Queen For The King

Queen For The King
61. Dendam Ben


__ADS_3

Tanpa pikir panjang King langsung mengendarai mobilnya dengan begitu cepat menuju kampus, tak lupa dia menghubungi Sam terlebih dahulu untuk mencari keberadaan Ben. "Berani bermain-main dengan ku rupanya," gumam King sambil menekan stir kuat saat berada di lampu merah.


Lampu sudah berganti menjadi hijau, King langsung kembali mengendarai mobilnya dengan kencang. Pikirannya seakan dipenuhi oleh rasa marah dan ingin segera melampiaskannya pada sosok Ben. "King, aku sudah memintanya untuk mengunggu di taman belakang, aku meminta Willy dan Jo untuk menjaganya agar tidak kabur. Apa kau ingin memaksa Ben untuk mengatakan siapa yang memberikan vidio itu untuk dia upload di website?" tanya Sam yang langsung menyerbu King ketika mobil King sudah berada di parkiran.


"Aku sudah menemukan pelakunya," gumam King dengan tatapan serius, dia berjalan melewati Sam dan langsung diikuti oleh Sam.


"Siapa? apa benar Ace?" tanya Sam dengan begitu cerewet.

__ADS_1


King terus berjalan dengan cepat menuju taman belakang, dia tak menghiraukan Sam sama sekali. Dalam pikiran King kini timbul pertanyaan, ada yang membuat Ben sangat berani berurusan dengannya? King tidak pernah merasa sehancur ini, bukan karena statusnya sebagai pria terpopuler yang kini tercoreng melainkan Queen yang langsung marah dan tak ingin menemui King. Satu bulan ini King benar-benar merasa bahagia dengan Queen di sampingnya, tidak pernah lagi mendapatkan tatapan sinis dan ucapan pedas dari wanita itu, Queen yang dia kenal satu bulan ini begitu manis dan membuatnya tersenyum, King tidak ingin kehilangan sosok Queen yang hangat!


Dengan amarah yang semakin menggebu dan langsung yang begitu lebar akhirnya King berhasil sampai di Taman belakang, dia melihat Ben tampak ketakutan saat mengetahui King berjalan menghampirinya. Ketika Ben ingin kabur, Jo dengan sigap menahannya dan membuat Ben seakan terpenjara dan sulit untuk melarikan diri.


'BUG!'


Tanpa bisa mengendalikan diri King melayangkan satu pukulan pada wajah Ben dan membuat tiga orang temannya terkejut. Sam yang langsung berlari dan menahan King yang sudah bersiap melayangkan pukulan keduanya. "Hentikan King! Ada apa ini?" tanya Sam panik.

__ADS_1


"Apa? bagaimana bisa?" tanya Sam terkejut dan mengalihkan pandangannya pada Ben yang tampak menyentuh sudut bibirnya yang terluka itu.


Ben tak menunjukkan rasa marah sedikit pun, kini dia terlihat sedikit tenang dan melepaskan kaca mata yang sudah miring. Senyuman Ben tampak mengembang perlahan. "Bagaimana King? Kau sekarang tahu rasanya dipermalukan bukan? Kau sudah tidak kehilangan orang yang membuat mu bahagia," ucap Ben dengan sedikit tertawa di akhir kalimatnya.


"Apa kau gila! Hentikan permainan konyol ini sekarang juga! Jika tidak—"


"Jika tidak apa? kau akan menghina ku seperti dulu? merendahkan aku karena tidak seperti mu? kau tidak tahu rasanya menjadi aku yang selalu memaksakan diri untuk tetap sekolah dengan bullyan mu dan teman-teman mu itu! Kalian melemparkan aku dengan botol kosong dan mendorong ku ke kolam renang! Aku hampir mati saat itu King! tapi kalian malah menertawakan aku," ucap Ben dengan raut wajah penuh kebencian.

__ADS_1


King menggelengkan kepalanya, dia tidak terima dengan semua yang diucapkan Ben seolah menyalahkannya. "Aku tidak pernah melemparkan botol kosong apa lagi mendorong mu! Hentikan omong kosong ini sekarang juga!" teriak King dengan kencang.


"Tidak pernah? Oh ya, kau memang tidak pernah, tapi kau yang mengusulkan semua itu bukan? apa kau lupa? kau hanya tertawa saat teman-teman mu melakukan apa yang kau usulkan itu!"


__ADS_2