yang berjarak tiga meter dari zova"
hey Zee,gimana zova,belum terlambat kan" ucap zea"
beberapa menit sebelum zea tiba di stasiun bersama afi.
kamu siapa, ngapain di rumah ku" sapa zea yang baru tiba di rumah setelah kuliah"
aku... sepupu nya kak zova" jawab Avi"
setelah itu afi dan zea saling cerita hingga mereka menyusul zee ke stasiun.
zova sudah pergi,tapi aku bersyukur masih sempat bertemu dengannya" jawab Zee"
"ahhkkkk tolong.... ada yang terluka disini,siapapun segera tolong dia"
"ada apa ,ayo kita lihat"
Zee,zea dan afi pun segera melihat keramaian yang terjadi di depan loket masuk ,ada seorang bapak bapak yang tertimpa sebuah besi yang jatuh dari atap sehingga mengenai dekat perutnya.
da darah.....oh tidak,Zee,cepat kamu bantu dia" ucap zea mendorong Zee "
bagaimana aku menolongnya,aku bukan dokter" jawab Zee"
kamu kapan pintarnya sih,kalo bodoh jangan banyak banyak donk,kamu kan ngambil jurusan kedokteran,apa selama ini ga ada yang nyantol di otak kamu tentang teori ataupun prakteknya,dasar bodoh" tegas zea"
sambil menunggu ambulan yang telah di hubungi datang,kemudian Zee mendekati bapak bapak tersebut ,awalnya Zee ragu, namun ahirnya Zee mau mencoba ilmu yang dia dapat selama kuliah.
sementara zea yang paling tidak bisa melihat darah,ketika dia melihat darah bekas luka,dirinya akan langsung menghindar.
kenapa darahnya tidak berhenti juga,kurasa aku sudah melakukanya bebat tekanan dengan benar" ucap Zee yang memberikan tekanan langsung pada area luka hingga posisinya di atas jantung"
jika darahnya masih belum berhenti,cepat tekan titik dimana pembuluh darah terletak pada permukaan kulit, kamu bisa melakukanya di arteri poplitea" ucap bapak bapak tersebut"
arteri poplitea,di belakang lutut" fikir Zee yang langsung melakukan saranya".
kumohon bantu ayahku hiks....." ucap anak perempuan nya yang terus menangis di dekat bapak bapak tersebut"
darah pun langsung berhenti setelah Zee menekan arteri poplitea.
benar,tekan seperti itu saja,setidaknya itu adalah pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan untuk menolong saya" ucapnya terparah patah"
beberapa saat kemudian ambulan datang,namun bapak tersebut sudah tidak sadarkan diri dan segera di bawa ke rumah sakit dengan alat bantu yang telah di sediakan di ambulan.
"ayahhh.....ayah harus hidup,ayah tidak boleh mati...hiks ayahhh"
hey sudah jangan menangis,ayahmu tidak akan kenapa Napa,lebih baik kamu ikut naik ke ambulan sekarang" ucap Zee menenangkan anak kecil itu"
__ADS_1
"aku takut..."
Zee ,kurasa kau perlu ikut untuk menemani anak ini,kasian dia" saran zea"
kau gila,aku tidak mengenalnya, untuk apa aku ikut campur sejauh itu" jawab Zee"
"lalu bagaimana denganya,sudahlah cepat ikut"
zea mendorong dorong Zee untuk ikut masuk ke ambulan dengan anak kecil itu .
rumah sakit.
sudah kubilang jangan menangis dik,ayahmu akan baik baik saja,kamu sudah makan belum" ucap Zee"
anak kecil itu diam saja .
"duhhh aku tuh ga bisa nenangin anak kecil,punya adik aja ga pernah gendong" fikir Zee" eh kamu mau coklat,aku punya loh,mau ice cream,atau apa,duhh diem donk jangan nangis aku jadi bingung nih"
Cika, bagaimana keadaan ayah,kamu baik baik saja kan" ucap seorang laki laki yang datang dan langsung memeluk anak kecil itu"
"Kaka,ayah berdarah,ayah tidak bisa membuka matanya..."
kemudian dokter keluar ruangan Operasi dan memberitahukan keadaan pasien .
"syukurlah, terimakasih dokter"
"Cika,ayah tidak apa apa,ayah baik baik saja,jangan menangis ya"
lebih baik aku pulang saja,urusanku sudah selesai disini" fikir Zee" emmm anu saya rasa...aku harus pergi" ucap Zee"
"oh maaf,kamu siapa ya"
aku....aku bukan siapa siapa,aku permisi" ucapnya lalu pergi"
"darimana Zee"
"ahkkk itu aku baru pulang kuliah mom"
"oh,baguslah, kamu jadi semakin rajin menekuni kedokteran ya"
"begitu lah mom"
bohong aja terus sampai sukses" bisik zea mendekati Zee".
di hari berikutnya, seorang bapak yang kemarin di bantu Zee saat di stasiun itu bertanya pada suster" dimana gadis yang kemarin ikut mengantar saya ke rumah sakit"
namun suster itu menjawab tidak tau.
apakah wanita itu"saut anak laki lakinya"
"iya kak,Kaka cantik itu yang membantu ayah"
namun ada salah satu dokter yang menjawab bahwa gadis yang kemarin ikut dengan pasien ke rumah sakit adalah anak dari salah satu dokter ahli dalam spesialis dalam.
