Queen For The King

Queen For The King
73. Kembali Bersama


__ADS_3

Sesampainya di Butik Queen menemukan King yang sedang duduk dengan raut wajah tak bersemangat, sedangkan Arthur sedang di bantu oleh Davika yang mengobati lukanya. "Arthur? astaga, kau tidak apa-apa?" tanya Queen yang terkejut dengan luka yang didapati Arthur.


"Apa menurut mu luka seperti ini bisa dibilang baik-baik saja Queen? kau katakan pada kekasih mu yang pemarah itu untuk meminta maaf pada ku sekarang," ucap Arthur sambil meringis kecil saat kapas yang dipegang Davika menyentuh lukanya. "Pelan-pelan sayang, ini perih."


"Tahan sayang, luka mu tidak akan sembuh jika selalu menghindar seperti ini," ucap Davika dengan lembut. Awalnya dia terkejut dan berpikir jika Arthur bermain wanita lain di sini, namun saat keduanya sudah dipisahkan Arthur mulai menjelaskan jika semua ini adalah rencana untuk membantu pasangan yang sedang memiliki masalah.


Queen menoleh kearah King yang masih tampak diam saja, dia enggan untuk berbicara dan menatap Queen. Dengan pasrah Queen menghembuskan nafasnya pelan, dia berjalan mendekati King dan tak lama kemudian King menatap kearahnya. "Minta maaflah pada Arthur sekarang juga King," ucap Queen.


"Tidak, ini semua bukan salah ku, aku pikir dia mengkhianati mu Queen, aku tidak terima kau diperlakukan seperti itu," ucap King. "Tapi ternyata semua ini hanyalah permainan kalian," gumam King kemudian.

__ADS_1


"Menurut mu bagaimana rasanya dipermainkan? Ini yang aku rasakan saat tahu awal kau mendekati ku hanya karena taruhan."


"Tidak, itu hanya—" King terdiam lalu menghembuskan nafasnya. "Baiklah aku mengaku salah, itu hanya awal, tapi percayalah Queen, saat aku sudah mendekati mu aku jatuh cinta pada mu dengan sungguh-sungguh. Aku sudah melupakan taruhan bodoh itu."


"Jika tidak ada taruhan bodoh itu apa kau bisa mencintai ku? Tidak, kita akan tetap menjadi musuh sedari kecil," ucap Queen, entah mengapa dia sangat sensitif jika membahas tentang taruhan.


"Benar, aku sudah menguji kalian berdua dan kalian memang saling mencintai satu sama lain. Saling berjanji untuk tidak mengulangi semuanya dan hidup dengan rukun tanpa ada kebohongan," ucap Arthur.


King terbatuk kecil, dia memutar tubuhnya sedikit untuk bisa menatap Queen secara penuh. "Aku ingin kembali dengan mu Queen, aku tidak bisa tanpa mu. Jika orang-orang mengatakan kita akan bahagia jika melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun dengan orang lain, aku tidak bisa. Aku tidak bisa melihat kau bahagian dengan yang lain Queen, aku ingin kau bersama ku, aku akui aku egois tapi ini lah bukti betapa besarnya cinta ku Queen," ucap King yang kini terdengar memohon.

__ADS_1


Queen yang masih merasa kesal, marah, namun terharu pada akhirnya hanya bisa menarik nafas, dia melirik ke arah Arthur sekali lagi. "Malam ini aku akan memaafkan mu King, kita akan bersama lagi tepat di saat Arthur mengenalkan Davika pada semuanya. Tapi kau malah mengacaukan semuanya, kau membuat Tuan acara malam ini terlihat jelek."


"Hei! apa yang kau katakan Queen? aku tidak akan pernah jelek hanya karena luka ini," protes Arthur.


Senyum King seketika mengembang, dia menggenggam tangan Queen dengan erat. "Apa ini artinya kau mau kembali bersama ku?" tanya King dengan ceria.


Queen mengangguk dengan pelan tanpa senyuman, dia sudah membayangkan hal indah namun berakhir seperti itu. Tanpa diduga King langsung memeluk Queen dengan erat, dia hampir saja menangis karena semua ini seperti mimpi, dia akhirnya bisa kembali memeluk wanita yang paling dia sayang. "Aku mencintai mu Queen, aku menyayangimu, aku tidak akan membuat mu kecewa, aku berjanji." King menatap Arthur sebentar. "Aku minta maaf sudah membuat wajah mu seperti itu," ucap King.


Sam yang menyaksikan itu semua ikut bahagia, dia tersenyum dan hendak memeluk dua orang yang baru saja kembali bersama. Namun, King dengan cepat menepis tangan Sam. "Kau tidak bisa memeluk kekasih ku Sam," ucap King kemudian.

__ADS_1


__ADS_2