
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, acara party yang tidak pernah Queen harapkan kini terasa begitu menyenangkan, di dalam hatinya terasa seperti beberapa bunga bermekaran, oh dia tidak pernah merasa sebahagia ini! Queen kembali menatap dirinya di pantulan cermin, sudah terlihat sempurna dengan riasan wajah yang tidak terlalu berlebihan. “Bagaimana? Aku sudah cantik?” tanya Queen sedikit tertawa pada Fiona yang tak kalah mengagumkan dengan riasan hasil tangan Queen yang ajaib.
“Kau selalu cantik Queen,” jawab Fiona seperti biasanya. Tiba-tiba raut wajahnya terlihat murung, “Queen, apa menurut mu Sam akan benar-benar menjemput ku di sini? Aku sangat tidak yakin dengan ucapannya semalam, apa dia tidak malu menjadikan aku pasangan party.”
“Hei, mengapa harus malu Fiona, kau cantik. Sam pria yang baik, jika dia mempermainkan mu aku akan memarahi King karena ulah Sam,” kekeh Queen pelan. Berusahan mencairkan suasana agar tidak terlalu sedih dan memberikan semangat agar Fiona bisa lebih percaya diri.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu kamarnya, Arabella masuk dengan senyum mengembang di wajahnya. “Dua gadis ku sudah sangat cantik, dua mobil sudah ada di bawah untuk menjemput kalian sayang,” ucap Arabella kemudian berjalan ke arah Queen. “Mom senang kau dan King sudah berbaikan, ini yang Mom harapkan sedari dulu.”
__ADS_1
Queen hanya tersenyum mendengar itu, akhirnya dia mendapatkan sedikit pujian dari Arabella yang sudah terlalu sering protes atas sikap Queen yang selalu membuat masalah. “Itu karena dia sudah tidak menyebalkan Mom,” jawab Queen pada akhirnya.
Setelah sedikit berbincang mereka pun turun ke bawah, berpamitan dan masuk ke dalam mobil masing-masing. Selama di perjalanan tidak ada yang special, mereka terlalu banyak diam dan hanya berbincang kecil sambil melemparkan senyum satu sama lain, sungguh manis seperti yang diharapkan Queen. Ketika mereka sampai, King terlebih dahulu keluar dari mobil dan berjalan melewati bagian depan mobil untuk membukakan pintu yang berada di samping Queen. “Silahkan,” ucap King.
Queen kembali tersenyum dan turun dari dalam mobil. “Terima kasih,” jawab Queen kemudian. Baru saja mereka merasakan kesenangan, empat orang menyebalkan dalam hidup Queen dan King datang menghampiri mereka, Selena menampilkan wajah tak percaya dan marah kearah mereka.
“Apa yang kau lakukan Selena! Aku tidak pernah mengatakan akan menjadi pasangan mu hari ini, jadi berhenti lah mengganggu Queen,” ucap King marah. Sam dan Fiona yang melihat keributan itu langsung turun dari mobil dan menghampiri Queen dan King, mereka melihat King yang sedang marah pada Selena.
__ADS_1
“Kau membelanya? King, ingat dia selalu kasar padamu, dia bukan wanita baik,” jawab Selena dengan tatapan tajam kearah King. Selena berdecak kencang lalu menghentakkan kakinya dan berbalik meninggalkan tempat itu bersama kedua temannya, kini yang tersisa hanyalah Ace yang tersenyum mengejek.
“Selamat King, kau menang,” ucap Ace lalu ikut berbalik dan berjalan mengikuti Selena yang sudah cukup jauh menuju pintu masuk gedung.
Mendengar itu Queen mengerutkan keningnya, dia menoleh kearah King. “Menang?” tanya Queen bingung, seketika itu pula King langsung panik, saat Queen menemuinya di lapangan basket dia tidak sempat bertemu Ace dan bahkan dia melupakan niatnya membatalkan taruhan mereka, dia terlalu fokus pada persiapan diri untuk tampil sempurna bersama Queen.
“Jangan dengarkan apa yang dia ucapkan Queen, dia tidak pernah menyukai King dan hanya ingin mengacaukan pikiran mu,” ucap Sam yang langsung membuat King merasa lega, dia seperti terselamatkan di ruangan sempit yang akan menjepitnya! Sore ini juga dia harus menemui Ace dan mengatakan pembatalan taruhan itu, dia ingin mendapatkan Queen secara serius, tidak ingin ada taruhan lagi.
__ADS_1
“Baiklah, kita tidak usah mendengarkan mereka lagi, lebih baik kita masuk,” ucap Fiona yang langsung di angguki oleh Queen. Sam menepuk bahu King pelan sambil mengangguk pelan seolah memberikan kode jika semuanya akan baik-baik saja.