
setelah dokter Brian mengobati zea, dokter Brian meminta Zee untuk menghadapnya.
"sepenting apa urusanmu diluar sampai harus pergi menggunakan mobil tanpa izin Daddy,bukannya Daddy tidak mengizinkan mu membawa mobil tapi kamu masih belum memenuhi aturan untuk mengendarai mobil sendiri, kamu belum punya KTP, belum punya SIM ,umur belum cukup,dan yang lebih parahnya lagi kamu belum terlalu pintar menyetir mobil, kamu masih perlu belajar lagi, Bagaimana jika di jalan tadi kami bertemu dengan polisi, Bagaimana jika di jalan tadi kamu membahayakan seseorang ,itu bisa berakibat buruk untuk dirimu sendiri dan untuk orang lain, kamu mengerti dengan ucapan Daddy kan"
"aku memang salah, tapi pentingkah omelan Daddy saat ini, yang terpenting saat ini kan aku pulang dengan keadaan baik-baik saja, tidak ada orang yang aku bahayakan, aku juga tidak bermasalah dengan polisi,Daddy tidak perlu lah menceramahi aku seolah olah aku ini tertilang atau menabrak seseorang "
"baiklah, kamu sudah mengaku salah ,lalu Apakah setelah ini kamu akan mengulanginya lagi"
"tentu saja"
"Zee,kamu...ini..."
Daddy,jangan marah pada Zee,aku yang memintanya untuk menjemput ku menggunakan mobil,ini salahku" saut zea menghampiri daddynya"
"kalo begitu ini kesalahan kalian berdua,sekarang berikan kartu yang mommy berikan pada Kalian, Daddy akan menyitanya selama satu Minggu"
Zee dan zea pun menyerahkan kartu kartu milik mereka.
"ini salahmu sih, ngapain juga kamu bawa mobil "
"Kenapa kamu jadi menyalahkanku, kamu yang menelponku dengan menangis dan panik, apakah menurutmu aku masih bisa santai santai pergi menggunakan bus, naik taksi atau aku masih sempat untuk meminta Asep mengantarkan ke alamat tujuanmu"
"baiklah sekarang Bukan saatnya tuk saling menyalahkan"
"lalu Bagaimana dengan luka-luka mu"
"sudah tidak apa, tapi bekasnya sangat terlihat, Mungkin besok aku tidak akan masuk sekolah, besok jangan lakukan apapun pada senior yang melakukan semua ini padaku, karena saat aku masuk sekolah nanti aku ingin membalasnya sendiri ,kini aku tidak akan bersikap lembut padanya, aku akan kembali ke sifat asliku sendiri"
"Zee tersenyum" baiklah.
hari berikutnya .
"Zee,ini uang jajan kalian hari ini"
apa ini, mommy jangan bercanda, semua kartu-kartu ku disita oleh Daddy dan mommy memberikan aku uang jajan hanya sepuluh ribu" jawab Zee tidak menerima uang yang di berikan Jessy"
ini hukuman untukmu sayang ,kalau kamu tidak mau ya sudah ,mommy masukkan lagi dalam dompet" memasukan kembali dompetnya"
kemudian Zee mengambil uang sepuluh ribu itu lalu pergi.
di sekolah.
saat bertemu zova,Zee kembali meminta maaf atas dirinya yang membatalkan janji untuk jalan dengannya kemarin.
"no problem,sudahlah Tidak usah merasa tidak enak begitu ,sejak kapan kamu ini memiliki perasaan ,kamu ini kan wanita yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain jadi aku juga tidak terlalu mengambil hati "
"apa maksudmu, jadi menurutmu aku ini wanita yang tidak memiliki hati,ya mungkin itu benar, tapi terima kasih karena tidak marah padaku tentang semalam"
zova tidak terlalu mempermasalahkan Zee yang membatalkan janjinya sehingga zova harus marah pada Zee,zova masih tetap bersikap biasa seolah tidak ada masalah apapun.
"tapi kalau boleh tahu, kenapa semalam kamu membatalkan nya"
emmm... aku ada urusan lain" jawab zee" bruk ahk aw
eh sorry ga sengaja" jawab seseorang yang menabrak Zee"
kalo jalan hati hati donk" saut zova" janu....
zova, woah jadi kau sekolah disini,aku baru tau ,lalu apakah gadis cantik ini pacarmu" ucapnya mengelus rambut Zee
__ADS_1
seketika Zee mengihindar,namun Zee tidak langsung menunjukkan emosinya karena sepertinya laki-laki itu dan zova berteman karna mereka saling kenal.
singkirkan tanganmu" ucap zova mendorong nya"
mereka ini teman atau apa, jika mereka teman kenapa zova kasar padanya, Apakah zova marah karna laki-laki itu menyentuh rambutku" fikir Zee"
"aku heran Bagaimana bisa wanita sepertimu menyukai laki-laki seperti dia,lebih baik denganku saja"
sudah aku peringatkan untuk tidak menyentuhnya" ucap zova mencengkram kerah janu"
zova lepaskan dia,kamu bisa saja di panggil kepsek" pinta Zee menyentuh bahu zova"
kemudian zova melepas cengkramannya dan mengajak Zee untuk pergi.
tunggu dulu" jawab Zee yang menatap janu" kau tampan
ya aku memang tampan,apa kau berubah pikiran untuk menjadi pacarku" jawab Janu"
cih ga Sudi" ucapnya menendang ******** Janu" itu balasan untuk mu karena tadi sudah menyentuh rambutku dengan tangan kotormu itu
dasar kau ini, kamu melarangku bersikap kasar padanya tapi kamu malah menyakitinya" jawab zova"
"ahahah sudahlah ayo kita ke kelas masing masing"
Zee,lagi lagi dia menyakiti orang" fikir Suho yang melihat sikap Zee bersikap kasar "
Suho menghampiri Zee ke kelas 10 A dan menegur sikapnya yang salah.
