
Queen merasa sudah benar-benar gila, Queen sendiri bahkan tak percaya jika kini dia sedang berada di dalam mobil King! "Bagaimana jika kedua orangtuamu marah? Kau yakin aku tidak akan terbawa dalam masalah yang kau buat ini?" tanya Queen hati-hati.
Suara musik mobil sedikit di kecilkan oleh King, dia menoleh ke arah Queen dengan senyuman tipis yang tampak tenang, tidak sepanik Queen. "Tenang saja, aku pastikan hanya aku yang membuat masalah Queen, kau tidak akan mendapatkan masalah sedikit pun, percaya pada ku."
Dengan perlahan Queen menganggukkan kepalanya, lagi pula jika pun kedua orangtuanya akan memarahi Queen, dia juga akan beralasan jika King yang memaksanya. "Baiklah, walaupun aku sedikit ragu tapi aku akan mencoba percaya padamu Zack, namun jika kau berbohong jangan harap kau akan mendapatkan kepercayaan ku lagi," ancam Queen dengan tatapan menyelidiki.
"Baiklah, kau bisa memegang omongan ku Queen."
Saat itulah rasa khawatir Queen sedikit berkurang, dia lebih tenang sekarang dan bisa dengan leluasa menikmati perjalanan pulang yang terlihat indah, akhirnya dia bisa bersantai dan bebas melakukan hal yang dia inginkan di rumah, apalagi hanya ada sang Kakek yang tidak pernah mempersulit apapun yang dilakukan Queen. Mata Queen melirik sedikit ke arah King. "Lalu kau akan kemana setelah mengantar ku?" tanya Queen curiga, mungkin saja maksud King melakukan ini karena dia pun ingin diam-diam kabur dan memilih untuk berkumpul dengan teman-temannya di luaran sana.
"Aku akan kembali ke rumah paman ku dan menunggu kedua orangtuanya di dalam mobil," jawab King santai.
__ADS_1
Queen yang tadinya bersandar ke belakang kursi seketika menegakkan tubuhnya, dia menatap King tidak percaya. "Kau bercanda? lalu untuk apa kau mengantar ku? kau ingin menjebak ku bukan?agar aku terkena masalah karena sudah pulang terlebih dahulu!" pekik Queen tidak terima, seharusnya dia merasa aneh sejak awal karena King telah bersikap baik seperti ini.
"Astaga Queen, tidak bisa kah kau tidak selalu menaruh curiga kepada ku? aku benar-benar ingin melakukan semua ini demi mu."
"Demi ku?" ulang Queen memastikan jika telinganya dalam keadaan baik-baik saja.
Bertepatan dengan itu, ponsel King berdering kencang, membuat perdebatan mereka seketika hilang sejenak. "Jika kau masih tidak percaya dengar ini baik-baik." King menjawab panggilan dari Adam, dia menaruh ponselnya dan menekan loudspeaker. "Ya Dad?" ucap King sambil melirik Queen sesekali.
"Kau di mana King? acara akan segera di mulai, kau belum mengucapkan selamat pada paman dan bibi mu," ucap Adam terdengar cukup lembut, suatu tanda jika Adam adalah seorang Daddy yang penyabar.
"King, dengarkan Daddy, cepat bawa Queen kembali ke sini, apa yang harus Daddy katakan pada orangtuanya!" desis Adam dengan suara tertahan. Tak lama terdengar suara Kimberly yang cukup tidak jelas hingga suara Adam yang kembali terdengar. "King pergi, membawa Queen."
__ADS_1
"King! apa yang kau lakukan? cepat kembali ke sini! jika sampai terjadi apa-apa pada Queen apalagi sampai membuatnya menangis Mom akan menghentikan uang saku mu selama seminggu!" ancaman dari Kimberly cukup membuat King mendesis pelan, namun dia masih ingat jika ada Sam yang akan membantunya.
"Baiklah Mom, aku akan mulai menghemat untuk besok sampai minggu dapat," jawab King berat.
Geraman kesal juga terdengar dari arah sana. "Astaga King!" sepertinya Kimberly sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia langsung menutup panggilan begitu saja.
"Kau lihat? aku benar-benar melakukannya," ucap King lalu mengambil kembali ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam jas.
"Apa itu tidak masalah? uang saku mu?" tanya Queen hati-hati.
King menggelengkan kepalanya. "Kau tenang saja Queen, aku bisa mendapatkan uang dari mana saja."
__ADS_1
__
Crazy besok ya. Author baru beres dari masa-masa sibuk😂