Putri Dari Konglomerat

Putri Dari Konglomerat
episode 77


__ADS_3

kancing yang hilang itu pun menjadi viral di berbagai sosial media dengan story" seorang wanita yang mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk sebuah kancing, dan tambahan 10 juta bagi yang berhasil menemukan kancing tersebut"


anak ini,dia benar benar gila ya, untuk apa dia membayar orang-orang itu hanya menemukan kancing,buang buang uang saja" ucap Belinda yang melihat berita di tv"


JK group.


"wah padahal uangnya bisa untuk beli kancing,malah dikasih ke yang nyari"


"iya ya,sayang banget sama uangnya"


"anak sultan mah bebas"


ehem, apakah kalian tau kalian di bayar untuk apa" tegur Bima"


"ah maaf pak"


tapi ngomong-ngomong siapa yang kalian maksud itu" tanya Bima"


nona Jessy" jawab salah satu karyawan yang menunjukkan berita tersebut di Instagram miliknya"


kemudian bima langsung membuka ponselnya dan mencari di internet mengenai hal tersebut.


Bima ,sebagai atasan kamu ini harus mencontohkan yang baik untuk bawahan mu, kenapa malah ikut-ikutan ngobrol di sini" tegur dara"


hei dara,apakah kamu sudah tau tentang ini" ucap Bima menunjukan ponselnya"


hah Jessy,apa apaan ini" ucap dara" dia benar benar gila ya


apa yang kalian berdua lakukan di sini" sapa Chen"


apakah papa tau bahwa tindakan Jessy kali ini sedang viral di media dan juga televisi" ucap dara"


memangnya apa yang Jessy lakukan sampai masuk dalam televisi" ucap Chen"


nih coba papa baca" memberikan ponsel pada Chen"


Jessy menghabiskan banyak uang puluhan juta hanya untuk mendapatkan sebuah kancing, apa maksudnya anak itu" ucap Chen"


*mall*


gimana mba, kancingnya udah ketemu" ucap Jessy"


apakah benar kancing ini yang anda maksud" ucap salah satu bagian informasi"


namun ternyata kancingnya berbeda dengan kancing yang di cari.


kemudian seorang bapak tua yang membawa kancing itu ke malll yang mirip dengan kancing yang Jessi cari itu seketika terlihat sedih karna tidak jadi mendapatkan uang sepuluh juta.


maaf ya pak ,tapi kancingnya salah" ucap tuan Sandy"

__ADS_1


iya mas ,mba tidak apa apa"ja ab bapak tua tersebut yang kemudian hendak langsung pergi"


tunggu" ucap Jessy" memangnya jika bapak mendapatkan uang sepuluh juta Dari saya itu akan bapak gunakan untuk apa uangnya


"saya membutuhkan uang untuk membawa anak saya ke rumah sakit, dia sedang demam di rumah"


Kenapa Bapak tidak langsung membawanya ke rumah sakit saja ,uang itu urusan belakangan ,yang penting adalah kesembuhan anak bapak terlebih dahulu" ucap Jessy"


kemudian Desi membeeikan sejumlah uang kepada bapak itu dan mengatakan" pergilah dan segera bawa anak bapak ke dokter"


"baik mba, terimakasih ,saya sangat berterimakasih"


apakah semudah itu anda memberikan uang kepada sembarang orang, Bagaimana jika dia penipu, Bagaimana jika dia hanya berpura pura mengatakan anaknya sakit hanya untuk mendapatkan uang" ucap Sandy"


tidak masalah jika dia hanya berpura pura anaknya sakit, Mungkin dia membutuhkan uang itu untuk biaya makan sehari-harinya, aku lebih suka menghabiskan uang ku untuk hal-hal yang bahkan sepele daripada uang papa di habis kan oleh dia" jawab jesse*


terserahlah ,itu urusanmu " jawab Sandy acuh"


rumah.


