
Ace masuk ke dalam aula, dia memperkenalkan dirinya terlebih dahulu dan latihan pun dimulai. Queen menatap narasi yang sedang dia pegang dan mulai memperagakannya di depan, Teater dibuka dengan sebuah sambutan kecil berupa puisi yang di bacakan Ace, dia mengucapkan semuanya dengan begitu lancar tanpa melihat ke arah kertas yang ada di tangannya.
Perubahan latar pun berganti, Queen mulai berdialog dengan seorang teman pria yang memerankan sebagai Ayahnya, dia memperkenalkan Selena sebagai calon Ibu untuk Queen nantinya.
Setelah latihan teater bagian awal selesai mereka pun di perbolehkan istirahat. Ace hanya tersenyum pada beberapa wanita yang menawarkan dirinya untuk duduk bersama mereka. "Hai, boleh aku duduk di sini?" tanya Ace pada Queen yang sedang minum dan baru saja mengeluarkan ponselnya.
"Oh, tentu saja," jawab Queen. Dia sedikit bergeser dan memperhatikan Ace yang tampak jauh lebih ramah dari pada awal pertemuan mereka yang cukup membosankan.
"Akting mu sungguh luar biasa Queen, tidak heran jika kau terpilih menjadi pemeran utama," puji Ace sambil membuka tasnya lalu mengeluarkan sebuah tissue untuk Queen.
__ADS_1
Queen mengangkat rendah tangannya sambil menunjukkan jika dia pun memiliki tissue sendiri. "Terima kasih tapi aku punya," ucap Queen. "Aku cukup kagum melihat mu bisa menghafal secepat itu," lanjut Queen, entah ini termasuk pujian atau bukan yang jelas Queen hanya mengatakan apa yang ingin dia ucapkan.
Ace tersenyum kecil, dia mengangguk pelan. "Aku sudah terbiasa dengan sebuah narasi, sejak dua tahun yang lalu aku sering memainkan beberapa film, ya walaupun bukan pemeran utama tapi cukup membuat ku terbiasa dengan hafalan seperti ini," jelas Ace.
"Wow, itu hebat Ace, mungkin di lain waktu kau bisa seperti kakak mu," ucap Queen. "Sebentar," potong Queen saat melihat Ace akan menjawab ucapannya. Dia mengangkat panggilan masuk dari Fiona, mereka berdua sudah berbaikan semenjak Sam mengantarkan minuman untuknya yang di titipkan oleh Fiona.
Ace menarik nafasnya dalam, walau pun tidak semudah itu mendekati Queen namun ini adalah awal yang baik bagi Ace mendapatkan respon positif dari wanita incarannya.
King mengangguk setuju. "Kau benar Sam, aku akan mendapatkan cara lain untuk lebih dekat dengannya," gumam King membuat Sam langsung menoleh penasaran.
__ADS_1
"Apa itu? kau sudah mendapatkan caranya?" tanya Sam.
"Aku akan menjemput Queen besok." King membalas tatapan Sam dengan penuh keyakinan. "Jika dia menggunakan cara licik dengan menyogok Harry, aku akan menggunakan cara licik dengan mendekati keluarganya," desis King.
Raut wajah Sam berubah menjadi begitu bersemangat, dia tampak puas dengan rencana King. "Ini adalah King yang aku kenal, kita gunakan cara apapun untuk memenangkan taruhan ini King," ucap Sam bersemangat yang langsung ditutup mulutnya oleh King.
"Jangan terlalu berisik Sam, tidak boleh ada yang tahu tentang taruhan ini," bisik King. "Aku kita pergi dari sini."
Sam hanya mengekor langkah King dari belakang, aroma kemenangan sepertinya akan tercium sebentar lagi. "Jika Queen masih susah di dekati kau minta tolong saja pada Mommy Queen untuk mempercayakan mu membawa Queen saat party nanti," bisik Sam dari belakang.
__ADS_1
"Tidak bisa Sam, aku harus mengumumkan status kami di depan umum. Jika Queen belum bisa aku dapatkan hatinya itu sama saja artinya tidak ada pemenang dalam taruhan ini," jawab King. Mereka mulai bernafas lega saat sudah berada di lapangan, tidak perlu mengendap-endap lagi juga tidak perlu berbisik.