
Gila! semuanya benar-benar membuat Queen gila, dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan rasa sakit seperti ini. Bodohnya, Queen tidak bisa membedakan sikap King yang rupanya hanya menjadikan dirinya sebagai alat taruhan, tidak benar-benar ada rasa cinta yang dirasakan King seperti Queen. "Apa kau sudah mendengar penjelasan King?" tanya Fiona yang kini sedang ada di hadapan Queen, namun bukan bertemu langsung melainkan vidio call melalui laptop.
Malam ini Queen tidak bisa tidur sama sekali, dia memblokir semua akses panggilan untuk King juga Sam, dia butuh waktu untuk memikirkan semua ini, tidak ingin bertemu dulu sampai hati Queen benar-benar bisa menerima semua ini, Queen tidak ingin menangis dan terlihat lemah di hadapan pria itu. Queen menggelengkan kepalanya, dia menghembuskan nafas pelan dan menatap Fiona di layar laptop. "Dia selalu berbohong Fiona, aku yakin jika dia menjelaskan semuanya pun tidak akan perkataan jujur yang bisa aku percaya."
"Aku mengerti perasaan mu sekarang Queen, tapi ada baiknya kau bicarakan semuanya dengan King agar jelas, siapa tahu King sudah mencintai mu dengan tulus saat ini. Tadi siang aku melihat King menghajar Ben, aku tidak tahu permasalahan mereka apa, aku merasa King benar-benar kacau karena kau menghindarinya Queen."
Queen terdiam sejenak, dia akui jika kini hatinya sedang tak tenang setelah mengetahui berita King yang menghajar Ben, namun jika dia terus membahas tentang King akan sangat susah untuknya sembuh. "Fiona," panggil Queen pelan. "Sepertinya aku akan tidur sekarang, sampai jumpa besok di kampus," ucap Queen kemudian, dia ingin istirahat dan melupakan kejadian hari ini, bersiap untuk besok menghadapi King yang pastinya akan selalu mengganggunya kembali meminta kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
__ADS_1
**
Keesokan paginya, Arabella mengantar Queen sampai parkiran kampus, dia mengusap pelan kepala Queen dengan begitu sayang. "Mom langsung pergi, tetap fokus pada nilai mu sayang. Apa pun yang sedang terjadi antara kau dan King Mom harap bukan masalah besar, jangan terlalu keras kepala dan bersikap baik pada King."
Queen hanya mengangguk patuh, dia keluar dari mobil dan berjalan dengan tidak semangat menuju kelasnya pagi ini. Namun, sepertinya Queen tidak akan mendapatkan ketenangan yang dia harapkan, di depannya kini 3 orang menyebalkan menghalangi langkah Queen. "Bisakah jangan mengganggu ku?" tanya Queen pelan dengan tatapan tidak ramah membuat Selena yang melihat itu langsung berteriak kecil seakan mengejeknya.
"Wow! Kita belum mengatakan apa-apa dia sudah marah," kekeh Selena.
__ADS_1
"Sungguh memalukan bukan, memposting kebahagiaan yang ternyata hanyalah palsu," ucap Charly yang kini ikut mengejek Queen.
Selena menoleh kepada dua temannya sambil mengibaskan rambutnya dengan lembut. "Ups, bisakah kalian tidak terlalu jujur? kita harus menunjukkan rasa kasihan kita pada Queen, dia baru saja patah hati untuk pertama kalinya," ucap Selena.
"Kau yakin untuk pertama kalinya? bukankah dia pernah ditinggalkan cinta pertamanya juga? sangat tidak beruntung dalam percintaannya," kekeh Charly mengingatkan.
Queen berdecak pelan, dia menarik nafasnya dalam dan menatap tajam 3 orang itu. "Tutup mulut mu atau aku akan membuat kalian semua diam untuk selamanya?" desis Queen.
__ADS_1
"Ow, menyeramkan seperti Daddynya bukan? Sekarang terlihat jelas jika kabar Daddynya seorang mafia adalah sungguhan," pekik Poppy.
"Selena!" teriakan keras dari arah belakang membuat semuanya menoleh dan melihat King dengan raut wajah tak bersahabat tengah menghampiri mereka.