Queen For The King

Queen For The King
38. Kehilangan


__ADS_3

4 hari pun berlalu dengan cepat, Queen merasa ada yang aneh selama beberapa hari ini, dia tidak pernah melihat King berkeliaran di sekitarnya, tidak lagi mengganggu seperti beberapa waktu yang lalu. Seharusnya Queen merasa senang karena King memutuskan untuk tidak berurusan dengannya lagi, namun Queen juga tidak bisa memungkiri jika ada perasaan yang hilang dan bersalah setelah insiden penolakan itu. "Kau melamun lagi?" tanya Fiona membuat kesadaran Queen kembali.


Sambil menghela nafasnya pelan Queen menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak," jawab Queen cepat.


Fiona terlihat mencibir dan memutar kedua bola matanya malas. "Aku sedang membicarakan masalah teater, jadi apa menurut mu?" tanya Fiona membuat Queen langsung mengerutkan keningnya, dia menatap bingung ke arah Fiona.


"Menurut ku? Apa yang sedang kau tanyakan?" tanya Queen.


Fiona berdecak pelan, dia merangkul bahu Queen dan menatap wajahnya dengan serius. "Sedari tadi pikiranmu ada di mana Queen? Aku sudah berbicara panjang lebar dan kau hanya menatap kosong ke arah kaca itu, kau tidak mendengarkan aku sedari tadi?" Fiona menanti jawaban yang akan Queen berikan. "Sebenarnya apa yang sedang mengganggu pikiranmu? Ayo ceritakan padaku agar aku bisa membantumu."

__ADS_1


Queen mengangkat bahunya pelan. "Aku sendiri tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan Fiona, Aku ingin pulang sekarang," ucap Queen sambil berdiri dari duduknya dan mengambil tas yang ada di atas meja.


Namun niatnya untuk keluar dari kelas terhenti ketika Fiona menahan tasnya."Kau tidak akan menceritakannya kepadaku? Apa ada masalah serius yang sedang kau alami?" tanya Fiona sedikit cemas dengan keadaan Queen yang membangkitkan tidak bersemangat. “Atau kau sakit?"


Queen menggelengkan kepalanya, tidak mungkin juga dia harus menceritakan tentang pikiran anehnya yang selalu mengingat King. “Entahlah, sepertinya aku tidak enak badan, rasanya aku ingin tidur panjang yang nyenyak saat ini."


Mereka berdua keluar dari kelas yang sudah kosong, melewati lorong loker lalu keluar gedung dan mata Queen melihat ke arah lapangan di mana King biasanya berlatih Basket. Namun kali ini Queen tidak melihat King ataupun Sam berlatih basket. “Apa Sam masih menghubungimu?"tanya Queen tiba-tiba pada Fiona.


"Hei! Mengapa kau tiba-tiba menanyakan tentang Sam?" protes Fiona. “Sudah aku katakan aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Sam, ini hanya menghubungiku jika tentang tugas atau menanyakan tentang King."

__ADS_1


Queen menghela nafasnya pelan, itu artinya Sam pun ikut menghilang bersama King."Berapa hari ini aku tidak melihat Sam, biasanya dia dan teman-temannya akan mengganggu kita."


Mata Fiona lirik ke arah lapangan basket, lalu dengan cepat dia menoleh ke arah Queen."Aku baru menyadari itu Queen! Berapa hari ini mereka menghilang dan tidak mengganggumu lagi, apa semua ini karena penolakan yang kau berikan saat itu?"pekik Fiona cukup panjang yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Queen.


"Kecilkan suaramu Fiona! Bagaimana jika ada yang," desis Queen kesal.


Tiba-tiba senyuman muncul dari sudut bibir Fiona."Apa kau sudah memintanya? Apa kamu menyesal karena sudah menolak King?” ejek Fiona sambil memainkan alisnya naik turun.


"Tentu saja tidak! Untuk apa aku merindukan pengganggu itu!" protes Queen marah. "Aku sudah dijemput, aku pulang, bye!" ucap Queen yang langsung berlari ke arah gerbang untuk menghindari godaan-godaan yang akan diberikan Fiona lagi.

__ADS_1


__ADS_2