Queen For The King

Queen For The King
22. Menjemput


__ADS_3

Queen masuk ke dalam rumah, dia hanya menatap sekilas Ernest yang sedang sibuk dengan laptopnya. "Kau seperti tidak memiliki kamar saja," gumam Queen pelan membuat Ernest langsung menghentikan kegiatan mengetiknya.


"Kak! apa kau sibuk? ada yang ingin aku tanyakan." Sayangnya, Queen tidak tertarik dengan apa yang ingin di katakan Ernest, dia tetap menaiki anak tangga sambil mengangkat sebelah tangannya malas.


"Tidak, aku sedang sibuk."


"Huft," hela Ernest lalu kembali duduk dan melihat chat nya bersama Juliet. Seorang wanita yang berhasil membuat jantung Ernest berdebat kencang saat melihatnya. Wanita itu seperti Queen, seperti malas di ajak berbincang dan selalu menghindari Ernest yang mendekatinya. "Aku tidak boleh menyerah dengan cepat, aku harus menanyakan pada Queen pria seperti apa yang membuatnya tertarik!" Ernest pun bangun dari duduknya, dia menaiki setiap anak tangga dengan cepat, siapa tahu selera Queen daan Juliet hampir sama mengingat mereka berdua cantik dan sulit didekati.


——


Keesokan paginya, Queen sudah bersiap untuk berangkat menuju kampus, dia duduk di samping Arabella dan mengambil roti yang sudah disiapkan. "Queen, sebentar lagi King akan tiba, Mom senang akhirnya kalian dapat berteman dengan baik."


'Uhuk!' seketika Queen tersedak, dia dengan cepat mengambil air yang diberikan Axton. "Ada apa? hati-hati Queen," ucap Axton lembut.

__ADS_1


"Baik Dad," ucap Queen lalu menoleh ke arah Arabella. "Mom, apa kau baru saja mengatakan King akan menjemput ku?" tanya Queen hati-hati, tenggorokannya masih begitu sakit dan tak nyaman akibat tersedak tadi.


Arabella menganggukkan kepalanya sambil menatap bingung. "Kau tidak tahu? padahal King tadi—"


"Mungkin dia lupa sayang, aku harus berangkat sekarang, i love you," potong Axton yang sudah menyelesaikan sarapannya dan meninggalkan sebuah kecupan manis pada Arabella lalu berpamitan pada semuanya.


"Sudahlah Queen, terima saja kebaikan yang diberikan King, dia ingin berteman denganmu," ucap James lembut lengkap dengan senyuman di wajahnya.


Queen menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak kakek, aku tidak ingin berteman dengannya," protes Queen, dengan cepat dia menghabiskan sarapan yang ada di hadapannya, dia harus segera pergi sebelum King sampai di rumahnya. Namun dewi keberuntungan sepertinya tidak berpihak pada Queen hari ini, seorang pelayang datang dan memberitahu jika King sudah datang menjemputnya. "Aku tidak mau Mom," rengek Queen saat mendapatkan tatapan peringatan dari Arabella.


Di sana, di ruang tamu lebih tepatnya, King sedang duduk dengan begitu santai dengan pandangan yang tampak fokus pada ponselnya. "King," panggil Arabella membuat King menoleh dengan cepat dan langsung berdiri dengan sopan. "Terima kasih sudah menjemput Queen, kalian ada kelas pagi bersama?"


"Ya Aunty, kami satu kelas pagi ini," jawab King yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Queen, dia jelas-jelas berbohong!

__ADS_1


Setelah berpamitan dan Queen masuk ke dalam mobil, Queen langsung terbatuk kecil. Menolaknya di depan Arabella akan sia-sia, jadi Queen akan menolaknya langsung pada King saat ini. "Apa maksud mu dengan semua ini? jelas-jelas kita tidak satu kelas pagi ini, kau membohongi Mommy ku! apa kau tau itu?" desis Queen.


Penampilan King pagi ini tampak begitu rapi, terlihat tampan 2 kali lipat. King tersenyum sambil mengambil sesuatu di kursi belakang mobilnya. "Untukmu, sebagai permintaan maaf ku," ucap King sambil memberikan sebuah coklat lengkap dengan setangkai bunga mawar. Jika wanita lain akan langsung luluh, maka Queen pastinya berbeda, dia menatap King dengan tatapan ngeri.


"Apa kau sedang mengerjai ku?" tanya Queen, kepalanya menoleh mencari kamera tersembunyi yang takutnya King simpan untuk mempermalukannya.


"Tidak Queen, ini sebagai bentuk permintaan maaf ku karena selama ini aku sudah sangat menyebalkan pada mu, aku berjanji tidak akan membuat mu kesal lagi Queen."


"Benarkah?" tanya Queen.


"Tentu saja, bahkan aku akan melakukan apapun agar kau percaya jika aku tulus melakukan ini semua."


Queen menggigit bibir bagian dalamnya lalu mengangguk pelan. "Kalau begitu menjauh dariku seperti biasa, aku akan memaafkan mu." Baru saja Queen akan membuka pintu mobil King untuk keluar, King langsung menginjak gas dan membawa Queen menuju kampus mereka. "Kau gila! turunkan aku sekarang juga!"

__ADS_1


"Gunakan seatbelt mu dengan benar Queen, demi keselamatan mu," jawab King.


__ADS_2