
Tiga hari berlalu dengan begitu cepat, Ace berdiri santai sambil menyandarkan tubuhnya di sebuah dinding dekat lorong. Matanya terus mengawasi sekitar dan cukup melelahkan memang membalas setiap sapaan yang dilontarkan untuknya. "Hai, kau Harry?" tanya Ace saat melihat melihat targetnya muncul.
Harry tampak kebingungan, dia sepertinya tidak percaya akan disapa oleh seseorang seperti Ace. "Ya aku Harry, kau mencari ku?" tanya Harry ragu.
Dengan senyuman ramah yang selalu Ace lakukan, dia mengeluarkan sebuah tiket konser dari saku jaketnya. "Aku dengar kau menyukai band ini? Kau ingin datang ke konser?" tanya Ace dengan wajah tenang namun tiket yang di sodorkan mampu membuat Harry membelalakkan matanya tak percaya.
Harry mengepalkan tangannya keras, dia ragu ingin mengambil tiket yang diberikan Ace secara tiba-tiba itu. Tiket dengan sebuah hologram VIP menandakan berapa berharganya tiket tersebut, tiket itu tidak dijual sembarangan bahkan hanya tersedia beberapa lembar dengan harga fantastis. Harry menggaruk tekuknya yang tidak gatal. "Apa kau menjual tiket itu padaku?" tanya Harry ragu, karena sangat tidak mungkin jika Ace yang tidak mengenalnya tiba-tiba saja memberikannya secara gratis. "Tapi sayang sekali aku tidak memiliki uang Ace," lanjut Harry.
Gelak tawa Ace seketika pecah, dia menggelengkan kepalanya dan menatap Harry seolah bertanya 'Apa kau serius?' Ace melangkah lebih dekat ke arah Harry. "Aku akan memberikan ini padamu."
"A—apa kau bercanda? tiket itu sangat mahal Ace," ucap Harry dengan suara sedikit bergetar.
"Tentu saja aku tahu ini sangat mahal, tapi sudah bosan. Kau akan mendapatkan ini hanya dengan satu syarat." Ace membisikan sesuatu tepat di telinga Harry.
__ADS_1
——
Semua pemain teater sudah masuk ke dalam Aula, mereka berkumpul di tengah ruangan. "Selamat sore semua!" ucap Gerry, penampilannya kali ini cukup lebih segar dari biasanya, rompi berwarna coklat muda dengan gaya rambut rapi. "Sebelum kita memulai ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian, mungkin cukup mengejutkan namun untungnya ini semua sudah diatasi."
Seketika suasana mulai ricuh, beberapa orang mulai menebak hal apa yang ingin disampaikan oleh Gerry. "Apa menurut mu salah satu di antara kita ada yang melakukan kesalahan?" tanya seseorang di samping Queen.
"Mungkin teater ini akan di bubarkan," desis Selena acuh sambil merapikan rambut panjangnya ke belakang.
"Benarkah? kalau begitu sia-sia kita kumpul dan berlatih kemarin," ucap Carly dan seketika membuat Poppy memutarkan bola matanya malas.
Queen menghembuskan nafasnya dalam, lagi-lagi tim ibu tirinya membuat kerusuhan nya sendiri. Tanpa ingin ikut berpikir yang aneh-aneh Queen mengangkat tangannya. "Maaf Sir, bisakah kau memberitahunya sekarang?" ucap Queen.
"Tentu saja Queen, tapi sebelumnya kalian harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum aku mengatakannya," ucap Gerry yang sekali lagi sukses membuat kegaduhan.
__ADS_1
"Astaga ini benar-benar membuat ku tidak tenang!" gumam beberapa orang yang pastinya wanita.
Gerry tertawa kecil saat melihat kegaduhan yang sudah dia perbuat. "Tenang, aku akan mengatakannya sekarang. Untuk pertama-tama aku cukup menyesal karena Harry memilih berhenti menjadi pemeran utama dalam teater ini," ucap Gerry. Apa? kenapa? serius? semua pertanyaan itu yang dilontarkan anak-anak.
"Mungkin Harry cukup tertekan mendapatkan lawan mainnya Queen Sir," ucap Selena dengan begitu santai.
"Benarkah?" tanya Carly yang langsung menoleh ke arah Queen. "Oh Queen, malang sekali, seharusnya kau sedikit ramah pada Harry," ucap Carly polos yang cukup menyebalkan bagi Queen.
Gerry bertepuk tangan kecil untuk mengembalikan perhatian para pemain. "Tapi tenang, kita sudah mendapatkan pengganti yang cocok. Aku juga sudah melihat kemampuannya yang ternyata sangat berbakat. Bersiaplah bertemu orangnya, aku sengaja tidak membiarkannya masuk terlebih dahulu agar menjadi kejutan." Gerry memundurkan langkahnya dan menoleh ke arah pintu sambil mengangguk sekali. "Ace, ayo masuk."
Seketika para wanita menjerit, rasanya begitu senang karena setiap latihan mereka akan bertemu dengan Ace."
"Aaaaa aku ingin menjadi pemeran utama rasanya!" Carly kembali menoleh ke arah Queen. "Astaga Queen, aku sangat iri padamu," ucap Carly kemudian yang langsung mendapatkan cubitan kecil dari Selena.
__ADS_1
"Apa yang kau ucapkan Carly!" pekik Selena kesal.