Queen For The King

Queen For The King
9. Teater


__ADS_3

Selama mata kuliah itu berlangsung Queen merasa risih dengan King berada di sampingnya, entah mengapa dia merasa King memperhatikannya beberapa kali. "Mengapa ini terasa lama sekali," gumam Queen sambil menatap jam dinding yang baru menunjukkan 30 menit berlalu.


Queen menoleh ke arah Fiona yang tampak fokus pada materi yang diberikan. Entah apa yang harus Queen lakukan agar Fiona memaafkannya dan kembali menjadi teman Queen.


Getaran dari ponsel yang ada di saku celananya membuat Queen mengalihkan pandangannya dari Fiona, dia menatap Prof. Aldrich terlebih dahulu sambil diam-diam mengeluarkan ponselnya dari salam saku. [Daftar pemain teater yang lolos. Harap kumpul di Aula pukul 3 sore.] Dengan cepat Queen menekan pemberitahuan tersebut, dia tersenyum melihat namanya berada di posisi paling atas, namun senyumnya kembali luntur saat melihat nama Selena dan kedua pengikutnya ikut lolos dalam teater. "Mengapa hidup ku akhir-akhir ini tidak pernah tenang," gumam Queen kesal, dia hampir saja berteriak mengeluarkan kekesalannya jika tidak mengingat adanya kelas Prof. Aldrich yang terkenal killer di sini.


"Ada apa?" tanya King yang cukup mengejutkan Queen. Wajahnya begitu dekat dan cukup mengganggu pemandangan Queen.


"Urusi saja kekasih mu itu!" desis Queen tajam.

__ADS_1


King mengerutkan keningnya, ada apa dengan kekasihnya? dan siapa pula kekasih King yang maksud Queen. Ada banyak wanita di kampus ini yang menganggap dirinya sebagai kekasih King, membuatnya terkadang bingung sendiri dengan rumor bad boy yang menyebar tentang dirinya. Dia hanya berusaha tidak menyakiti hati setiap wanita yang mencintainya. "Siapa kekasihku?" tanya King dengan polosnya.


Queen memutarkan bola matanya malas. "Pikirkan saja sendiri, jangan mengganggu ku lagi Z—"


"Apa kalian sedang berdiskusi tentang materi yang sedang aku jelaskan? bisa kalian ulang apa saja yang kalian tangkap mengenai materi ini?" tanya Prof. Aldrich, keduanya seketika bungkam, kembali menoleh kearah depan.


"Tentu saja Prof." King menjelaskan beberapa poin penting yang di jelaskan dan berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan.


___

__ADS_1


Selesai kelas tersebut Queen dengan cepat keluar dan mengejar Fiona yang tampaknya terus menghindarinya. Dia sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan membawa Fiona dalam masalah tetapi kini nomor Queen sudah di blokir oleh Fiona.


Satu kelas lainnya sudah Queen ikuti dan kini tibalah waktunya untuk berkumpul di Aula. Queen masuk ke dalam Aula yang sudah di hadiri beberapa orang. "Boleh aku duduk di sini?" tanya Queen pada seorang wanita yang jika tidak salah bernama Laura.


"Silahkan Queen. Sudah tidak diragukan lagi jika kau yang ada di sini pasti kau yang akan menjadi pemeran utamanya," ujar Laura dengan senyum cerianya.


Kursi di ruangan itu berbentuk lingkaran, Selena yang duduk di depan menoleh ke arah belakang. "Tidak bisakah kau berhenti bersaing denganku? setiap aku mengikuti sesuatu pasti selalu ada kau," ucap Selena sambil mengibaskan rambut panjangnya yang indah ke belakang.


Queen menghela nafasnya, dia sudah berjanji untuk tidak membuat keributan lagi pada Mommy-nya. "Sayangnya aku ikut teater ini hanya untuk menambah nilai seni ku, bukan untuk bersaing denganmu," cibir Queen.

__ADS_1


Suara di dalam Aula seketika bising saat dua orang masuk. Queen berdecak kesal saat melihat King dan Samuel yang masuk ke dalam Aula, bukankah King mengatakan tidak mengikuti teater ini? untuk apa sekarang dia hadir! "Apa King mendaftarkan diri juga?" tanya seorang wanita yang ada di belakang Queen dengan semangat. "Aku berharap menjadi pemeran utama jika King yang menjadi pasanganku nanti."


Queen mencibir mendengar ucapan itu, lalu dia melihat Laura menoleh ke arah belakang. "Tidak, King tidak ada dalam daftar peserta yang lolos. Mungkin dia kemari untuk menemui Selena," ucap Laura. Selena yang mendengar namanya di sebut langsung tersenyum, dia merapikan rambutnya dengan cepat.


__ADS_2