
Mobil King mulai memasuki halaman rumah Queen yang begitu luas, perlahan mobil itu berhenti tepat di depan pintu rumah. "Sudah sampai," ucap King dengan senyuman penuh bangga.
Queen menarik nafasnya dalam, dia cukup bingung harus mengucapkan terima kasih yang tepat bagaimana kepada King, dia juga begitu tidak mengerti dengan maksudnya yang mengantarkan Queen sampai rumah. "Kau akan mampir sebentar? ada kakek di dalam," ucap Queen yang hanya ingin berbasa-basi saja.
King menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali tersenyum. "Aku sudah menebak jika nantinya kau akan meninggalkan ku berdua dengan Kakek James dan kau akan mengurung diri di kamar mu," jawab King yang teringat dengan kejadian saat dia mengantarkan Queen pulang dan meninggalkan King bersama Ernest di ruang tamu.
"Memangnya apa yang kau harapkan Zack? kau ingin aku menemani mu dan bergabung dengan percakapan kalian? Entah apa yang sedang kau rencanakan Zack, aku hanya ingin mengingatkan mu jika kita tidak pernah sedekat ini," balas Queen dengan senyuman datang.
King melihat kedua mata Queen yang tampak begitu indah namun cukup menyebalkan dengan cara tatapannya pada King. Seketika sebuah ide untuk menjahilinya melintas, King menggerakkan jari telunjuknya di depan wajah dan cukup membuat Queen kebingungan dengan apa yang sedang King lakukan. "Mendekat lah, aku akan membisikkan apa yang ingin aku lakukan," ucap King pelan.
__ADS_1
Seketika Queen menatap penuh curiga ke arah King, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Aku tidak percaya pada mu," ucap Queen dengan tatapan tajam.
"Apalagi yang kau tidak percaya setelah aku membantumu kabur dari acara tadi," ucap King sambil menarik nafasnya dalam.
"Aku tidak pernah meminta bantuanmu untuk kabur dari acara tadi, kau sendiri yang menyarankan Zack."
"Ya sudah, hati-hati di jalan," jawab Queen yang rupanya lebih acuh. King mengeram kesal, batas kesabarannya benar-benar sudah habis untuk meluluhkan hati Queen yang sudah membatu itu. Dengan spontan King menarik tangan Queen yang akan bersiap turun dari mobil dan tiba-tiba saja King mencium pipi Queen secepat kilat. Kedua mata Queen langsung membulat sempurna dan menatap King tidak percaya. "Kau?!"
"Itu yang aku inginkan, kau masih ingin di sini?" tanya King sambil tersenyum tak bersalah walau di dalam hatinya kini sedang berdegup tak karuan. Semua itu benar-benar spontan dan King sendiri bingung harus mengatakan apa jika bukan memasang wajah tidak bersalah.
__ADS_1
Dengan wajah yang sudah memerah Queen tak bisa lagi berkata-kata, dia ingin marah dan meneriaki King namun dia tak mampu, seluruh tubuhnya menjadi lemas karena terkejut.
Brak!!!
Queen langsung ke luar dari mobil King dan menutupnya dengan begitu kencang. "Queen? kau sudah pulang?" dia berlari masuk ke dalam rumah dan mengabaikan panggilan James yang sedang duduk di ruang tamu sendirian. "Di mana Mom dan Daddy mu?"
"Aku tidak tahu Kek," jawab Queen ketus sambil terus menaiki anak tangan dengan begitu cepat.
Sementara di dalam mobil, King menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan keras. King mengepal erat stir mobil lalu menaruh keningnya di bagian atas stir. "Kali ini kau sudah benar-benar gila King!" lirihnya pelan, tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lakukan. "Sebaiknya aku kabur sekarang sebelum dia kembali dan merusak mobil ku," ucap King sambil buru-buru melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.
__ADS_1