Queen For The King

Queen For The King
57. Taruhan?


__ADS_3

Satu bulan bersama King membuat Queen benar-benar merasa senang, dia diperlakukan dengan sangat baik oleh King. Baru saja Queen turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada Arabella, Fiona terlihat berlari kecil ke arahnya. "Hai, ada apa Fiona? kau sepertinya sangat bersemangat," kekeh Queen pelan. Namun, senyum Queen dengan perlahan memudar melihat raut wajah Fiona yang tampak serius bercampur khawatir, seakan Queen menjadi tahu ada sesuatu yang tidak baik sedang terjadi. "Apa ada sesuatu?" tanya Queen saat Fiona berhenti di depannya tanpa sepatah kata pun.


Kedua tangan Fiona terlihat mengepal kuat, mulutnya seperti terkunci atau menahan diri untuk merangkai kata terlebih dahulu, saat Queen akan kembali bertanya Fiona langsung menarik nafasnya dalam dan mulai bersuara. "Aku tidak tahu ini sungguhan atau tidak, tapi ini sangat menyakitkan untuk mu Queen."


Kening Queen seketika berkerut samar, dia menatap Fiona dengan bingung. "Maksud mu?" tanya Queen pelan, dia menoleh ke arah beberapa mahasiswa yang sedang bermain ponsel sambil sesekali berbisik pada teman di sebelahnya sambil melirik Queen. Sepertinya memang ada yang tidak beres di sini dan Queen menjadi semakin penasaran. "Apa yang menyakitkan untuk ku Fiona? ayo katakan, jangan buat aku penasaran."


Fiona mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, dia menunjukkan sebuah pesan pengumuman yang sempat masuk pada notif Queen namun belum sempat dia buka. "Pengumuman kampus hari ini mengenai King, aku bingung harus menyarankan mu untuk membukanya atau tidak, aku tidak tahu King sudah menjelaskan masalah ini padamu atau tidak, aku—"


"King?" Queen menghentikan ucapan Fiona yang  tampak ragu-ragu dan bingung, dia dengan cepat mengeluarkan ponsel miliknya sendiri dan membuka pengumuman itu. -Ingin tahu ada taruhan dibalik kisah manis seseorang- sebuah tulisan yang dilengkapi dengan link vidio. Tanpa pikir panjang Queen langsung membuka link tersebut dan kebingungannya semakin terlihat jelas saat menemukan King sedang berbicara dengan Ace bahkan ada Sam di antara mereka.


Queen melihat King menghampiri Ace terlebih dahulu. "Apa maksud mu membuat Voting seperti itu? kau ingin menjadi pria terpopuler di sini?" tanya King sambil meletakkan tangannya di bahu Ace.

__ADS_1


Ace terlihat menepis pelan tangan King yang ada di bahunya. "Benarkah? aku pikir ini sangat mudah King. Selama aku di Kanada aku berhasil menjadi pria paling populer di sekolah, dan di kampus paling populer di Mexico ini aku ingin menjadi nomor satu, apa itu mengganggumu?" tanya Ace santai.


"Apa kau merasa terganggu jika kau merebut posisimu?" tanya Ace sekali lagi.


"Ya. Aku terganggu dan aku ingin kau memilih kampus lain saja."


Terlihat Ace tertawa, dia menggelengkan kepalanya. "Apa kau bercanda? ini adalah kampus terbaik dan kenapa tidak kau saja yang memilih kampus lain?"


"Kau membuatku jadi penasaran. Tapi bagaimana jika kita menjauhkan terlebih dahulu masalah keluarga, aku menghapus tentang kakakku yang hebat dan kau menghapus tentang keluarga mu yang hebat itu," ucap Ace dengan sedikit nada mengejek diakhir ucapannya. "Bagaimana jika kita bertarung persona siapa yang bisa meluluhkan hati seorang wanita?"


"Apa kau tidak takut kalah?" tanya King. "Berapa banyak wanita yang harus aku taklukkan?"

__ADS_1


"Tidak, bukan seberapa banyak wanita yang akan kita taklukkan. Hanya ada satu wanita."


Sam terlihat dalam vidio itu menggelengkan kepalanya keras. "Jangan katakan jika wanita yang kau maksud adalah Queen!" teriak Sam. Jantung Queen berdebar, jangan katakan jika ini semua adalah alasan King mendekatinya.


"Tentu saja. Siapa pun yang bisa membawa Queen sebagai pasangan di acara Party bulan depan, dia yang akan menjadi pria terpopuler selama setahun. Bagaimana?" tantang Ace.


"Jika aku menang bagaimana?" tanya King terlebih dahulu membuat Queen menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar.


"Aku akan keluar dari kampus ini dan mencari kampus terbaik di kota lain." Tak lama Ace kembali berkata. "Namun jika aku yang berhasil kau harus siap-siap keluar dari kampus ini dan menghilang dari pandanganku."


"Baiklah aku setuju."

__ADS_1


Queen dengan cepat mematikan ponselnya, matanya berkaca, ini terlalu menyakitkan untuk sekarang!


__ADS_2