
King berjalan masuk ke dalam sebuah rumah yang sudah tampak ramai, matanya tidak bisa fokus untuk mengikuti kemana Orangtuanya melangkah, yang dia perhatikan kini adalah Queen yang tampak begitu anggun dengan gaun yang dia kenakan. Raut wajah yang terlihat tak nyaman dengan senyuman kaku yang dia berikan pada beberapa orang yang menyapa.
"King, apa sedang apa kau lakukan di sana? ayo kita temui temui beberapa rekan kerja Daddy dulu," ucap Kimberly yang rupanya menghampiri King kembali.
Tak ingin Kimberly mengetahui apa yang sedang dia perhatikan, dengan cepat King menggelengkan kepalanya, dia tersenyum ke arah Kimberly. "Tidak Mom, aku hanya mencari para sepupu," jawab King.
"Mereka ada di sana, jangan membuat mereka menangis ingat!" bisik Kimberly dengan tatapan memperingati.
King hanya bisa pasrah dan mengikuti kemana Kimberly membawanya dan tiba lah dia di kumpulan para orang tua yang terlihat sumringah. "Astaga King, kau bertambah tampan saja, sudah memiliki kekasih?" tanya Mrs. Rachel yang King tahu sudah hampir 2 tahun dia dan keluarganya berpindah ke Jerman.
__ADS_1
"Terima kasih Aunty. Kali ini aku sedang single," jawab King santai yang membuat semua orang di sana tertawa dan hanya mendapatkan sedikit teguran dari Kimberly yang berpura-pura ikut tertawa dengan jawaban King.
Setelah berbincang cukup panjang, sekitar 20 menit, dua orang datang dan cukup mengalihkan perhatian. "Axton! Arabella! kalian baru tiba?" tanya salah satu orang dari yang ada di keliling King. Spontan saja King menoleh dan tidak melihat Queen ikut bersama kedua orang tuanya. Dengan memanfaatkan kesempatan yang dia terlalu berfokus pada dirinya lagi, King keluar dari kumpulan orang-orang itu, dia berjalan pelan sambil melihat-lihat di mana keberadaan Queen sekarang.
"Di mana dia?" gumam King pelan. Hampir 5 menit King mencari rupanya Queen sedang berdiri di ujung balkon dengan gelas di tangannya. Tempat yang benar-benar sepi dan cukup tidak ter-perhatikan oleh King.
King tiba di balkon saat Queen sedang membelakanginya dan menatap taman yang cukup indah lengkap dengan sebuah air mancur kecil yang di kelilingi lampu. "Akhirnya kau di akui juga sebagai anak, Queen?" King berdiri di samping Queen yang langsung tampak terkejut dengan kehadiran King yang tiba-tiba.
"Apa maksud mu?" desis Queen sambil memutarkan kedua bola matanya malas.
__ADS_1
"Aku jarang melihat mu menghadiri pesta Queen, biasanya selalu Ernest yang hadir."
Queen kembali menoleh ke arah King dengan tatapan malas. "Ernest sedang ada acara lain dengan teman-temannya. Sudahlah Zack, jangan mengganggu ku, aku hanya ingin menunggu dengan tenang sampai acara ini selesai dan cepat kembali ke rumah."
"Bagaimana jika kita kabur saja? aku akan mengantarkan mu ke rumah?" tanya King dengan semangat yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Queen.
"Kau gila? jangan membuat ku mendapatkan masalah!"
King tersenyum dengan tenang, dia mengeluarkan kunci mobil yang tadi Daddy nya sempat titipkan. "Kali ini biarkan aku yang membuat masalah Queen, aku akan mengantarkan mu pulang dan katakan saja pada Mom dan Daddy mu jika kau yang menculik mu untuk pulang," tawar King yang tampak begitu santai tanpa berpikir panjang. "Aku berjanji akan bertanggung jawab jika kau mendapatkan masalah karena ini."
__ADS_1