
halo Daddy,aku di rumah sakit Tria Dipa,tidak ,aku baik baik saja,aku akan ceritakan nanti di rumah,baiklah ,aku akan menunggu Daddy" ucap Zee lewat telepon"
dokter Brian dan Jessy menjemput Zee di rumah sakit Tria Dipa,disana Zee menjelaskan bahwa zova mengalami kecelakaan dan di operasi.
"tapi Daddy, operasinya belum selesai,aku harus menunggu zova"
"pihak rumah sakit pasti sudah menghubungi keluarganya"
"kalo begitu tunggulah sampai keluarga nya datang,maka aku akan pulang"
"baiklah"
beberapa saat kemudian,pak Tio ayah fajar sekaligus ayah tiri dari zova dan ibunya datang ke rumah sakit,sementara zova masih di dalam ruang operasi, kemudian Jessy dan dokter Brian mengajak Zee untuk pulang dan kembali besok.
"duh kasian banget sih tuh anak,Dateng karna pengen tau jawabanmu malah kena musibah"
"aku memohon pada Tuhan agar zova baik baik saja".
hari berikutnya.
pagi pagi sekali Zee datang ke rumah sakit Tria Dipa untuk menjenguk zova,namun saat itu zova masih tidur dan Zee duduk di sebelah nya.
"sudah aku duga, kamu pasti akan baik baik saja,tuhan selalu melindungi mu, setelah kamu sadar nanti,mungkin kamu akan syok ketika tahu bagaimana kondisi mu" ucap Zee yang sudah bertanya pada dokter keadaan zova" kamu harus kuat,aku merasa lega sudah menemui mu, istirahat lah ,aku akan ke kampus,sampai ketemu nanti
Zee pergi ke kampus ,disana dirinya bertemu Inez dan alvin ,Zee menceritakan pada mereka tentang musibah yang menimpa zova.
beberapa saat setelah Zee meninggalkan rumah sakit,pihak keluarga dari pelaku yang menabrak zova datang menjenguk zova dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada zova ,pelaku menyelesaikan semuanya secara baik baik agar pelaku tidak di tuntut .
"baiklah,karna saat itu anda tidak kabur dan bertanggung jawab dengan putra saya,saya rasa masalah ini memang tidak perlu di besar besarkan"
ahkkk ayah,ibu,kenapa kaki ku tidak bisa bergerak,aku kesulitan menggerakkan nya,apa yang terjadi dengan kaki ku " ucap zova"
ibu zova menjelaskan padanya tentang kaki nya yang memang tidak akan bisa di gunakan untuk berjalan kurang lebih tiga minggu,tentu zova syok dan teriak histeris melihat kakinya yang tidak berfungsi selama tiga Minggu.
"kenapa lama sekali Bu,tiga Minggu itu bukan waktu yang sebentar,aku tidak bisa hanya berbaring ,kaki ku harus sembuh"
kemudian zova mencoba untuk turun dari ranjangnya ,namun zova malah terjatuh.
"zova kamu harus kuat,hanya tiga Minggu sayang, bersabarlah tiga Minggu"
"tapi Bu..."
zova,kau itu laki laki,kamu tidak boleh menangis,kamu sendiri yang bilang kalo laki laki yang menangis itu memalukan" ucap sang ayah".
kemudian zova meminta semuanya untuk keluar dari ruangan untuk menenangkan dirinya dan ingin sendiri.
"kenapa ,kenapa harus terjadi denganku,kenapa aku jadi cacat ,aku tidak terima ini...."
kemudian ada seorang wanita masuk ke ruangan zova dan menyapanya.
siapa kamu,keluarlah,aku tidak ingin sendiri" ucap zova"
__ADS_1
"ternyata seorang laki laki tampan yang di tabrak ibuku" fikir wanita itu" aku anak dari ibu yang tidak sengaja menabrakmu,aku turut prihatin melihat keadaan mu seperti ini dan ikut meminta maaf atas kesalahan ibuku"
"tidak ada gunanya kamu minta maaf, kubilang pergilah, pergi"
"apakah aku harus pergi saat kamu dalam keadaan tidak stabil, orang yang tidak stabil bisa melakukan apapun di luar kesadarannya,ingat orang orang yang ada di sekitar mu,ingat orang uang kamu sayangi ,aku merasa bersalah atas apa yang terjadi padamu,jadi aku tidak akan pergi meski kamu menyuruhku ,aku akan tetap disini "
mendengar kata orang yang aku sayangi, seketika zova ingat dengan Zee.
