Queen For The King

Queen For The King
41. Lega


__ADS_3

Air mata Queen tak henti-hentinya mengalir, dia terus menangis dan merasa khawatir dengan James yang belum selesai diperiksa. Saat dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke konsen, tiba-tiba saja jeritan Arabella terdengar, hatinya seakan ditikam saat melihat James sedang berbaring di sofa dengan darah yang keluar dari hidungnya. Bagaimana pun James selalu terlihat baik-baik saja, baru kali ini Queen melihat James hingga pingsan seperti itu. “Tenang sayang, pasti Dad hanya kelelahan,” bisik Axton pelan yang terdengar cukup bergetar di samping Arabella, dalam hatinya juga sepertinya begitu cemas, namun hanya Axton yang bisa menenangkan istri dan kedua anaknya.


Dengan begitu paniknya Axton tadi dia tak berpikir untuk menghubungi dokter pribadinya, dia langsung bergegas membawa James ke dalam mobil dan mencari rumah sakit terdekat agar James bisa dengan cepat ditangani. “Kakek tidak pernah mengeluh bukan? Mengapa bisa seperti ini Dad?” tanya Queen sambil terisak.


“Dad pun tidak tahu sayang, sekarang kita harus tenang dan menunggu hingga dokter selesai memeriksanya,” jawab Axton tetap berusaha tenang. Tetapi di dalam hatinya dia benar-benar mencemaskan James.

__ADS_1


Tak berapa lama King dan keluarganya datang, mereka semua tampak khawatir dengan satu keluarga itu. Axton terlihat sedang berusaha menenangkan istrinya, sedangkan Queen duduk di samping Ernest sambil terisak. "Queen, bagaimana keadaan kakek James?" tanya King sambil duduk di samping Queen, sedangkan kedua orangtuanya langsung menghampiri Ernest.


Queen menoleh ke arah King, dia menggelengkan kepalanya, rasanya Queen begitu susah untuk menjawab pertanyaan King, dia hanya sedang ingin ditenangkan bukan untuk ditanya-tanya. "Belum ada hasil," Isak Queen pelan. King yang merasa tidak tega dengan Queen mengulurkan tangannya ragu, dia menepuk punggung Queen dengan pelan dan membisikkan kata-kata yang membuat Queen merasa lebih tenang.


Entah mengapa setelah mendengar itu Queen bertambah menangis di bahu King, beberapa hari ini dia juga merasa ada yang kosong dan cukup aneh melihat King menjauhinya, kata-kata King juga cukup membuat Queen merasa nyaman berada di bahunya, Queen seakan melupakan betapa besar dia membenci pria di sampingnya dan Queen ingin seperti ini untuk sejenak. "Dok, bagaimana?" suara Axton membuat Queen langsung menoleh dan melihat Daddy-nya tengah berjalan menghampiri seorang Dokter yang baru saja keluar, dengan cepat pula Queen langsung beranjak dan mengikuti langkah Axton.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu dicemaskan, Tuan James terlalu kelelahan dan kurang cairan tubuh, butuh beberapa hari untuk beristirahat total," jawab Dokter itu ramah.


Queen akhirnya bisa menghembuskan nafas lega, hatinya tidak sepanik tadi. "Apa kakek ku sudah siuman?" tanya Queen tak sabaran.


Dokter itu mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja, Tuan James juga ingin segera bertemu dengan kalian." Tanpa membuat banyak waktu lagi Queen langsung masuk ke dalam. King yang melihat itu pun tampak lega dan berjalan di samping Ernest untuk ikut masuk ke dalam ruangan. Dia sungguh bersyukur karena James tidak mengalami hal-hal yang begitu serius.

__ADS_1


__ADS_2