sebenarnya kamu ini ada masalah apa sih denganku, sepertinya dari awal kamu memang tidak suka dengan sikap ku ya,aku menendang...emmm anunya karna dia dulu yang menyentuh rambutku,kamu fikir aku melakukan itu tanpa sebab" jawab Zee dengan lantang"
"tapi bukankah sebagai wanita kamu ini terlalu kasar"
"lalu kenapa kalo aku kasar,bersikap kasar adalah keahlian ku,lalu kau mau apa hah"
kemudian saat jam istirahat.
senior yang menyukai Excel itu datang ke kelas 10 B untuk menemui zea,namun di hari itu zea tidak masuk sekolah karna bekas bekas memar di badan dan kakinya yang jelas terlihat.
hari ini zea tidak masuk kak,ada perlu apa niat aku sampaikan" jawab teman sekelas"
"tidak masuk,lalu siapa yang mengizinkannya ke kepala sekolah"
"mungkin saudaranya"
"dia punya saudara ,di kelas berapa saudaranya itu"
"kalo tidak salah,dia kela...."
jangan beritahu dia" saut Inez "
siapa kamu" tanya senior"
aku teman dari dua orang yang kaka cari itu,jika urusan kaka dengan zea,kaka tidak perlu mencari saudaranya" jawab Inez yang sudah tau cerita semalam dari Zee"
senior itu terus bertanya Zee di kelas berapa hingga Ahirnya teman sekelas zea itu memberitau nya,dan senior itu langsung ke kelas 10 A.
memangnya ada urusan apa sih mereka dengan zea dan Zee" tanya Suho"
ada lah pokoknya" jawab Inez".
__ADS_1
"ku dengar zea memiliki saudara di kelas ini,siapa orangnya"
oh ada yang mencariku rupanya" saut Zee"
"jadi kamu orang yang mengadukan ku ke kepsek tentang masalahku dengan zea"
"benar,aku yang melaporkannya"
"sialan, kenapa kamu yang melaporkan nya,ini buka urusanmu"
"apapun yang terjadi dengan saudaraku itu menjadi urusanku"
senior itu berusaha menjambak rambut Zee,namun Zee langsung menyenggol tanganya.
"setelah di panggil kepsek kau mencoba menjambaku sekarang,Kaka ingin di keluarkan dari sekolah ya,dengar kan aku,awalnya aku ingin sekali membalas Kaka sesuai dengan apa yang Kaka lakukan pada zea semalam,apakah Kaka tau bahwa aku ingin sekali memberikan bekas bekas memar agar Kaka merasakan apa yang zea rasakan,tapi zea melarangku untuk mencaritahu siapa yang melakukan itu padanya hingga akhirnya aku hanya membalas kakak dengan melaporkan kejadian itu pada kepsek, tapi sekarang kakak malah datang sendiri kepadaku, rasanya Sekarang aku ingin benar-benar membalas Kaka"
tidak,Zee jangan" ucap Alvin yang segera menjauhkan Zee dengan senior itu sebelum Zee benar benar membalas seniornya"
lepaskan aku" ucap Zee"
plis jangan, Jika kamu membalasnya kamu bisa mendapat peringatan ke tiga dan bisa saja kepsek mengeluarkan mu sekolah" jawab Alvin"
"baiklah, aku akan menahan tanganku untuk tidak membalasnya ,jadi lepaskan aku"
Alvin perlahan melepaskan Zee dengan ragu.
kemudian Zee mendekati seniornya.
Tapi kakak tenang saja ,aku akan menahan tanganku agar tidak melukai seseorang" jawab Zee"
namun tiba tiba senior itu mendorong Zee hingga terjatuh di lantai dan mencakar tanganya .
"ahk... sepertinya kakak ini ahli dalam mencakar ya, pantas saja di pipi ,kaki dan tangan Zea terdapat beberapa bekas luka cakaran ,aku jadi ragu kakak ini manusia atau jangan-jangan kakak ini hewan"
kak ,aku mohon pergilah dari kelas ini,Zee bisa saja membalas Kaka,aku mohon pergilah" pinta Alvin"
Alvin segera membawa Zee ke UKS karna tangannya yang berdarah,dan beberapa saat kemudian zova datang ke kelas 10 A mencari Zee.
apa,Zee di UKS" ucap zova yang bergegas menuju UKS"
Zee,kamu kenapa,kamu sakit" ucapnya panik hingga tanpa sadar mendorong Alvin yang membalut cakaran di tangan Zee"
aku gapapa,santai aja kali,sampai jatuh tuh perbanya" jawab Zee" dia sampai sepanik itu hanya karna tau aku di UKS,aku semakin yakin kalo zova memang menyukaiku" fikir Zee"
"syukurlah ,tapi tanganmu ,siap yang melakukan ini "
Zee tidak menjawab zova dan kembali meminta Alvin untuk membalut lukanya.
"yaudah kalo kamu ga mau ngasih tau aku,sini biar aku yang balut lukanya"
ehem...biasa aja zo, panik sih panik tapi jangan dorong aku gini donk" ucap alvin"
duh sorry Al" ucapnya mengkode Alvin untuk meninggalkannya berdua"
Alvin pun keluar dari ruangan UKS karna percaya dengan zova yang sungguh menyukai Zee.
eh Vin ,gue denger Zee di UKS ,gimana dia" ucap Inez yang penasaran dengan Zee"
eh tunggu ,Zee gapapa kok,gausah masuk ke UKS" ucap Alvin menarik Inez"
__ADS_1
"loh ,gue mau lihat Zee dulu"
"udah nanti aja"