Zee, apakah semalam dia menungguku lama,kasian dia, apakah dia tau kenapa semalam aku tidak datang " fikir zova" dimana ponsel ku
"ponsel mu sedang perbaikan karna layar nya pecah"
"setelah semalam aku tidak datang,apakah Zee mencari tau tentangku,apakah Zee khawatir tentangku,dia pasti tidak tau kalo aku kecelakaan,Zee itukan gadis yang dingin dan tidak mau ingin tahu, manamungkin dia mencaritau tentang ku mezki semalam tidak datang,tapi itu lebih bagus, dengan begini Zee tidak akan tau kalo aku tidak bisa berjalan,aku akan menghindari zee selama tiga minggu, sampai aku bisa berjalan kembali,iya memang lebih baik Zee tidak tau, karena jika Zee tau,dia pasti menolak ku mentah mentah" fikir zova"
beberapa saat kemudian,Zee,zea ,Suho,Alvin dan Inez datang ke rumah sakit untuk menjenguk zova karna memang sudah sepakat untuk menjenguk nya siang ini,tentu zova terkejut melihat mereka datang karna mengira Zee tidak tau tentangnya tapi Zee justru datang dengan temannya.
hai , bagaimana keadaan mu " ucap Suho menepuk pundak zova"
ayolah cepat sembuh agar kita bisa ngumpul bareng" saut Inez"
sebelum ke rumah sakit,mereka berniat untuk bersikap biasa saja seolah tidak prihatin terhadap kondisi zova karna tau bahwa zova tidak akan suka dirinya dikasihani.
kalian... bagaimana bisa tau aku ada di sini" ucap zova"
itu fajar yang memberitahu kita" jawab Alvin berbohong karna Zee lah yang memberitahunya"
oh... ,ya aku baik baik saja,aku pasti segera sembuh dan berkumpul kalian lagi" jawab zova"
jika aku bertanya tanya dia pasti akan mengira aku kwatir padanya ,lebih baik aku diam saja" fikir Zee"
wah siapa gadis cantik yang duduk di sebelah sana itu" ucap zea"
hai ,aku teman zova" jawab wanita itu" kalo begitu aku permisi dulu,pasti kalian ingin bicara banyak hal" mendekati zova" kau segera lah sembuh" ucapnya lalu pergi"
mereka semua bicara banyak hal tanpa membahas kaki yova yang tidak akan bisa berjalan selama kurang lebih tiga minggu dan memilih untuk berpura pura tidak tau tentang kondisinya,walau begitu Zee tetap diam.
rasanya aku ingin sekali menyapanya,tapi aku tidak ingin semuanya melihat aku yang sok akrab dengan zova,nanti mereka malah mengira aku memang menyukainya" fikir Zee"
kenapa Zee diam saja sejak datang tadi,tidak heran juga sih,dia memang berbakat menjadi gadis yang sangat acuh dan terkenal tak berperasaan" fikir zova"
zova dan Zee pasti canggung karna ada banyak orang, aku harus cari cara untuk membuat yang lainya keluar agar mereka berdua bicara ,zova pasti menunggu jawaban Zee semalam" fikir zea"
kemudian zea membuat Inez ,Suho dan Alvin keluar ruangan dan membiarkan Zee dan zova berdua .
duh ,zea ini ada ada aja,aku malah jadi canggung kalo berdua gini" fikir Zee"
Zee tidak akan bicara jika aku tidak bertanya,lebih baik aku saja yang memulai pembicaraan" fikir zova" emmm maaf, semalam aku pasti membuatmu menunggu lama,aku bahkan tidak menerima panggilan teleponmu, sekarang kamu boleh memarahiku" ucap zova"
dasar bodoh,kenapa bodohmu tidak berkurang sih" jawab Zee" kamu tidak datang karna suatu hal terjadi padamu,dan itu terjadi secara tiba tiba, jadi tidak ada alasan untuk ku marah padamu
zova tersenyum lega karna Zee tidak marah.
