Queen For The King

Queen For The King
72. Kacau


__ADS_3

King pada akhirnya mengikuti saran yang diucapkan Sam, dia pun menjadi sedikit waras dan berpikir jika itu adalah sepupu atau apapun itu, King tidak pernah benar-benar mengenal Arthur!


Mobil Arthur memasuki sebuah butik mewah dan berhenti di depan pintu utama, King pun memasuki halaman butik tersebut dan kini dia tepat di belakang mobil Arthur. "Kita amati dulu King," ucap Sam menahan King yang sudah bersiap keluar dari mobil.


Mata King dengan fokus memperhatikan gerak-gerik Arthur yang baru saja keluar dari mobil dan mengelilingi bagian mobil depannya untuk membukakan pintu sebelah. "Kau pikir ada seorang pria yang ingin membukakan pintu selain untuk kekasihnya? dia bukan supir Sam," desis King yang sudah mulai kembali marah pada Arthur, dia yang membuat King dan Queen semakin jauh dan dengan seenaknya dia mengkhianati Queen!


Mata King langsung membulat saat melihat wanita itu keluar dari dalam mobil dan mencium pipi Arthur, tangan Arthur pun dengan santainya memeluk wanita itu saat berjalan hendak masuk ke dalam butik.


King yang sudah sangat yakin dengan pemikirannya langsung keluar dari dalam mobil, dia mendengarkan teriakan Sam yang melarangnya. "Arthur!" teriak King dengan kencang, membuat kedua orang itu menoleh, Arthur tampak terkejut dan wanita cantik di sampingnya tampak kebingungan.

__ADS_1


Bhuk!


"Aaaaaa!" teriak Davika yang terkejut karena tiba-tiba saja ada perkelahian di depannya.


"King hentikan!" teriak Arthur yang mencoba untuk menutup wajahnya dari pukulan King yang membabi buta.


"Ini untuk pengkhianatan mu pada Queen! Kau pikir kau siapa bisa mempermainkan Queen seperti ini!" teriak King sambil memberikan pukulan kembali.


***

__ADS_1


"Apa!" teriak Queen dengan kencang, dia cukup terkejut mendapatkan kabar dari Sam jika King baru saja menghajar Arthur. "Baiklah, aku akan segera kesana," jawab Queen. Dengan cepat dia langsung keluar kamar dan menuruni setiap anak tangga dengan cepat.


"Kau mau kemana kak? dengan masker wajah?" tanya Ernest bingung yang kini sedang duduk bersama keluarga nya yang lain.


"Ah sial," gerutu Queen yang langsung membuang masker wajahnya. Untung saja dia menggunakan sheet masker tadi, jika menggunakan clay mask mungkin sekarang dia harus sibuk mencuci wajahnya terlebih dahulu. "King menghajar Arthur, dia salah paham karena melihat Arthur bersama kekasihnya," ucap Queen kemudian.


Arabella yang mendengar itu langsung menutup mulutnya tak percaya, sedangkan Axton hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Sudah Dad katanya jangan membuat rencana seperti itu, pria tidak suka di permainkan," jawab Axton yang dengan santainya masih fokus pada tab yang ada di tangannya, mengamati penghasilan dari beberapa club miliknya. "Sekarang bukan hanya hubungan kalian yang memburuk, tetapi membuat hubungan Arthur pun ikut buruk dengan kekasihnya."


"Ish, jangan dengarkan Daddy mu, ayo cepat kesana dan jelaskan semuanya Queen," ucap Arabella.

__ADS_1


Ernest menggelengkan kepalanya pelan. "Ckk, dia merusak rencana yang ada, kasihan Arthur saat melamar kekasihnya nanti dengan wajah seperti itu," komentar Ernest yang langsung mendapatkan tatapan sinis dari Queen.


Karena percakapan yang tidak membantu ini terlalu menghambat, Queen pun langsung pergi dan memanggil supir untuk mengantarkannya menuju butik yang di katakan Sam.


__ADS_2