Jessy,kemana saja kamu seharian,kenapa tidak datang ke kantor" ucap Chen"


aku datang ke perusahaan syowo" jawab Jessy"


lalu soal kancing" ucap Chen"


hari berikutnya.


tiba hari dimana keluarga Chen berlibur ke pulau Jeju.


sebelum ke pulau Jeju,Chen menjemput Reina ke apartemen untuk berangkat bersama.


nyonya gawat nyonya,ini gawat" ucap bi Sur"


gawat kenapa bi,bibi yang jelas donk" ucap Belinda"


semalam nona Jessy mendengar ucapan saya dan nyonya Belinda di telepon,kemudian nona Jessy meminta saya untuk membuat Vidio pengakuan bahwa sayae mendapat bayaran dari nyonya untuk memberikan kesaksian palsu mengenai nona Ara dan Nesya" ucap bi Sur"


jadi bi Sur menerima permintaan Jessy untuk membuat Vidio ,bodoh ,seharusnya bibi jangan mau donk" ucap Belinda"


maaf nyonya,dan sekarang ini nona Jessy baru saja pergi ke apartemen untuk menunjukan Vidio itu pada tuan Chen" ucap bi Sur"


apa....kenapa bi Sur baru bilang,sialan" ucap Belinda marah"


kemudian Belinda menelpon seseorang untuk menghalangi perjalanan Jessy menuju apartemen.


jangan fikirkan soal bayaran,kau tau kan aku ini kaya raya, terserah kamu saja,entah dengan cara apa kamu menghalanginya,yang jelas jangan biarkan Anak itu tiba di apartemen ,bereskan secepatnya" ucap Belinda di telepon" Tut " di matikan"


saat itu ada bi Ita yang tidak sengaja mendengar ucapan Belinda di telepon ,karna syok mendengar ucapan Belinda, bi ita yang membawa koper dara untuk di letakan di bagasi langsung menjatuhkan kopernya,Belinda pun terkejut ketika tau ada Bi ita yang mendengar ucapannya,kemudian Belinda langsung menghampiri bi Ita.

__ADS_1


apa yang kamu dengar" tanya Belinda"


tidak ada nyonya,tidak ada yang saya dengar" jawab bi Ita"


jawab apa yang kamu dengar tadi" teriak Belinda membentak bi Ita"


sungguh nyonya ,saya tidak mendengar apapun" ucap bi Ita ketakutan"


apakah itu artinya kamu tuli,dengar atau tidak ucapanku tadi ,kamu berhak untuk tutup mulut,karnanujika tidak,kamu akan mendapatkan akibatnya, baiklah ,aku akan mempercayai mu ,tapi jika kamu menyia-nyiakan kepercayaan ku,lihat saja nanti" ucap Belinda pergi"


ya Tuhan, bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan,nona Jessy dalam bahaya" ucap bi Ita dalam hatinya"


kemudian bi Ita sembunyi sembunyi menelpon Jessy.


ayo nona, angkat telpon nya nona ,ayo angkat" ucap bi Ita panik"


namun Jessy tidak menjawab panggilan dari BI Ita karna fokus menyetir,tapi Ita terus mencoba menelpon Jessy,namun tiba tiba bi Sur datang karna mendapat tugas dari Belinda untuk terus mengawasi bi ita untuk tetap tutup mulut.


nelfon siapa kamu" ucap bi Sur merebut ponsel bi Ita"


eh Sur kembalikan ponselku" ucap bi Ita berusaha merebut ponselnya"


diam, jangan coba coba merebutnya dariku,jika kamu macam macam,aku akan lapor ke nyonya Belinda" ucap bi Sur"


ga nyangka ya Sur,ternyata kamu ini mata duitan, sekarang juga jadi licik" ucap bi Ita"


terserah apa kataku,aku akan menyita ponselmu seharian" ucap bi Sur pergi"


hei Sur, kembalikan ponselku,haduh.... ya Tuhan bagaimana ini" ucap bi Ita"


eh ita,kamu kenapa pucat begitu ,kamu sakit" tanya bi Inah"


engga bi" jawab bi Ita " apa aku beritahu saja hal ini pada bi Inah,tapi bagaimana dengan ancaman nyonya Belinda" ucap bi Ita dalam hatinya"


yasudah ayo kita keluar,sebentar lagi tuan dan nyonya akan pergi,jadi kita harus memberikan salam


tunggu bi,emmm anu ,itu bi" bingung"


eh ita kamu ini kenapa bicaranya gugup begitu,ada apa


non Jessy dalam bahaya bi


bi Inah yang dari dulu sudah menganggap Jessy sebagai anaknya sendiri pun terkejut ketika bi Ita mengatakan bahwa Jessy dalam bahaya.


bahaya gimana Ita,ada apa dengan nona jessy," tanya bi Inah panik"


jelaskan nya nanti saja bi,yang penting sekarang telepon dulu nona Jessy


bi Inah pun segera menelpon jessy, namun sama saja ,Jessie tetap tidak mengangkat panggilan teleponnya,namun setelah beberapa kali mencoba menelepon Jessy, yang tadinya panggilan tidak terjawab kini berubah menjadi tidak aktif.

__ADS_1


__ADS_2