
Queen kembali ke dalam kantin, memang jika di pikir-pikir lagi dia cukup tidak sopan dengan meninggalkan King begitu saja, namun melihat hadirnya Selena membuat Queen benar-benar tak nyaman. Saat tiba di meja yang tadi dia tempati, keningnya berkerut samar, dia melihat Fiona dan Sam sedang makan bersama dan keduanya tampak asik mengobrol. "Kau memesan makan siang terlebih dahulu Fiona?" tanya Queen yang langsung membuat keduanya menyadari kehadiran Queen. "Bukankah kita akan memesan salad?"
Fiona dengan cepat menaruh burger yang baru saja dia gigit, dia mengunyahnya lalu menelan dengan cepat sambil menatap ragu ke arah Sam lalu ke arah Queen kembali. "Queen, maafkan aku, tapi Sam sudah membelikan aku Burger dan aku tidak bisa menolaknya," ucap Fiona pelan.
Sam menepuk kursi di sebelahnya yang masih kosong, dia tersenyum lebar kepada Queen. "Ayo duduk di sini ratuku, kami sedang membahas party."
Mata Queen menatap tak bersahabat ke arah kursi yang di tepuk Sam, dia lalu memilih duduk di samping Fiona. "Aku duduk di sini saja. Kau mengajak Fiona datang ke Party?" tanya Queen yang langsung di angguki oleh Sam. "Apa kalian sudah sedekat itu?"
"Kami berteman cukup baik akhir-akhir ini Queen, oh ya, di mana King?" tanya Sam sambil menoleh ke berbagai arah mencari sosok King yang tidak dia lihat.
"Aku tidak tahu, terakhir aku bersamanya sebelum Selena datang. Kau mungkin tahu jika aku tidak bisa berdekatan dengan wanita itu," desis Queen pelan.
Raut wajah Sam terlihat berubah menjadi syok, dia langsung mengambil tas yang ada di sampingnya. "Sepertinya King sedang membutuhkan bantuan, aku harus pergi dulu, bye."
__ADS_1
Secepat itu pun Sam pergi, dia langsung menghilang dari Kantin lalu kembali dengan nafas terengah-engah. "Di mana terakhir kali kau bertemu King?" tanya Sam susah payah.
"Di taman belang," jawab Queen, Sam pun langsung kembali berlari dan membuat Queen menatap Fiona bingung. "Apa mereka berdua memang seaneh itu?" tanya Queen.
Fiona tertawa kecil, dia menggelengkan kepalanya sambil menatap burger yang belum habis setengahnya pun. "Mereka bukan aneh Queen, tapi lucu. Tingkah mereka cukup menghibur," jawab Fiona.
"Apanya yang lucu? mereka berdua sepertinya tidak bisa dipisahkan, selalu membuat ulah dan mengganggu para wanita yang lewat di hadapannya," komentar Queen.
"Ya, kau bisa melihat kedepannya nanti," jawab Queen sambil memutarkan kedua matanya malas.
—
Sam menemukan King, dia sedang berbincang dengan Selena, melihat raut wajahnya yang cukup tertekan membuat Sam dengan cepat memisahkan jarak Selena, dia berdiri di tengah-tengah King dan Selena. "Maaf, aku harus membawa King sekarang, ada rapat basket yang lebih penting dari ini."
__ADS_1
Saat Sam hendak menarik King dari tempat itu, King menahan tubuhnya, dia melepaskan tangannya sendiri dari Sam sambil terus menatap Selena. "Aku akan perjelas sekali lagi Selena, aku bukan kekasih mu, jadi berhenti untuk mengatur ku. Aku benar-benar tidak keberatan jika kau ingin berteman dengan ku, tapi aku mohon jangan melarang ku apapun lagi," ucap King lalu berjalan meninggalkan Selena.
Dengan perasaan kesal Selena menghentakkan kakinya. "King tidak pernah bersikap seperti itu kepada ku bukan!" desis Selena.
"Mungkin karena King sudah bergaul dengan wanita itu Selena, King menjadi susah diatur," jawab Poppy.
"Mengapa kau tidak mendekati saja anak baru yang populer itu Selena? kau bisa menunjukkan pada King dan dia akan menyesal sudah menolak mu," usul Carly yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Poppy.
"Jangan memberikan ide gila Carly!" pekik Poppy marah.
Selena menatap Poppy aneh, dia menaikan sebelah alisnya. "Ide gila? menurut ku itu ide yang bagus."
Poppy menggelengkan kepalanya keras. "Jangan Selena, apa yang nanti King pikirkan? dia akan berpikir jika kau mudah berpaling," jawab Poppy cepat.
__ADS_1