Queen For The King

Queen For The King
46. Bimbang


__ADS_3

King masuk ke dalam kamarnya, dia menarik nafas dalam lalu duduk di samping ranjang dengan rasa yang masih bercampur aduk. "Dia sangat membenci ku bukan? tapi kenapa tadi—" King dengan cepat menggelengkan kepalanya, menghapus segala pikiran aneh yang ada di dalam kepalanya. "Apa dia baru saja terpesona dengan ketampanan ku?" gumam King pelan. Ya, itu bisa saja, wanita mana yang tidak terpesona dengan ketampanan King.


"Siapa yang terpesona?" mendengar suara lain sontak membuat King langsung mengangkat wajahnya, dia menoleh dan melihat Kimberly sedang melihat ke arahnya dari balik pintu lemari yang terbuka.


"Mom? sejak kapan kau ada di sana?" pekik King terkejut, dengan cepat dia mengingat kembali apa saja yang sudah dia ucapkan, apa dia menyebutkan nama Queen atau tidak?


"Paman mu memberikan baju yang kau inginkan tadi siang, aku sudah menyimpannya di dalam," jawab Kimberly dengan tenang, dia menutup pintu lemari dan berjalan kearah King. "Jadi, siapa yang terpesona oleh anak ku ini?"

__ADS_1


King terbatuk kecil, tidak mungkin jika dia harus menceritakan semua kejadian janggal ini pada Mommynya. "Semua wanita yang ada di kampus Mom, sudahlah aku ingin beristirahat, Daddy sudah menunggu mu di bawah Mom," jawab King asal sambil menyentuh bahu Kimberly dan mengiringnya ke arah pintu kamar.


"Daddy mu sudah pulang? oh tidak biasanya dia pulang jam segini King." King tidak menjawab, dia langsung menutup pintu kamar saat sudah mengantarkan Kimberly sampai luar kamarnya. Ketika King mengunci pintu kamar dia bisa mendengar suara gerutuan kecil yang diucapkan Kimberly atas sikap King yang mengusirnya secara halus. "Astaga anak itu, awas saja jika dia berbohong."


King kembali duduk di samping ranjang, dia membuka laptopnya dan mencari tahu di internet dengan apa yang baru saja dia rasakan pada Queen. 'Saat seseorang bertemu orang yang disukai, hormon yang dilepasakan dari otak akan mengalir melalui darah dan menyebabkan jantung berdebar lebih kuat.'


___

__ADS_1


Queen menatap Fiona yang ada di layar ponsel, sesekali dia melirik ke arah taman dari balkon kamarnya. "Sudah 8 menit aku menonton mu Queen, jika kau ragu untuk bertanya besok saja, aku pasti mendengarkan mu," ucap Fiona pada akhirnya, dia cukup lelah menanti Queen yang ingin menanyakan hal penting namun tidak bersuara sedikit pun.


"Tidak, jangan mematikannya dulu, aku mohon. Begini," ucap Queen ambil menarik nafasnya dalam. "Aku bingung harus mengatakan ini dari mana."


"Apa ini masalah King?" tanya Fiona yang begitu tepat.


Queen mengerjapkan matanya beberapa kali, dia membenarkan posisi duduknya. "Ya, ini tentang dia, mengapa kau bisa tahu?"

__ADS_1


"Kau sudah terlalu banyak bermasalah dengan King, Queen! jika bukan masalah King aku akan menebak kau sedang bermasalah dengan Selena," kekeh Fiona pelan. "Jadi apa masalahnya?" tanya Fiona kembali dengan raut wajah serius.


__ADS_2