Queen For The King

Queen For The King
66. Kembalinya Arthur


__ADS_3

Sudah empat hari berlalu, Queen menatap buket bunga, boneka, balon, dan coklat yang begitu indah tertata rapi di atas meja belajarnya, rasanya dia ingin memaafkan King begitu saja tapi ada suatu keraguan yang membuat Queen tidak ingin mengambil langkah cepat memaafkan King begitu saja, dia tidak ingin di permainkan kembali dan jika sendirian selamanya dia akan memilih itu dari pada harus mempunyai pasangan yang menjadikannya bahan bercandaan seperti ini. "Tapi dia sepertinya serius," gumam Queen pelan. Dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, saat mendekati King juga terlihat serius padanya, tapi kenyataannya itu semua hanyalah karena pertaruhan bodoh yang dia buat bersama Ace.


Queen menghembuskan nafasnya kuat, jika sudah memikirkan ini dia selalu pusing dan berakhir lelah dengan pikirannya sendiri.


'TING'


Sebuah notifikasi pesan masuk membuat Queen menolehkan kepalanya dengan malas, dia melirik pada layar ponsel dan melihat nama Arthur di sana. Sudah sangat lama Arthur tidak memberikan pesan setelah dia pindah, perasaan Queen pun seperti biasa saja saat menerima pesan dari Arthur, tidak seperti dulu saat dia masih mencintainya sedari kecil, biasanya dia akan menjerit karena terlalu senang. "Dia masih mengingat ku?" gumam Queen pelan lalu mengambil ponselnya. Hubungan mereka saat sekolah dulu hanyalah terakhir sebagai sahabat, Queen tidak berhasil meluluhkan hati Arthur karena King dan Ernest selalu menceritakan setiap kejadian memalukan yang pernah dialami Queen pada Arthur, dua laki-laki itu memang selalu menggagalkan rencana Queen untuk menarik perhatiannya Arthur. Dan kini Queen tertawa kecil saat menyadari jika King lah yang justru berhasil meluluhkan hati Queen.

__ADS_1


[Aku baru sampai di Mexico, kau di mana? ingin bertemu?]


Queen membaca pesan tersebut, sebenarnya dia malas untuk keluar dari rumah, tapi dia harus mencari kesenangannya kembali. [Waw, tiba-tiba saja kau sudah kembali. Apa kau akan pindah kuliah di sini?]


[Tidak, aku hanya dua minggu di sini. Ayo bertemu sebelum kekasih ku datang, tidak akan ada kesempatan untuk kita bertemu. Davika akan langsung memutuskan ku jika dia tahu aku bertemu dengan wanita cantik hari ini. Haha.]


[Oke, aku akan menunggu mu di Cafe biasa, apakah masih ada?]

__ADS_1


[Tentu saja, kau pikir cafe sebesar itu akan bangkrut karena kau tidak pernah datang ke sana lagi?]


Setelah mengakhiri percakapan singkat itu Queen langsung berdiri dan berjalan ke arah lemari, mencari pakaian yang cocok dan santai untuk bertemu Arthur, bermain bersama sahabat lama sepertinya akan sedikit menghibur Queen dan bisa melupakan sejenak kepeningan yang ada di kepalanya.


"Mom, aku pergi dulu," ucap Queen meminta ijin pada Arabella yang sedang membaca sebuah majalah di luar rumah.


"Kau mau kemana? Sebentar lagi King pasti datang, temui dia sebentar saja Queen, kasihan dia—"

__ADS_1


"Tidak Mom, teman ku sudah menunggu, lagi pula ini tidak jauh, di cafe depan yang dulu aku biasa datangi. Jika King datang katakan saja tidak perlu membawakan hadiah lagi Mom, kamar ku jadi terasa penuh."


__ADS_2