
Malam harinya Queen dan King bertemu di sebuah taman yang berada di dekat rumah Queen, pertemuan ini bisa dibilang cukup mendadak dan bisa dilihat dari pakaian yang dikenakan Queen hanyalah sweater dan celana santai, bahkan hanya untuk merias wajah nya saja pun waktunya tidak cukup. "Ada apa king? Apa ada sesuatu?" tanya Queen kemudian.
King tidak langsung menjawab pertanyaan Queen, dia memberikan sebuah paper bag kecil yang rupanya dia sembunyikan di belakang tubuhnya sedari tadi. "Untuk mu, sebenarnya aku ingin memberikan ini tadi siang Queen, hanya saja aku lupa dan ada urusan mendadak yang membuat pikiranku sedikit kacau," ucap King sambil mengusap kepalanya sendiri dengan pelan. Dia tidak berbohong, jika saja Ace tidak datang menghampiri mereka dan mengingatkan King pada taruhan mungkin pikiran King tidak akan sekacau itu.
"Oh ya? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Queen sedikit terkejut, kini dia menatap King dan melihat wajah King untuk memastikan jika sudah King baik-baik saja.
__ADS_1
"Tidak, bukan apa-apa, bukan sesuatu yang penting, hanya masalah kecil yang belum Aku selesaikan. Sekarang bukalah kotak itu." King menunjukkan paper bag yang tadi dia berikan, King menjadi tidak sabar dengan reaksi Queen saat melihat pemberiannya itu.
Queen spontan melihat ke arah paper bag yang ada di tangannya, perlahan dia membuka paper bag tersebut dan melihat sebuah box panjang berwarna hitam yang begitu elegan di dalamnya. "Apa ini?" gumam Queen pelan, tangannya mulai meraih mengambil box hitam tersebut, entah mengapa hatinya seketika berbunga ketika pikiran-pikiran menyenangkan melintas di kepalanya. Menebak benda apa yang ada di dalam kotak tersebut, apakah sebuah kalung atau sesuatu yang cantik? Karena dirinya sudah semakin tidak sabar gue pun membuka perlahan kotak tersebut, matanya seketika berbinar saat melihat sebuah kalung dengan liontin berbentuk angsa di tengahnya, mengingatkan Queen pada perhiasannya saat masa kecil dulu di mana dia selalu memilih gambar angsa untuk aksesorisnya. "Ini sangat cantik," komentar Queen mengeluarkan kalung dari tempat nya. Queen memperhatikan dengan baik kalung tersebut.
"Kau menyukainya?" tanya King.
__ADS_1
"Kau boleh mengambilnya jika kau menyukai Queen, namun jika kau tidak menyukaiku kebalikan kalung itu pada kotaknya kembali."
Seketika hening tercipta, kening Queen berkerut samar lalu dengan perlahan dia menoleh ke arah King. "Apa kau baru saja meminta ku menjadi kekasih mu lagi?" tanya Queen yang langsung membuat King tertawa kecil.
"Astaga Queen, aku tidak harus sejelas itu bukan? Baiklah, aku menunggu jawaban sekarang, kau ingin mengambil kalung itu atau mengembalikannya ke kotak?" tanya King sambil tersenyum lebar, rasa bahagianya tidak bisa lagi digambarkan oleh kata-kata.
__ADS_1
Queen menatap ke arah langit dengan jemari yang bergerak menyentuh kotak hitam yang ada di tangannya seolah sedang berpikir terlebih dahulu. "Sepertinya aku akan mengambil kalung ini, karena aku sangat menyukai gambar angsa," jawab Queen kemudian sambil menoleh ke arah King sambil tersenyum.
Keduanya saling memberikan senyuman terbaik, namun bingung harus mengatakan apa lagi setelah percakapan peresmian hubungan mereka. "Kau menerima ku?" tanya King memastikan. "Kalau begitu biar aku bantu memakaikan kalung itu untuk mu," lanjut King bersemangat. Queen mengangguk cepat, dia memberikan kalung tersebut dan memunggungi King yang akan membantunya memasangkan kalung. Akhirnya Queen bisa merasakan jatuh cinta sesungguhnya pada seorang pria, merasakan manisnya memiliki kekasih.