
Keheningan pun tercipta, bahkan suara Ace dan Poppy yang sedang mereka dengarkan seakan sudah menghilang seketika. Queen menelan salivanya dengan perlahan saat melihat mata King yang terus menatapnya tanpa berkedip, rasanya begitu tak menentu, Queen baru merasa segugup ini!
King merasakan hal yang sama, dia terpaku pada mata indah Queen yang tampak cantik, hidung lancip yang pas lalu bagian terakhir yang membuat jantungnya berdegup kencang, bibir Queen terlihat begitu menarik perhatiannya dan lebih sial lagi saat ini Queen tidak bergerak menjauh atau pun bersikap menyebalkan, Queen seolah sedang menjadi seorang wanita lembut dan penurut. 'Ayo Queen dorong dan bentak aku sekarang juga!' akal sehat King seolah berteriak dan mengingatkan jika ini adalah pertanda bahaya, dia harus secepatnya menjauh!
__ADS_1
Namun King adalah pria normal, dia baru menyadari jika Queen benar-benar cantik jika dilihat sedekat ini, tatapan mata yang sedikit ragu seolah tak menolak dangan apa yang akan terjadi nantinya. Perlahan King mendekatkan wajahnya, tidak ada penolakan ataupun raut wajah marah dari Queen. Jantung King semakin berdebar tak menentu, ini bukan pertama kalinya dia bersama seorang wanita tetapi rasanya King seakan sedang menjadi pria polos yang baru dekat dengan seorang wanita.
Karena tak ada penolakan sama sekali King semakin mendekatkan wajahnya, bahkan nafas Queen yang tak teratur dapat ia rasakan. Hati King kembali ingin menjerit frustasi saat melihat Queen yang dengan perlahan memejamkan matanya ragu, apa? tunggu sebentar, mengapa Queen harus memejamkan matanya? Queen menerima semua ini dengan sadar? Apa Queen menyimpan perasaan padanya? Dengan cepat King menjauhkan wajahnya dan terbatuk kecil, rasanya benar-benar canggung dan sulit untuk di jelaskan. Mengapa saat memikirkan Queen yang menyimpan perasaan untuknya berhasil membuat King gugup seperti ini? "Lebih baik kita pulang sekarang Queen, Mommy mu pasti sudah menjemput," ucap King pelan tanpa berani melihat kearah Queen yang sudah membuka matanya dengan wajah bersemu merah.
__ADS_1
"Queen." Dengan perlahan Queen menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah King. "Tas mu," ucap King. Seketika rasa malu kembali di rasakan Queen, wajahnya semakin merah. Astaga memangnya apa yang dia harapkan?
Tanpa ingin melakukan hal bodoh lagi Queen dengan cepat mengambil tas dari tangan King dan berjalan ke arah pintu. Ketika Queen membuka pintu ruangan, terlihat dua orang yang ada di samping kanan tampak terkejut. Ace dengan spontan menjauhkan tangannya dari bahu Poppy. "Queen? kau ada di dalam?" tanya Ace terlihat panik. Queen yang tidak memperdulikan Ace memilih untuk mengabaikannya, dia berjalan dengan cepat menyusuri lorong, dia harus segera sampai rumah dan merenungi diri tentang hatinya. "Queen ini semua tidak seperti yang aku dengar, aku bisa menjelaskannya," teriak Ace yang rupanya mengikuti Queen sepanjang lorong, membuat Queen semakin cepat melangkahkan kakinya untuk sampai ke area parkiran kampus, dia sedang tidak ingin diganggu siapapun.
__ADS_1