
Queen tidak percaya dengan apa yang baru saja King lakukan, apakah King sedang menggodanya atau justru itu adalah kenyataan yang sebenarnya? Lagi-lagi Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak mungkin!" gumam Queen keras.
"Bagaimana jika King benar-benar menyukai Queen? Jika dilihat-lihat beberapa hari ini dia mendekatimu cukup keras," ucap Fiona yang langsung membuat Queen bergidik, rasanya benar-benar seperti mimpi yang tidak pernah pernah dialami Queen.
"Yang aku takutkan adalah jika King hanya sedang menggodaku atau mungkin dia sedang menyusun rencana untuk mempermalukan aku di depan umum," jawab Queen cepat.
"Untuk apa dia mempermalukan di depan umum?" tanya fiona. Queen terdiam, Fiona ada benarnya juga, untuk apa King melakukan ini semua? Jika hanya ingin mempermalukannya King tidak mungkin seniat ini.
Wajah Queen kembali memerah saat mengingat kejadian, apa mungkin semalam itu King membantunya keluar dari pesta karena ingin menyatakan perasaannya? Namun karena ada sedikit perdebatan jadinya King hanya mencium pipinya? "Oh tidak! Ini benar-benar membuatku gila!"pekik Queen sambil menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
Sudah hampir 1 jam mereka di dalam kamar Queen, hati benar-benar tidak tenang mengingat ekspresi King yang terlihat begitu sedih saat menerima Queen. Jika King hanya bermain-main tidak mungkin memasang ekspresi seperti itu. Beberapa pertanyaan menumpuk di pikiran Queen, hingga Fiona berjalan mendekatinya dan duduk di samping ranjang."Sebenarnya apa yang membuat mu ragu pada King? Kalian saling mengenal cukup lama, keluarga kalian sangat dekat dan yang paling membuatku aneh adalah king cukup tampan untuk dibenci."
__ADS_1
Queen dengan cepat membuka mata, dia membocorkan Fiona."Cukup tampan untuk dibenci? Fiona, dia laki-laki yang menyebalkan, sedari dulu dia selalu menggoda ku dan dia juga tidak pernah bisa melihatku tenang! Selalu saja tingkahnya yang membuat kesal."
Fiona menatap kedua tangannya pelan, mendekat ke arah Queen."Aku yakin King sudah dari dulu mencintaimu, dia senang karena ingin mengetahui perhatianmu dan saat kamu mencapai dewasa King baru menyadari perasaannya."Fiona mengangkat kedua alisnya."Bagaimana? Cukup masuk akal bukan?"
"Tidak masuk akal sama sekali," jawab Queen cepat, namun dalam hatinya bertanya-tanya kembali apakah semua itu benar?
Suara panggilan masuk pada ponsel Fiona membuat percakapan mereka terhenti, dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku."Sam?"
"Tidak, dia tidak pernah menghubungiku," jawab Fiona sambil mengangkat kedua bahunya.
Queen dengan begitu tiba-tiba mengambil ponsel Fiona."Kalau begitu jangan diangkat, itu pasti Zack!"
__ADS_1
"Hai, jika King ingin menghubungimu mengapa dia tidak langsung meneleponmu? Bagaimana jika ini masalah tugas?"protes Fiona sambil berusaha merebut ponselnya kembali."Queen kembalikan! Aku akan mengeraskan suaranya jika kau tidak percaya," ucap Fiona yang cukup membuat Queen percaya.
Sambil memutar kedua matanya malas Fiona mengangkat panggilan tersebut dan menekan tombol loudspeaker agar Queen bisa ikut mendengarnya."Halo Sam? Ada apa?"tanya Fiona terlebih dahulu.
"Halo Fiona. Apa kau sedang bersama Queen?"Fiona terlebih dahulu melirik ke arah Ratu untuk meminta saran.
Fiona mengganggukan kepalanya saat melihat tangan Queen yang memberikan sebuah kode untuk tidak memberitahu Sam."Tidak, memangnya ada apa Sam?"tanya fiona.
"Begini, sedang patah hati karena Ratu tadi. Bisakah kau membujuk Ratu untuk membuka hati? Raja benar-benar mencintainya, dia sudah cukup lama mempersiapkan diri untuk mengungkapkan perasaannya di hari ini."Fiona sudah bersiap untuk menjawab namun Sam kembali berbicara."Oh ya, katakan juga pada Queen jika King sudah berjanji tidak akan membuat kesal lagi."
"Tapi kenapa harus aku yang mengatakan itu? Kenapa tidak King saja yang langsung menghubungi Queen?"tanya Fiona hati-hati.
__ADS_1
"Bagaimana ya aku menjelaskannya," ucap Sam bingung."Karena aku sangat yakin jika Queen akan langsung menolak panggilan dari King."