
hari itu,Zee bertemu kembali dengan Inggrid di rumah sakit,namun kali ini pembicara mereka sedikit berbeda dari sebelumnya.
aku minta maaf atas ucapanku yang kemarin melukaimu,pasti hatimu sakit sekali mendengar perkataan ku yang kasar, sebagai dokter seharusnya aku tidak berkata begitu pada pengunjung" ucap Zee"
baguslah kalo kamu sadar hal itu,kamu tidak perlu minta maaf,karna berbicara seenaknya itu memang sudah keahlianmu kan" jawab Inggrid"
"lalu bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan laki laki yang menghamili mu,karna kejadian seperti ini biasanya laki laki hanya punya dua pilihan,pergi meninggalkan si wanita atau bertanggung jawab atas kesalahannya"
"dia tidak mengakui kalo janin yang ada di perutku ini adalah anaknya,padahal aku hanya melakukan hubungan itu denganya,aku sungguh tidak melakukannya dengan siapapun kecuali dia hiksss...,dia malah memintaku untuk menggugurkan kandungan ini,pihak keluargaku belum ada yang tau soal ini,aku bingung harus bagaimana karna lambat laun perutku akan membesar,mereka pasti akan tau ,apa aku gugurkan saja kandungan ini"
"tidak,kamu tidak boleh melakukan hal bodoh itu,setelah dia ga mau tanggung jawab,apa kamu diem aja ga berusaha apapun buat bujuk dia"
"memangnya apa yang bisa aku lakukan ,ga ada cara apapun Zee"
"pasti ada cara,kamu bisa lapor polisi atas tindakan kasus pelecehan seksual atau apalah sebagainya yang bisa membuat dia mempertanggungjawabkan perbuatannya"
"emang bisa ya kayak gitu"
"kamu harus coba itu,aku bakal minta bantuan sama temen aku,dia seorang polisi,siapa tau dia bisa bantu kamu"
"kenapa tiba tiba kamu jadi baik denganku"
"karna kita sepupu, walopun ayahmu tidak suka pada ibuku seperti nenek ,kurasa itu bukan alasan untuk kita juga tidak berhubungan baik,udah kamu tenang aja,ga ada masalah tanpa solusi, jadi jangan pernah berfikir untuk menggugurkan janin yang ada di perutmu".
meski hubungan Zee dan semua keluarga dari daddynya tidak begitu akrab,sisi baik tentu muncul saat salah satunya mendapat kesulitan.
kemudian Zee meminta bantuan pada Angga untuk membantunya menyelesaikan masalah Inggrid.
"ada apa, Kenapa kamu minta orang sesibuk aku untuk datang kemari"
"itu kata kataku,kenapa kamu memakai nya"
"tapi nyatanya bener kok, aku tidak kalah sibuk denganmu, di luar sana banyak sekali penjahat berkeliaran yang harus aku atasi"
"ahk ya baiklah, aku meminjam waktumu sebentar, sekarang giliran aku yang minta bantuanmu karena aku juga sudah membantumu bukan"
Zee menjelaskan pada Angga apa masalah yang di alami Inggrid, namun mendengar penjelasan zee, Angga justru tertawa.
"Kenapa kamu tertawa, ini bukan cerita yang lucu"
ini memang tidak lucu, tapi kenapa kamu menceritakan masalah sepupumu itu kepadaku , itu masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh polisi,dengarkan aku baik baik,ini tidak bisa dijadikan sebagai kasus pelecehan seksual karena keduanya melakukan hal itu secara sadar dan atas kemauan masing-masing , kecuali jika si wanita dipaksa atau diracuni seperti di berikan minum obat tidur atau semacamnya lalu diperkosa ,itu berbeda lagi cerita nya Zee, ada sepasang kekasih yang melakukan hubungan suami istri sebelum menikah, kemudian wanita itu hamil dan laki-laki tidak mau bertanggung jawab dan kamu melaporkan hal ini pada polisi, lalu apa yang bisa aku lakukan, percayalah, semua polisi akan tertawa mendengar laporanmu ini" jelas Angga"
__ADS_1
dia ada benarnya juga ya" fikir Zee" berhentilah tersenyum, kalau begitu kamu harus memberikan aku ide apa yang bisa aku lakukan untuk membantu sepupu ku
Zee dan Angga membicarakan masalah ini di kantin bertepatan dengan zova yang saat itu datang ke kantin untuk memberikan name teks milik zee yang tertinggal di dalam mobilnya,zova bertanya pada staf rumah sakit apakah Zee sedang ada praktik atau tidak agar dirinya bisa menemui Zee langsung,namun staf itu mengatakan bahwa Zee sedang beristirahat dan mungkin saja sedang makan di kantin, kemudian zova langsung mencari Zee di kantin,namun dirinya mendapati Zee sedang bersama dengan kaki laki itu , hingga ahirnya zova menitipkan name teks milik Zee pada staf yang bekerja.
siapa laki laki yang bersama Zee, mereka terlihat cukup akrab,laki laki itu berbeda dengan kaki laki sebelumnya" fikir zova"
banyak kecurigaan yang muncul dalam diri zova,namun zova tidak ingin berfikiran negatif terhadap Zee dan berusaha yakin bahwa Zee tidak ada niat untuk menghianatinya.
