
Sesampainya di rumah Queen rasa bersalah King semakin besar, dia mendapatkan penolakan keras dari Queen yang tak ingin bertemu dengannya. Untungnya Queen belum menceritakan masalah yang sudah dibuat oleh King sehingga kini Arabella dan James masih memperlakukannya dengan baik, bayangkan jika Queen sudah menceritakan semuanya, King baru datang mungkin sudah di usir saat ini juga.
"Bersabarlah King, Queen jika sudah marah memang seperti itu," ucap Arabella.
"Memangnya kalian sedang ada masalah apa?" tanya James yang tampak penasaran dan sekaligus membuat King kebingungan.
King menggaruk tekuknya yang tak gatal, dia menggelengkan kepalanya pelan. "Queen sepertinya salah paham, tapi dia tidak ingin mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu," jawab King.
"Sudah tidak apa-apa King, biarkan dulu Queen untuk menenangkan dirinya, besok pagi dia pasti sudah membaik dan akan mendengarkan penjelasan mu," ucap Arabella sambil mengusap bahu King dengan begitu lembut.
__ADS_1
Dengan harapan yang tidak terlalu besar akhirnya King berpamitan pada Arabella dan James, dia harus memikirkan cara untuk mendapatkan kepercayaan Queen kembali, dia harus menjelaskan jika dirinya dengan tulus mencintai Queen.
King kembali masuk ke dalam mobil dan keluar dari halaman rumah Queen, namun di perjalanan pulang King menghentikan mobilnya di pinggir jalan. "Ini semua pasti ulah Ace!" pekik King sambil menekan keras stir mobil. Lihat saja apa yang akan dilakukan King jika Ace benar-benar sudah merencanakan hal ini sedari awal.
King mengeluarkan ponselnya, dia mulai mencari nomor Ace dari salah satu teman kampusnya dan tentu saja bukan Sam. Setelah berhasil mendapatkan nomor Ace dengan cepat King menghubunginya. "Hallo?" suara Ace tampak kebingungan.
Hening beberapa detik, lalu kemudian terdengar kembali suara Ace yang sangat jelas menunjukkan nada sedang kebingungan. "Hey, tenang kawan, aku tidak mengerti dengan apa yang sedang kau ucapkan. Baru satu bulan tidak bertemu dengan ku tapi kau sudah mencari masalah lagi dengan ku."
"Hentikan omong kosong mu itu Ace, kau yang selalu mencari masalah dengan ku!" pekik King semakin kesal dengan sikap Ace. "Sekarang katakan apa yang kau inginkan? kau ingin kembali ke kampus ini dan merebut posisi ku? silahkah! aku sudah tidak peduli lagi dengan semua itu!"
__ADS_1
"Bisakah kau tenang? aku benar-benar tidak mengerti King. Setidaknya kau menjelaskan terlebih dahulu apa masalahnya sebelum memaki ku seperti ini sialan!" kini tak hanya King yang tampak marah, Ace pun tampaknya sudah terpancing emosi karena King.
King berdecak pelan. "Kau diam-diam merekam ku saat kita di belakang kampus, kau mengajukan taruhan itu dan pagi ini kau menyebarkannya di website kampus, tidak hanya Queen yang tahu tapi semua anak-anak! dan mereka semua sudah berpikir buruk tentang ku!"
"Apa? tunggu sebentar, aku tidak tahu jika saat itu ada yang merekamnya. Jujur saja, saat itu aku mendapatkan ide taruhan dari Ben, bahkan dia yang membuatkan voting di website agar kau mencari ku dan saat itu juga Ben yang mengusulkan ku untuk menantang mu sebuah taruhan. Aku sudah tenang di kampus baru ku King, aku tidak ingin terlibat masalah lagi dengan masalah di sana."
King terdiam seketika, kedua alisnya bertaut dengan kuat. "Ben?" ulang King sambil berusaha mengingat nama yang tampak familiar itu.
"Ya, Ben, ketua mading. Oh, aku pernah mendengar jika dia pernah dipermalukan oleh mu."
__ADS_1