Queen For The King

Queen For The King
23. Hari Patah Hati Sam


__ADS_3

Setibanya di kampus King langsung turun dari dalam mobil, dia mengelilingi bagian depan mobil dan membukakan pintu untuk Queen. "Silahkan, aku akan diam di perpustakaan karena kelas ku hari ini di mulai pukul 10," ucap King dengan begitu ramah.


Queen yang masih belum percaya dengan perubahan sikap King hanya menatapnya sinis. "Aku tidak tertarik sama sekali dengan kegiatan mu Zack, sudahlah, aku harus ke kelas sekarang," ucap Queen yang langsung pergi dari hadapan King. "Dia semakin aneh saja," gumam Queen sambil mengusap leher belakangnya.



Sam berdiri dengan cepat saat melihat King masuk ke dalam ruangan basket yang begitu sepi -memangnya siapa yang ingin berada di dalam ruangan basket sepagi ini?-


"Bagaimana King? apakah berhasil?" tanya Sam penuh antusias.


Tidak langsung menjawab, King merapikan rambutnya ke belakang dengan menggunakan jari. "Tentu saja berhasil Sam, keluarganya sangat menyayangi ku, aku akan mudah mendapatkan Queen dengan cara ini, walaupun terasa aneh lama-lama Queen akan merasa terbiasa bukan? dia akan melihat ketulusan ku untuk mendekatinya."


"Dan dia akan mulai membuka hatinya untuk mu," tambah Sam dengan semangat.

__ADS_1


King menganggukkan kepalanya, dia duduk di samping Sam dan mengambil sebuah botol yang sedang dia pegang. "Menurut mu apa yang harus aku lakukan lagi agar mempersingkat waktu pendekatan ini?" tanya King pelan.


Sam terdiam sejenak, seolah berpikir dan mencari ide yang cocok untuk King. "Bagaimana jika kau mengajaknya menonton? kalian akan semakin dekat dengan cara itu," usul Sam.


"Tidak, cara itu tidak terlalu aman, dia akan menolak dengan tegas Sam." King kembali memberikan botol minum itu pada Sam, dia tiba-tiba saja berdiri dengan wajah serius.


"Hai, ada apa?" tanya Sam bingung. King menaruh jari telunjuknya di bibir, memberikan kode untuk tidak berisik. King berjalan pelan ke arah pintu ruangan yang sedikit terbuka, dia baru saja melihat Ace bersama dengan seorang mahasiswi.


King kembali mengintip dengan begitu hati-hati untuk melihat wanita yang sedang bersama Ace. Rambutnya panjang dan indah, badannya cukup bagus dan wanita itu menoleh ke arah lain membuat King bisa melihat jelas wajah tersebut. "Poppy?" gumam King pelan membuat Sam yang mendengar itu langsung mendorong kepala King. "Diam Sam!" desis King kesal, bagaimana jika mereka sampai ketahuan saat ini!


Sam tidak menjawab, dia terus menatap dengan hati-hati ke arah luar. "Kau selalu mengatakan itu, tapi nyatanya kau tidak menghubungi aku sama sekali Ace," ucap Poppy terdengar merajuk. "Lalu mengapa kau kemarin sangat dekat dengan Queen? kau menyukainya?"


"Tidak, tentu saja tidak sayang, aku sedang membangun hubungan yang baik dengan lawan main ku, aku tahu bukan jika Queen adalah pemeran utamanya." Ace terlihat menggenggam tangan Poppy dengan lembut membuat Sam yang melihat itu mengeram kesal, dia yang sudah lama mendekati Poppy namun selalu ditolak. "Jangan marah sayang, apa kau ingin sore ini ke apartemen ku? aku merindukan mu," ucap Ace dengan tatapan yang memberikan sebuah kode dengan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Poppy langsung tersipu malu, dia memukul lengan Ace pelan. "Jangan membahasnya di sini, bagaimana jika ada mahasiswa lain yang tahu Ace!" desis Poppy malu-malu. "Aku akan menghubungi mu jika aku sudah selesai kelas hari ini," lanjutnya dengan memberikan kedipan mata nakal.


Setelah Poppy pergi, tak lama kemudian Ace pun pergi. Sam langsung berbalik menatap King dengan raut wajah sedihnya. "Apa kau dengar ada sesuatu yang patah?" tanya Sam.


King mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. "Tidak, aku tidak mendengar suara apa-apa," jawab King.


Sam menaruh tangannya tepat di arah hatinya. "Hati ku King, hati ku baru saja patah. Aku sudah mengejar Poppy cukup lama, dan dengan mudahnya dia langsung menerima Ace padahal aku sangat yakin pria seperti dia tidak akan benar-benar tulus mencintainya," ucap Sam dengan raut wajah sedih.


King berdecak pelan, dia berdiri sambil menggelengkan kepalanya. "Kau memang kurang beruntung Sam, ayo cari wanita lain saja, aku yakin setidaknya ada satu wanita yang menginginkan mu." King menepuk pelan bahu Sam sebagai rasa simpatinya.


"Apa aku seburuk itu?" tanya Sam sambil merengek.


"Tanyakan saja pada cermin Sam," jawab King yang kembali berjalan ke arah bangku. Sayang sekali dia tidak merekamnya untuk memberikan vidio itu kepada Queen, dia pasti akan langsung berpikir buruk tentang Ace kali ini.

__ADS_1


__ADS_2