Queen For The King

Queen For The King
48. Pasangan Party


__ADS_3

King baru saja menyelesaikan latihan basketnya sore ini, dia akan mencari Ace untuk menghentikan taruhan konyol tentang menjadi kekasih Queen, kesempatan Ace untuk mendapatkan Queen pun sudah pudar, diantara mereka tidak akan ada yang mendapatkan Queen. Untuk tahun ini mungkin King akan membiarkan Ace merebut posisinya menjadi pria paling poluler di kampus, King masih bisa merebut posisi itu kembali untuk tahun depannya lagi bahkan akan dia pertahankan sampai lulus nanti.”Hallo Sam, kau sudah menemukan Ace dimana?” tanya King dengan ponsel yang dia tahan dengan bahu untuk tetap menempel di telinga kanannya, sedangkan kedua tangannya sedang sibuk membuka botol minum.


“Sudah King, ayo cepat kemari, aku melihatnya sedang bermain ponsel di taman, ada beberapa wanita yang terlihat menggodanya kecil, ini sungguh membuat ku gerah King, biasanya tatapan godaan seperti itu selalu untuk ku dan untuk mu.”


King menahan tawanya saat mendengar kalimat terakhir yang Sam ucapkan. “Benarkan? Apa pernah ada wanita yang menatap mu seperti itu Sam? Kau tidak salah lihat?”


“Oh King, kau sungguh menyebalkan, tidak bisakah kau hanya mengatakan iya agar aku senang? Sekarang aku jadi merasa seperti pesuruh mu bukan teman mu,” gerutu Sam yang sudah tergambar jelas di kepala King bagaimana raut wajah itu ketika sedang berbicara.

__ADS_1


“Aku bercanda, kalau begitu aku kesana sekarang.” King menutup kembali botol minum dan akan bersiap bangun dari duduknya, namun tatapanya terfokus pada sosok wanita yang sedang berjalan kearahnya, di sana Queen tampak sedang berjalan dengan menatap King sebagai tujuannya.


Seketika itu juga King kembali merasakan dirinya menjadi bodoh, mendadak gugup dan kehilangan kendali untuk tetap bersikap cool, jantungnya terlalu berdebar! Tatapannya entah kenapa langsung menatap kearah lain karena tidak sanggup melihat Queen yang benar-benar sedang berjalan ke arahnya, entah kesalahan apa yang sudah dia perbuat kali ini dan sialnya dia bingung mencari cara melarikan diri dari sini. “Jangan lama King, aku akan tetap di sini memantau Ace. Sebenarnya aku masih cukup bingung mengapa kau ingin membatalkan taruhan ini King, masih ada sisa 2 hari sebelum party dimulai, masih ada banyak cara untuk mendapatkan Queen, kita bisa menendang pendatang baru itu King!”


Tidak, King tidak fokus dengan ucapan Sam, rasanya seperti angin yang berlalu begitu saja, pikirannya terlalu kacau dan gugup dengan Queen yang semakin mendekat. “Oke,” jawab King asal, dia langsung mematikan ponselnya dan membuat Ace kebingungan seorang diri di sana. ‘Oke apa? Aku sedang bertanya tentang alasan mu King!’ mungkin seperti itu gerutuan Sam sekarang.


Mau tak mau King mengangkat wajahnya dan berusaha tersenyum namun justru terlihat bodoh dengan senyuman kaku yang memalukan itu. Noted, dia baru saja mendengar Queen memanggilnya King dengan sadar! “Oh tentu saja,” jawab King kemudian.

__ADS_1


“Langsung pada intinya saja King, apa kau masih marah karena aku menolak mu di lapangan waktu itu? Atau karena kemarin?” pertanyaan yang sulit untuk di jawab oleh King, jika dia tidak merasakan perasaan aneh ini mungkin dia akan melancarkan aksi menggoda Queen dan bersikap seolah dia benar-benar sedih dan medapatkan kesempatan untuk memohon kembali agar Queen mau menjadi kekasihnya, namun kini dia merasa malu untuk berkata-kata manis seperti itu, sungguh sial!


“Tidak, tentu saja aku tidak marah Queen, santai saja. Maaf, aku harus pergi sekarang Ace sudah menunggu ku,” ucap King sambil tersenyum kaku dan berdiri begitu saja, dia benar-benar tidak percaya mendapatkan dirinya sebodoh ini.


Baru saja King akan pergi, sebuah pertanyaan mengejutkan membuat langkah King terhenti bahkan tubuh King terasa membeku. “King, Sabtu nanti apa kau sudah memiliki pasangan untuk acara party?”


King langsung berbalik menatap Queen tak percaya, dia menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku belum memiliki pasangan,” jawab King cepat. “Kau mau datang bersama ku?” tanya King dengan ekspresi penuh semangat.

__ADS_1


Queen terlihat menganggukkan kepalanya. “Ya, jika kau tidak keberatan.” Jantung yang sudah tidak aman semakin berdebar kencang, kali ini bukan rasa gugup lagi melainkan rasa senang yang sulit digambarkan!


__ADS_2