
Arabella masuk ke dalam rumah dengan raut wajah yang sedang menahan marah. "Jangan berteriak padanya sayang, bicarakan saja secara baik-baik," ucap Axton yang berada di sebelahnya, mereka berjalan ke arah sofa di mana James dengan sibuk pada ponselnya. "Kau sedang tidak bermain judi online kan Dad?" tanya Axton sambil melepaskan jas yang dia kenakan lalu duduk di samping James.
"Astaga kau ini, aku bahkan sudah lupa caranya berjudi," gerutu James pelan lalu kembali melihat sebuah vidio merawat tanaman yang baik dan benar. Sudah beberapa bulan ini memang James sedang menyenangi beberapa tamanan yang di kirimkan oleh kolega Axton.
Arabella berdiri kembali dari duduknya, dia menoleh ke arah James lalu ke lantai dua. "Dad, apa kau melihat Queen sudah pulang? anak itu yang pastinya sudah mengancam King untuk membawanya pulang," gerutu Arabella.
Kening James seketika mengerut, dia menoleh ke arah Arabella. "Ah aku lupa ingin menanyakan ini. Ada apa dengan acara malam ini? Queen sudah pulang sedari tadi, dia sepertinya begitu marah, aku melihat wajahnya sangat merah, bahkan cucu ku sampai tidak menjawab sapaan ku."
"Apa?" tanya Arabella pelan, dia menoleh ke arah Axton dan keduanya saling menatap satu sama lain. "Jadi benar kali ini King yang membuat ulah?" tanya Arabella sekali lagi pada Axton.
__ADS_1
Axton mengangkat kedua bahunya pelan, dia ikut berdiri dan mengusap bahu Arabella lembut. "Coba kau tanyakan langsung pada Queen, bersikaplah sedikit lembut padanya, Queen pernah bercerita pada ku jika kau hanya mencintai Ernest sayang," ucap Axton sambil terkekeh pelan. Para wanita memang rumit, sulit di tebak dengan apa keinginan yang sebenarnya.
"Aku sudah mencoba untuk bersikap lembut sayang, tapi selalu saja ada yang membuat ku marah dengan tingkahnya," jawab Arabella.
Axton tetap menenangkan Arabella dengan begitu sabar. "Ayolah sayang, untuk kali ini kau harus meyakinkan Queen bahwa kau juga mencintai dia. Dan menurut ku pertengkarannya dengan King hanya pertengkaran seperti mereka kecil, jangan terlalu dipermasalahkan." Setelah melihat Arabella yang pada akhirnya mengangguk dan pergi menemui Queen, Axton kembali duduk di samping James, dia memperhatikan vidio yang cukup membosankan untuknya. "Kau ingin bermain catur Dad?" tanya Axton.
Axton menganggukkan kepalanya pelan, dia sedikit melonggarkan dasi dan menaruh kepalanya ke belakang sofa. "Jim kembali menyembunyikan diri saat beberapa anak buah ku mendatangi rumahnya, menurut mu bagaimana Dad? Haruskah aku membunuhnya sekarang juga? Dia sudah mengkhianati ku dengan menyebarkan beberapa informasi pada musuh, tak ada satupun barang yang telah aku pesan sampai, semuanya hilang karena ketidak setiaan nya," gumam Axton begitu pelan, pengaruh minuman yang tadi dia minum cukup membuat Axton santai dan tidak memikirkan tempat untuk mengeluarkan isi pikirannya.
James mengerjapkan matanya beberapa kali karena cukup terkejut, dia menoleh ke arah pintu masuk dan juga lantai 2, dengan cepat James mematikan ponselnya dan menoleh ke arah Axton. "Hentikan semua penjualan ilegal itu, hentikan semua ini Axton, demi anak-anak mu, lagi pula siapa yang akan meneruskan kegiatan gelap itu? Ernest terlalu baik untuk menjadi seperti mu, Queen juga akan kecewa jika mengetahui semua ini, fokus saja pada semua kasino mu," jawab James sambil berbisik penuh penekanan.
__ADS_1
Axton membuka matanya perlahan, dia tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan. Hidupnya terlalu keras, penuh tekanan dan tidak memiliki pilihan. "Aku juga ini menghentikannya, ingin sekali, aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk tidak membunuh seseorang selama ini, tapi semua ini berhubungan satu sama lain, jika aku berhenti menjadi Mafia itu sama saja aku keluar dari keluarga besar Matthew dan semua kasino yang sudah ku bangun akan—" Axton mengangkat kedua tangannya yang mengepal lalu membukanya lebar. "Lenyap seketika," lanjut Axton. "Aku tidak ingin anak-anak ku menjadi diri ku di masa muda dulu, bekerja keras, direndahkan dan tidak dihargai."
James terdiam, dia tidak bisa berkata-kata lagi. "Kalau begitu tangkap saja Jim dan simpan di Markas, buat dia membuka mulutnya dengan siapa dia bersekongkol. Serahkan semuanya pada orang-orang yang berjaga di sana, kau tetaplah fokus pada Kasino mu."
"Ya, aku selalu ingin mendengar saran mu agar aku tidak kehilangan kendali Dad, bagaimana pun juga karena kebodohan Jim semua barang yang harusnya tiba hilang dan beberapa anak buah ku terbunuh di perjalanan."
-
Kira-kira kalau Queen tahu gimana ya reaksinya?
__ADS_1