"dokter Zee tunggu,ini name teks anda"
"loh , bagaimana bisa name teks saya ada di kamu"
"tadi seorang laki laki keren dan tampan datang kemari menitipkan ini untuk dokter"
itu pasti zova,tapi kenapa dia tidak memberikannya langsung padaku" fikir Zee" baiklah terimakasih
kemudian Zee menelpon zova untuk berterima kasih dan bertanya kenapa dia tidak menemuinya langsung.
tadi aku sudah ingin menemui mu,tapi aku lihat kamu sedang bersama laki laki di kantin,jadi aku takut mengganggu dan menitipkan name teks nya pada staf " jawab zova di telepon"
zova melihatku dengan Angga" fikir Zee" oh kamu melihatnya,dia hanya temanku,dia....
"kamu tidak perlu menjelaskan siapa dia padaku,aku tidak butuh itu,aku sedang menyetir,aku tutup telponya ya".
"oh jadi kamu ini memiliki kesepakatan dengan kakakku untuk menjadi pembantunya selama satu Minggu karna kakak ku sudah membantumu ,begitu"
"benar,kakak mu sangat menyebalkan"
"kakakku memang menyebalkan,tapi apa kau tau bahwa dirimu lebih menyebalkan dari kakakku"
"bagaimana kau bisa mengatakan itu,kita baru bertemu kemarin,kamu belum mengenalku tapi sudah bilang aku menyebalkan"
"aku memang tidak mengenalmu,tapi dari sikapmu waktu itu ,itu sudah menunjukan kalo kamusangat menyebalkan"
"waktu itu,memangnya kapan kita bertemu"
"saat di gereja,kamu tidak memberi uang seorang pengemis dan pergi begitu saja"
"oh kamu melihatnya,kau itu bodoh ya,aku tidak memberinya uang karna aku ingin dia bekerja,kalo banyak yang memberinya uang dia akan malas bekerja dan memilih meminta minta sepanjang hidupnya,dia pasti berfikir buat apa kerja ,tinggal minta aja di kasih, pintar lah sedikit"
iya juga ya,semakin banyak yang memberinya uang,dia akan semakin malas untuk bekerja" fikirnya".
__ADS_1
pukul 15:30.
oh iya,aku lupa kalo ga bawa mobil,tadi kan dianterin zova,yaudah kalo gitu minta jemput aja sama dia " fikir Zee"
saat Zee menunggu zova di ruang tunggu dekat pintu keluar,tiba tiba dokter Sandy menghampirinya.
"dokter Zee belum pulang,bukankah jadwal praktik anda sudah selesai"
iya Dokter,saya sedang menunggu jemputan,soalnya saya tidak bawa mobil" jawab Zee"
mau bareng sama saya,saya antar sampai tujuan" ucap dokter Sandy yang menawarkan bantuan tanpa ada maksud lain"
tidak perlu,karna dokter Zee akan pulang dengan saya" saut Raka"
loh Raka, apa yang kamu lakukan di sini " ucap Zee"
hai Zee,aku sengaja datang kemari karna ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu" jawab Raka"
tapi saya orang pertama yang memberikan tawaran pada dokter zee untuk pulang bersama" ucap dokter Sandy"
tapi saya ada perlu dengan Zee" jawab Raka"
"tidak bisa begitu,saya duluan yang menawarinya"
"tapi saya ada perlu denganya"
kenapa sekarang ada dua laki laki yang bersamanya, laki laki yang berbeda dari yang tadi aku lihat, walopun mereka tidak ada hubungan apa apa,tentu saja aku tidak suka kalo Zee di kelilingi banyak laki laki" fikir zova yang terdiam dari jauh ketika melihat zee bersama laki laki lain"
itu zova,kenapa dia hanya melihat dari sana" fikir Zee"
kemudian Zee mengirimkan pesan pada zova" ayo kemari,kamu harus menjemputku bagai putri,jangan hanya berdiri disana menunggu putrinya yang datang"
zova tersenyum membaca pesan dari Zee dan langsung menghampirinya.
dokter Sandy,Raka,maaf,aku tidak bisa ikut dengan kalian berdua, seseorang yang menjemputmu sudah tiba" ucap Zee"
Hay Zee,maaf membuatmu menunggu" ucap zova"
"tidak apa apa,ayo kita pergi sekarang"
Raka dan dokter Sandy tentu bertanya tanya siapa laki laki yang menjemput Zee,dokter Sandy dan Raka juga tidak bisa berbuat apa apa ketika Zee sudah memilih untuk ikut dengan yang lain.
__ADS_1
karna pada dasarnya laki laki yang hanya berani mengajak jalan akan kalah dengan laki laki yang mau memperjuangkan .