Queen For The King

Queen For The King
71. Menangkap Basah


__ADS_3

Keesokan harinya, King yang tidak memiliki kesibukan apapun langsung menerima ajakan Sam yang memintanya untuk mentraktir di sebuah club. Pagi tadi sebenarnya King mendapatkan kabar jika keluarnya mendapatkan undangan dari keluarga besar Arthur yang akan dilaksanakan malam ini, sebuah acara kepindahan cucu satu-satunya Mr.Horan. Tapi King memilih untuk menghilang malam ini dari rumah, dia tidak ingin melihat Kimberly memaksa dirinya untuk bergabung dalam acara itu.


Sam baru saja keluar dari dalam rumah dan menatap tak percaya kearah King saat dia baru saja membuka pintu mobil. "Aku pikir ini sebuah mimpi, kau benar-benar akan mentraktir ku kan? jangan sampai menyesal jika aku menghabiskan uang mu hari ini," ucapnya dengan terkejut.


King hanya berdecak pelan, dia tidak bersemangat untuk melayani candaan Sam untuk saat ini. "Cepat masuk Sam, aku ingin cepat berada di sana," desis King malas.


"Tapi, ini masih siang King, baru akan menjelang sore," ucap Sam pelan saat dia sudah masuk dan mengenakan seat belt. "Apakah ada yang datang ke club sore hari?" tanya Sam sambil menoleh ke arah King.

__ADS_1


King tidak menjawab, dia hanya bergumam pelan dan mulai menjalan kan mobilnya. "Aku mendengar jika malam ini Arthur akan membuat acara, kau tidak akan datang? Fiona mengatakan semuanya diundang, bahkan Queen dibiarkan membawa Fiona. Apa kau tidak akan membawa ku King? Oh ya, bahkan keluarga mu juga diundang, kan?" tanya Sam yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari King, dia tentu saja tahu dengan acara itu, tapi dia tidak tertarik sama sekali, sudah dapat dipastikan jika acara itu adalah penyambutan Arthur yang akan menetap di sini, juga pengumuman tentang resminya hubungan Arthur dan Queen.


"Bisakah kau diam? tutup mulut mu dan hindari percakapan tentang Queen, kau mengerti?" tanya King dengan tegas, raut wajahnya benar-benar sedang tidak bercanda, bahkan terlihat jelas jika dia merasa terganggu dengan ucapan Sam.


Sam yang mendapatkan jawaban seperti itu langsung diam, dia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan, menikmati pemandangan sore mungkin lebih baik dari pada mencairkan suasana yang suram seperti ini. "Baiklah, aku hanya akan bersuara jika kau bertanya," gerutu Sam yang hanya di jawab gumaman oleh King.


Mulut Sam pun terbuka, dia menoleh ke arah belakang lalu kembali melihat King. "Tadi aku melihat Arthur, dia bersama wanita lain King, aku sangat yakin dia bukan Queen!" pekik Sam kencang.

__ADS_1


King yang mendengar itu langsung melihat kearah spion di mana dia melihat Arthur sedang membukakan pintu untuk seorang wanita dengan rambut sebahu yang memiliki tubuh cukup tinggi. "Sial! dia mengkhianati Queen?" gumam King. Dia melihat kearah sekitar dimana jalanan tampak padat, mobilnya sulit untuk berbalik arah. Jika pun dia menghentikan mobil untuk berlari ke arah Arthur rasanya akan ada banyak pengemudi yang protes. "Kau bisa bawa mobil ku? aku akan menghampiri pria sialan itu!" ucap King tampak emosi.


"Sejak kapan aku bisa mengendarai mobil King? kau ingin melihat sahabat kesayangan mu ini ada di rumah sakit?"


King yang melihat dari spionnya jika mobil Arthur akan melaju, langsung memutarkan mobilnya menuju arah lain, menimbulkan kemacetan dan suara klakson yang protes. "King! apa kau gila? ini jam sibuk, kau akan di tilang jika ada polisi!" pekik Sam yang panik karena King hampir saja menghalangi mobil yang sedang melaju dari arah lain.


Mata King terus fokus pada mobil Arthur yang sudah terhalang beberapa mobil di depannya. "Aku akan menyalip, kau harus mendapatkan rekaman pria itu dengan wanita lain Sam, aku harus memberitahu Queen jika dia bukan pria yang baik."

__ADS_1


Sam dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Jangan gila King! aku tidak akan bisa menyalip! Kita ikuti saja dulu kemana mereka pergi, jika itu adalah sepupunya kau yang akan malu King!" bentak Sam kencang, jantungnya kini berdebar tak menentu karena takut King akan memaksakan diri dan membuat lecet mobil-mobil yang ada di depan mereka.


__ADS_2