
Queen meraba saku celana dan melihat isi tasnya dengan panik, dia mengeluarkan beberapa isi tas di atas meja. "Ada apa Queen?" tanya Fiona bingung.
"Sepertinya aku meninggalkan ponsel ku di dalam kelas! aku harus mengambilnya dulu, kau tunggu di sini saja."
"Baiklah Queen, ayo cepat sebelum ada orang lain yang masuk ke dalam kelas," ucap Fiona. Queen mengangguk dengan cepat, dia bergegas pergi kantin dan berjalan cepat ke arah kelas di lantai 3.
King yang melihat dari kejauhan cukup penasaran dengan apa yang membuat Queen begitu panik, dia mendorong piring berisikan burger yang masih panas ke hadapan Sam. "Aku harus mengikuti Queen dulu, jaga baik-baik burger ku," ucap King.
Tanpa bisa mengajukan protes karena King sudah langsung pergi meninggalkannya membuat Sam hanya bisa menggerutu pelan, lalu matanya tak sengaja melihat Fiona yang sedang duduk sendirian. Melihat meja yang ditempati Fiona masih kosong, Sam membawa dua piring yang ada di mejanya lalu berjalan ke tempat Fiona duduk. "Hai, boleh aku duduk di sini?" tanya Sam.
Fiona yang masih mencemaskan Queen langsung menatap Sam. "Tentu saja boleh," jawab Fiona kemudian.
"Kau sendirian?"
"Tidak, aku sedang menunggu Queen," jawab Fiona.
__ADS_1
Sam mengulurkan satu piring yang tadi dia bawa. "Aku memesankan ini untuk mu, masih begitu panas dan lezat."
"Be—benarkah?" tanya Fiona ragu.
"Tentu saja, itu burger dengan topping kumplit, special untuk mu," jawab Sam.
"Oh, terima kasih Sam, tapi aku tidak bisa menerima ini— ini, cukup merepotkan," tolak Fiona.
"Tidak, santai saja. Oh ya, apa kau sudah mendapatkan pasangan untuk di bawa ke party nanti?" tanya Sam.
Fiona menggelengkan kepalanya. "Aku tidak pernah datang ke party Sam, aku tidak menyukai party."
_____
"Kau sedang apa?" suara seorang pria yang cukup dia kenal, Queen seketika membalikkan tubuhnya dan cukup terkejut melihat King yang sudah ada di belakangnya.
__ADS_1
"Astaga! apa yang kau lakukan di sini? mengejutkan ku saja."
"Aku yang seharusnya bertanya Queen, kau sedang apa di kelas sepi ini? apa kau sedang mencari sesuatu?" tanya King.
Queen tak langsung menjawab, dia cukup gengsi menerima bantuan King, namun jika bukan King siapa lagi yang akan membantunya di sini. "Aku kehilangan ponsel ku, bisakah kau menelepon nomor ku?" tanya Queen.
Dengan cepat King pun mengeluarkan ponselnya, dia mulai menghubungi nomor Queen namun mereka tidak mendengar ada dering ponsel di dalam kelas tersebut. "Apa aku bukan menjatuhkannya di sini?" gumam Queen mulai panik.
"Queen, ada yang mengangkatnya!" pekik King membuat Queen langsung mendekat ke arah King. "Hallo?" ucap King terlebih dahulu.
"Hallo, apa kau teman pemilik ponsel ini?" tanya seorang perempuan di sebrang sana.
"Ya, benar, apa bisa mengambil ponsel itu sekarang? teman ku mencarinya sedari tadi." King melirik ke arah Queen yang begitu dekat dengannya, wajah panik yang kini mulai tenang membuat King menjadi terpana dengan kecantikan alami itu. Tanpa sadar King menelan saliva nya dengan keras lalu menggelengkan kepalanya cepat. Apa yang baru saja dia alami!
"Tentu saja, aku baru akan memberikan ponsel ini pada ruang informasi, aku menemukannya di Toilet." Ada sedikit jeda dalam percakapan itu. "Um, kau bisa menemui ku di taman, aku menggunakan Hoodie biru langit."
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih sebelumnya, aku akan menemui mu sekarang juga." King mengakhiri panggilan tersebut lalu menoleh ke arah Queen. "Ayo kita ke sana."
Queen menganggukkan kepalanya. "Ayo, astaga aku lupa jika terakhir kali aku memainkan ponsel di toilet," gerutu Queen.