Queen For The King

Queen For The King
19. Dua laki-laki menyebalkan


__ADS_3

Maaf salah upload😭😭


—


Mobil King mulai memasuki halaman rumah Queen yang begitu luas, di sana King melihat Arabella yang sedang duduk bersantai dengan James. "Terima kasih atas tumpangan yang tidak aku inginkan ini Zack," ucap Queen sambil melepaskan seat beltnya. Merasa ucapannya tidak di jawab sama sekali membuat Queen menoleh dan kedua alisnya bertaut melihat King pun ikut melepaskan seat belt. "Hei, kau tidak perlu ikut turun, kau bisa langsung pulang."


King menoleh lalu menggelengkan kepalanya pelan. "Aku ingin berpamitan kepada Mommy dan kakek mu," jawab King dengan senyuman yang kini timbul di sudut bibirnya.


"Tidak, tidak perlu, biar aku yang sampaikan," cegah Queen, dia sudah cukup melihat wajah King sampai detik ini, jangan sampai King semakin berlama-lama di hadapannya.


Bukan King jika dia menurut begitu saja pada Queen, dia tetap turun dari mobilnya dan mendapatkan sambutan hangat seperti yang di bayangkan King. "Hai King! kau mengantarkan Queen?" tanya Arabella tak percaya, ada rasa senang dalam hatinya saat melihat Queen dan King bersama, kejadian langka yang belum pernah terjadi.


"Ya Aunty, aku bertemu dengan Queen di lapangan, dia—" Raut wajah King tampak terlihat bingung untuk menjelaskannya. "Dia sepertinya sedikit ada ma—"

__ADS_1


Queen merasakan sinyal buruk sedang di rencanakan King langsung menggenggam tangan Arabella. "Mom, Zack harus pergi ke kampus kembali, dia sedang berlatih basket. Lihat, bahkan dia masih mengenakan pakaian basketnya."


Helaan nafas kasar keluar dari mulut Arabella dengan tatapannya yang tidak bersahabat. 'Apa? Queen melakukan kesalahan apa?' pikir Queen bingung.


"Sudah mom katakan berapa kali Queen, jangan panggil King dengan sebutan Zack, bahkan Aunty Kimberly pun bingung setiap kau memanggilnya dengan sebutan itu," ucap Arabella.


"Sudah aku katakan aku tidak suka namanya yang mirip dengan ku Mom," rengek Queen dengan putus asa.


Senyum King terlihat cukup kaku dengan ramainya perdebatan Arabella dan Queen, mereka dua orang dengan sifat yang sama-sama keras. "Oh, sebenarnya aku sudah selesai berlatih, aku akan langsung pulang ke rumah," jawab King.


"Kalau begitu jangan dulu pulang King, aku baru saja membuat kue di dalam, kau mau mencobanya? ada Ernest jika kau ingin bertemu dengannya," tawar Arabella yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Queen, tatapan protes yang seakan tidak senang dengan penawaran yang di berikan Arabella.


"Waw, sepertinya terdengar lezat mengingat kue yang kau buat selalu tidak pernah gagal Aunty, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Ernest," jawab King dengan sesekali memberikan tatapan jahil pada Queen.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo masuk." James tampak begitu bersemangat mempersilahkan King, mereka masuk dan benar saja Ernest sedang duduk di kursi ruang tamu dengan laptop di hadapannya.


"Ernest, coba lihat siapa yang datang," ucap Arabella. "King, sebentar, aku akan menyiapkan beberapa kue untuk Mommy mu juga,"lanjut Arabella dengan begitu lembut.


Laki-laki berumur 17 tahun itu kini sudah terlihat begitu tampan, tingginya bahkan sudah melebihi Queen namun tetap kalah tinggi dengan King. "Hai, kau kemari seorang diri? dengan dia?" tanya Ernest pada King sambil melirik Queen sekilas. "Kau tidak mendapatkan luka apa-apa bukan pulang bersamanya? aku dengar minggu kemarin dia baru saja menghajar seorang mahasiswa cantik."


Queen yang mendengar itu hanya bisa memutar bola matanya malas. "Astaga, kalian memang cocok sedari dulu, selalu mengganggu ku." Queen pergi begitu saja menaiki anak tangga, mengabaikan dua laki-laki yang tidak pernah dia sukai.


King menoleh ke arah laptop Ernest dan bertanya. "Kau sedang ada tugas?" tanya King, yang langsung di angguki oleh Ernest.


"Kau bisa membantu ku? aku tahu kau dan Queen sama pintarnya, kau pasti mengerti dengan tugas ku," bujuk Ernest dengan senyuman manisnya. Lihatlah, bukankah seharusnya sikap seperti ini yang di tunjukkan Queen?


"Baiklah, ayo kita lihat terlebih dahulu seperti apa tugas yang kau miliki," ucap King yang langsung mendapatkan sorakan gembira dari Ernest.

__ADS_1


__ADS_2