
Setelah mendapatkan semangat dari Daddy nya, hari itu juga King langsung menuju rumah Queen. Saat di perjalanan King melihat toko bunga yang tampak begitu ramai, dengan senyuman yang mengembang King menghentikan mobilnya dan masuk ke dalam toko bunga tersebut. "Selamat datang, ingin mencari bunga seperti apa Sir?" tanya seorang pelayan yang tampak masih muda, mungkin juga perkiraan umurnya masih 13 tahun menurut King.
"Um, aku ingin bunga yang cantik untuk kekasih ku," jawab King. Keadaan toko bunga ini ternyata benar-benar ramai, bahkan terlihat dua orang yang melayani tampak kewalahan.
"Kekasih mu pasti sangat cantik, dia menyukai warna apa? pink, biru atau ungu?" tanya gadis kecil itu dengan ceria, dia cukup pintar berbicara ramah pelanggan yang datang, namun yang membuat King heran adalah mengapa toko ini menerima gadis kecil ini bekerja?
King berpikir sejenak, dia mengingat terlebih dahulu warna yang sering Queen pakai. "Sepertinya dia menyukai ungu dan menurut ku dia sangat cantik dengan warna ungu," ucap King ramah.
__ADS_1
"Oke, baiklah, aku akan katakan pada Mommy untuk membuatkan buket bunga yang indah untuk mu." Gadis kecil itu tampak menoleh melihat sekitar lalu menunjuk kursi yang masih kosong. "Kau bisa duduk di sana Sir, hari ini banyak sekali pelanggan, tapi aku akan usahakan agar kau mendapatkan buket dengan cepat agar kekasih mu tidak menunggu lama," ucapnya sambil tertawa kecil lalu pergi.
King hanya tersenyum dan berjalan menuju kursi yang ditunjukkan, dia mengeluarkan ponsel untuk mengisi waktu luangnya agar tidak terlalu jenuh. King membuka galeri dan melihat fotonya bersama Queen, dia merindukan Queen yang hangat dan selalu di dekatnya. "Hallo Sir, ini buket mu," ucap gadis kecil itu dengan sebuah buket di tangannya.
"Wow, kau benar-benar mengusahakannya?" tanya King takjub, karena tidak sampai 15 menit dia sudah mendapatkan pesanannya.
"Tentu saja," ucapnya dengan ceria. "Kau bisa membayarnya di sana."
__ADS_1
"Aku Emily," jawabnya sambil tersenyum.
Setelah selesai membayar King langsung menuju ke rumah Queen dan lagi-lagi Queen tidak ingin menemui King, hal itu sudah diperkirakan oleh King dan dia tidak akan menyerah dengan cepat untuk kali ini. "Tidak apa-apa Aunty, mungkin dia masih marah, aku hanya ingin menitipkan ini untuknya. Jika tidak keberatan besok aku akan datang lagi dengan hadiah lainnya," kekeh King pelan.
"Oh King, maafkan sikap Queen yang seperti ini, aku akan kembali membujuknya. Aku harap kau tidak lelah dan bersabar dengan Queen, aku sungguh ingin memiliki menantu seperti mu," ucap Arabella dengan lembut, raut wajahnya benar-benar tampak menyesal dan seakan meminta maaf.
King yang mendapatkan kehangatan dari keluarga Queen sangat senang, dia tersenyum dan tentunya semakin bersemangat. "Aku sangat yakin jika menjadi menantu mu Aunty," kekeh King pelan.
__ADS_1
James yang mendengar itu tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. "Kau sangat tulus King, bersabarlah sedikit lagi, dia pasti akan memaafkan mu," ucap James sambil mengusap bahu King.
"Ya kakek, terima kasih," ucap King lalu berpamitan dan pergi dari rumah Queen. Dalam hatinya berharap jika Queen tidak membuang buket bunga itu ke dalam tempat sampah.