
Hari senin tepat seminggu lagi acara party diadakan King kembali berlatih basket, dia menemukan kampus terbaik dan sudah waktunya dia menikmati sisa-sisa terakhir di Kampus ini. Rasa semangatnya kembali tumbuh, walaupun dia sudah mendapatkan kampus baru namun rasanya Queen juga akan menolak pernyataan cinta Ace. “Lempar padaku King!” teriak Sam yang sudah berdiri di dekat ring basket, dengan cepat King melemparkan bola pada Sam dan dengan gembira Sam berhasil memasukkan bola membuat skor mereka bertambah.
Ketika sedang merasa senang, pandangan King tak sengaja melihat Ace berdiri di samping lapangan basket, seolah sedang melihat sebaik apa kegiatan basket kampus ini. “Oke beristirahat 10 menit,” teriak King membuat semua pemain berdecak kesal karena King menghentikan permainan begitu saja.
“King, ada apa?” tanya Sam yang langsung berlari mendekati King, dia mengulurkan air minum kepada King.
“Sepertinya ada yang berminat masuk Basket juga,” desis King pelan, dia membuat tutup botol yang langsung meminumnya dengan cepat, menghilangkan rasa hausnya seketika.
__ADS_1
Dengan beraninya Ace berjalan mendekati King terlebih dahulu, wajah percaya diri itu cukup mengganggu pemandangan King, ingin rasanya dia menenggelamkan wajah menyebalkan itu. “Well, permainan kalian cukup bagus, bagaimana jika kita bertanding? Um, tapi aku takut saat kau keluar dari kampus ini mereka semua meminta ku untuk menjadi ketua Basket.”
Rasa ingin tertawa tak bisa King tahan, dia menatap Ace dengan tatapan yang seolah berkata ‘Serius? Kau bisa mengalahkan ku dalam basket?’ King berdecak pelan sambil menahan senyumnya, dia menggelengkan kepala sambil sedikit tertawa mendengar perkataan yang terlalu percaya diri itu. “Apa kau mengerti dengan kata istirahat? Lagi pula taruhan kemarin saja seolah kau yang akan memenangkannya,” desis King dengan nada merendahkan.
“Siapa yang akan menolak pesona ku King? Kau lihat saja beberapa hari lagi Queen akan menjadi milik ku, aku akan berhasil meluluhkan hati beku itu. Lihatlah,” ucap Ace santai sambil menunjukkan sebuah pesan yang Queen kirim, di sana Queen berkata jika mereka bisa mengatur jadwal kembali untuk menggantikan konser kemarin yang gagal, seolah memberikan harapan pada Ace.
“Itu tergantug padaku, jika dia membosankan dan membuatku bahagia mungkin aku akan membuangnya,” jawab Ace acuh. Rasa marah di hati King semakin membara, dia menarik kerah baju Ace sambil menatapnya tajam. “Hei, Hei ada apa bung? Kau mencintainya?” tanya Ace membuat hati King menjadi tak karuan, dia rasanya tidak siap membayangkan Queen kembali menangis seperti semalam hanya karena pria yang mengandalkan kekayaan itu.
__ADS_1
“Jangan main-main Ace, ini adalah kencan pertama bagi Queen, setidaknya kau harus memperlakukannya dengan baik, atau—”
Ace tersenyum miring, membiarkan King dikuasai emosi seperti ini, rasanya begitu menyenangkan mempermainkan pria seperti King. “Atau apa?”
“Atau kita batalkan pertaruhan ini sampai di sini,” lanjut King dengan ekspresi dingin.
“Itu artinya kau pecundang King, kau akan menyerahkan status popular mu padaku dan selama kuliah kau selalu ada di bawahku,” ejek Ace.
__ADS_1
Sam dengan cepat memisahkan keduanya, dia tidak ingin ada keributan di lapangan apalagi jika harus memanggil kedua orangtua untuk diberitahu kelakuan mereka. “King sudah, lepaskan dia.”