"Raka,bisakah kamu mencari wanita itu,ayah ingin berterimakasih padanya"
baik ayah,akan aku usahakan" jawab Raka,anak pertama nya"
seseorang yang mengambil jurusan hacker tentu tidak akan kesulitan hanya untuk mencari seseorang yang pernah dia lihat,hingga dia menemukan sebuah akun Instagram milik Zee dan men DM nya.
siapa,apakah mungkin dia penggemar rahasia mu" ucap zea"
__ADS_1
tidak,dia keluarga dari bapak yang di stasiun tadi" jawab Zee"
"hah,bagaimana dia bisa tau Instagram mu ,setajam itukah IQ nya,dia men DM mu bagaimana"
"dia memintaku untuk mendatangi ayahnya di rumah sakit yang sudah sadar setelah operasi ringan,katanya ingin mengucapkan terimakasih"
"ingin mengucapkan terimakasih saja sampai harus menemuinya,udah kayak mau mati aja"
"mulutmu itu tidak kalah tajam denganku,tapi aku tidak akan datang,dia juga tidak perlu berterima kasih padaku karna aku tidak membantunya"
Zee tidak membalas DM dari raka hingga Raka m ngirim pesan pada Zee untuk ke dua kalinya.
kenapa kamu mengabaikan pesanku, ini permintaan ayahku secara langsung" DM dari raka"
tidak perlu berterimakasih" jawab Zee singkat"
kemudian Raka memberitahu ayahnya bahwa gadis itu tidak mau datang,dan Cika ( adik perempuan Raka ) mengirimkan pesan suara dan meminta Zee untuk datang.
rumah sakit.
"permisi...."
ahkk terimakasih sudah mau datang nak" ucap bapak tersebut"
saya tidak datang untuk mengharap ucapan terimakasih dari bapak,lagipula saya tidak melakukan apapun,justru bapaklah yang memberitahu saya untuk melakukan sesuatu " jawab Zee"
ketus sekali ucapanya" fikir Raka"
"tapi kalo hari ini saya tidak bertemu denganmu,mungkin akibatnya akan fatal,pertolongan pertama yang kamu lakukan saat itu sudah benar yakni dengan cara membebat tekan ,namun luka yang terjadi pada saya terlalu banyak mengeluarkan darah sehingga kamu perlu menekan titik pembuluh darah ,dan saat saya mengatakan arteri poplitea , bagaimana kamu bisa langsung mencerna bahwa itu berada di belakang lutut"
anda tidak perlu tau itu,anda sendiri bagaimana bisa mengerti tentang kedokteran" tanya zee"
"bapak tersebut tersenyum" sambil berkata bahwa dirinya adalah seorang dokter ahli bedah syaraf "
dia tidak bisa bicara sopan dengan yang lebih tua ya" fikir zova"
apa....jadi dirinya seorang dokter" fikir Zee" oh maaf,saya tidak tau
"tidak masalah,tetap bicaralah informal pada saya"
"soal pertanyaan anda tadi, sebenarnya saya mahasiswa yang mengambil jurusan kedokteran,tapi kemarin saya di keluarkan dari universitas karna ulah saya,jadi saya sedikit mengerti tentang ilmu kedokteran"
kesalahan apa yang dia lakukan sampai di keluarkan dari universitas" Fikir Raka"
"senakal itukah dirimu sampai di keluarkan dari universitas karna ulahmu sendiri,lalu di universitas mana kamu akan melanjutkan kuliahmu"
"aku tidak ingin masuk universitas lagi,karna jika aku melanjutkan kuliah,aku juga akan di keluarkan lagi"
"jadi kamu akan mengulang kesalahanmu itu"
"tidak ada hal penting lagi,saya sudah datang kemari menemui bapak,saya harus pergi , permisi"
"maukah kamu belajar kedokteran dengan saya"
seketika Zee menghentikan langkahnya.
bapak tau saya nakal,bapak pun tau saya akan mengulang kesalahan saya,kenapa bapak malah menawari saya hal sepenting itu jawab Zee"
"entahlah,saya tertarik dengan sikap keterbukaan mu , bagaimana,ahk ini nomor telepon saya,kamu bisa menghubungi saya untuk memberikan jawabannya"
Zee menerima nomor telepon dokter tersebut lalu pergi.
__ADS_1
ini pilihan yang besar untuk ku setelah di keluarkan dari universitas, Apakah aku sungguh akan menjadi dokter,masih tidak bisa kubayangkan diriku yang tidak peduli dengan orang akan menjadi dokter" fikir Zee" bagaimana menurutmu
terima saja lah,kurasa hanya orang bodoh yang menawarimu hal semacam itu,daripada tidak jelas kau mau jadi apa dan tidak akan di terima di universitas lebih baik terima saja tawaran bapak bodoh itu" saran zea"