
Sore menjelang malam, tampak dua orang yang baru saja menyelesaikan kegiatan panas mereka di atas ranjang. Ace berdiri mengambil sebuah gelas berisikan wine mahal. "Sampai kapan kita harus menyembunyikan hubungan kita Ace," rengek Poppy yang kini sibuk menyembunyikan dirinya di balik selimut tebal.
"Nanti akan ada waktunya sayang ku, jika berita kita tersebar karena aku memiliki kekasih, kakak ku akan memindahkan ku lagi ke kampus lain," jawab Ace lembut, dia berjalan ke arah ranjang dan memberikan satu gelas lain yang dia bawa. "Cobalah, wine ini dikirim langsung dari Spanyol oleh kakak ku."
Poppy menerimanya dengan senang hati. "Wow, kakak mu sedang berada di Spanyol?" tanya Poppy yang langsung diangguki oleh Ace. "Mengapa kakak mu sangat tidak menyukai jika kau berpacaran? bukankah sangat wajar di umur kita saat ini?"
Ace terdiam sejenak, mencari kata-kata yang tepat agar Poppy benar-benar merahasiakan hubungan mereka saat ini, bisa kacau jika Poppy menyebarkannya, ada banyak wanita yang akan gagal dia dapatkan nantinya. "Begini, aku diharuskan fokus untuk belajar sayang, karena kakak ku akan mambantu ku sukses seperti dirinya, aku harus benar-benar fokus dulu dan saat nanti sudah terkenal aku akan memperkenalkan mu pada seluruh manusia yang ada di permukaan bumi ini."
__ADS_1
"Oh sayang, aku benar-benar tersentuh," gumam Poppy dengan tatapan memuja.
Ace mengetuk pelan jemarinya pada gelas. "Umm, kau pernah mengatakan tahu banyak tentang Queen, apa ada hal menarik tentangnya?" Raut wajah Poppy berubah drastis, dia cemburu karena Ace membicarakan wanita lain dalam percakapannya. "Hei, aku tidak menyukainya, aku hanya penasaran mengapa dia susah sekali di dekati, padahal aku harus akrab dengan lawan main ku," jelas Ace.
"Aku cemburu Ace, tadi siang Selena yang akan merebut mu dari ku, sekarang kau yang ingin mendekati Queen."
"Selena?" tanya Ace bingung.
__ADS_1
Sudut bibir Ace terangkat perlahan, wanita itu memang sangat cantik namun dia lebih penasaran dengan Queen, bagaimana rasanya mendapat belaian dari seorang wanita sedingin itu. Karena kesempurnaan miliknya membuat Ace tertarik pada sesuatu yang sulit di taklukan juga tantangan yang menciptakan semangat dalam hidupnya. "Tenang saja sayang ku, tidak ada satu pun dari mereka yang aku sukai. Aku hanya ingin mendekati Queen untuk keakraban pasangan teater," jawab Ace.
"Queen terlalu kasar untuk ukuran seorang wanita, aku pernah mendengar jika dia hanya mencintai teman laki-laki masa kecilnya dulu dan hal itu yang membuatnya menutup hati sampai sekarang. Tapi aku tidak perduli, itu bukan urusan ku," ucap Poppy sambil menaikan bahunya, dia kembali mencicipi wine terhebat yang pernah dia minum.
"Apa kau pernah mendengar namanya?" tanya Ace.
"Tidak, yang pasti sikapnya berbanding terbalik dengan King, dia sangat membenci King. Ayo jangan membahas tentang Queen lagi Ace, aku bosan," rengek Poppy.
__ADS_1
_
Sementara di lain tempat King dengan berbaring menatap langit-langit kamar, dia kembali mengingat wajah Queen yang tampak berbeda tadi, kecantikannya yang tidak terlihat menyebalkan dan berhasil membuat jantung King berdebar, hal belum pernah dia rasakan sebelumnya pada wanita mana pun. "Tidak! Itu pasti karena aku terlalu memikirkan tentang taruhan," ucap King sambil menggelengkan kepalanya, dia mengambil ponsel dan menghubungi Sam untuk menemaninya bermain Billiard.