__ADS_1
"memangnya bagaimana bisa semalam terjadi,kamu pasti mengendarai motor dengan kecepatan tinggi"
zova menjelaskan bahwa dirinya tidak membawa motor melainkan dirinya berlari dari rumah sampai taman spathodea,namun karna tidak ingin membuat Zee menunggu terlalu lama,zova gugup hingga Ahirnya dia menyandang jalan tanpa melihat kanan kiri.
mendengar penjelasan zova itu Zee merasa terharu dan tidak kuat membendung air mata yang selama ini tidak pernah dia jatuhkan di depan orang lain .
dia berlari sejauh itu,uhhhhhh kenapa dia bodoh sekali,aku tidak boleh menangis di depannya,sudah cukup semalam aku menangis" fikir Zee yang gagal meneteskan air matanya di depan zova"
Zee,kau menangis" ucap zova"
tidak, buat apa aku nangis,air mata ku terlalu berharga untuk aku jatuhkan, lagipula sejak kapan aku menangis,itu tidak mungkin" jawab Zee"
"kamu memang berbakat menjadi gadis dingin,tapi kamu tidak berbakat untuk berbohong,kamu itu memiliki gengsi yang besar, sampai mengaku saja tidak mau ahahahah aku benar kan"
aku jadi ikut senang melihatnya tertawa lagi" fikir Zee" kapan kita jalan berdua lagi
seketika zova ingat bahwa kakinya tidak berfungsi dan tidak akan bisa jalan dengan Zee selama tiga Minggu.
anu...itu ,aku akan mengajakmu jalan sebulan kemudian" jawab zova"
sepertinya zova tidak ingin aku tau tentang kakinya, baiklah,aku akan berpura pura saja" fikir Zee".
oh jadi Lo sengaja ngajak kita semua keluar supaya Zee dan zova bisa ngobrol berdua,pinter juga Lo" ucap Inez"
kamu kenapa, sepertinya daritadi lihat pons l terus" tanya Alvin"
ah tidak kok,tapi aku harus segera pergi ke agensi ,apakah tidak apa apa" jawab Suho"
"tentu saja tidak apa apa"
tidak perlu bertanya,dia pasti ada pemotretan,ngapain juga aku kepo sama urusanya" fikir zea"
setelah dari rumah sakit ,semuanya pulang ke rumah masing masing , begitu pun dengan Zee,dia berpamitan pulang dengan zova dan berjanji akan kembali nanti malam .
"bagaimana,kamu sudah memberikan jawaban yang semalam pada zova "
"belum,dia tidak bertanya tentang soal itu"
"sekali kali kamu lah yang mengalah,kamu duluan kek yang mulai membuka obrolan,jangan zova terus,cowo juga ada capeknya tau,nanti kalo dia pergi nyesel"
"apasih,sudahlah ayo pulang".
malam harinya,Zee menepati janjinya untuk datang kembali ke rumah sakit menemui zova,namun saat Zee datang,ada banyak orang tua zova,fajar,beberapa keluarganya dan anak dari wanita yang menabraknya itu juga ada di sana.
Zee menyapa semua keluarga zova dengan sopan, begitu pun dengan keluarga zova,namun sedikit berbeda dengan ayahnya,yaitu pak Tio yang sempat ada masalah dengan Zee saat di SMA dulu karna Zee memukul fajar.
aku tidak percaya zee yang seperti itu bisa dengan ramah menyapa keluarga ku" fikir zova"
wanita itu,bukankah tadi siang sudah datang menjenguk zova,kenapa sekarang datang lagi, kali ini dia tidak dengan teman temannya,apakah mungkin dia hanya teman" fikir Inggrid,anak dari ibu yang menabrak zova"
begitu pun sebaliknya,Zee juga berpikiran yang sama dengan inggrid" kalo hanya teman,tidak mungkin dia sering datang menjenguk zova"
__ADS_1