
"King," ucap Queen.
Arthur yang mendengar itu seakan tak percaya, dia membuka mulutnya sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Apa? aku tidak salah dengar? kalian selalu bertengkar bukan?" tanya Arthur lalu tertawa setelah beberapa detik bertanya.
Queen yang melihat itu langsung menghembuskan nafasnya dalam, sudah bisa di tebak reaksi yang akan diberikan Arthur padanya. "Aku sendiri tidak mengerti Arthur, dia baik pada ku, dia membantu ku saat itu dan aku— aku tidak tahu tepatnya kapan aku mencintai pria itu, aku merasa nyaman dan senang saat ada di sampingnya," jawab Queen ketus.
"Haha, ternyata benar Queen, jangan terlalu membenci seseorang karena kita tidak pernah tahu kedepannya seperti apa, cinta dan benci hanya berbeda tipis."
__ADS_1
Queen memasang wajah malas sambil menggelengkan kepalanya. "Berhentilah menertawakan ku Arthur, kau tidak akan mengerti."
Tak lama kemudian tawa Arthur berhenti, dia kini terlihat lebih serius dari pada tadi. "Um, menurut mu apakah King juga sama seperti mu? Maksud ku, dia awalnya hanya ingin bercanda dan menjadikan mu taruhan, tapi saat dia mendekati mu dia pun merasakan hal yang sama, dia mulai sadar jika dia mencintai mu," ucap Arthur membuat Queen terdiam, yang dikatakan Arthur bisa jadi benar tetapi Queen tidak ingin berharap terlalu banyak, dia tidak ingin merasakan patah hati kembali. "Jika tidak, mengapa dia terus menginginkan kau mendengar penjelasannya? Jika benar-benar hanya untuk taruhan dia tidak akan seperti itu Queen, dia pasti hanya akan meminta maaf sekali lalu tidak akan mengganggu mu lagi. Benar bukan?" tanya Arthur.
Queen tidak bisa berpikir, sudah terlalu banyak pikirannya tentang King. Sepertinya rencana untuk menenangkan diri tidak berjalan dengan lancar, Arthur malah semakin membuat Queen menjadi bimbang. "Bisa saja karena dia merasa bersalah dan takut aku menceritakan pada Mom dan Dad, ini semua hanya karena keluarga Arthur," jawab Queen tak bersemangat.
"Hei jangan terlalu kencang, kau mengganggu orang yang ada di sini," protes Queen dengan cepat, rasanya tidak nyaman dengan beberapa tatapan orang-orang yang melihat ke arah mereka.
__ADS_1
"Aku punya rencana untuk membuktikan keseriusan King," ucap Arthur yang kini sudah sedikit pelan dan tidak membuatnya malu.
Queen mengerutkan keningnya pelan, dia sedikit bingung dengan apa yang sedang di rencanakan Arthur pada pikirannya. "Apa?" tanya Queen pada akhirnya, dia pun ingin tahu dan memecahkan perdebatan hatinya. Dia ingin tahu jika King benar-benar mencintainya atau tidak.
Arthur mendekatkan wajahnya dan mulai berbisik dengan rancana yang sepertinya akan berhasil, semuanya akan terlihat jelas jika mereka melakukan rencana yang diberikan Arthur. Dalam hati kecil Queen berharap jika King benar-benar mencintainya, dengan begitu mereka akan bisa bersama kembali tanpa ada lagi kecurigaan dalam hati Queen.
Queen menganggukkan kepalanya dengan cepat, dia mengulurkan tangannya pada Arthur. "Aku setuju dengan rencana mu," ucap Queen dengan penuh harapan jika rancana ini akan berhasil. Arthur pun tersenyum dan menjabat tangan Queen dengan cepat.
__ADS_1