Queen For The King

Queen For The King
47. Cinta?


__ADS_3

Keesokan harinya, Queen baru saja menyelesaikan kelas pertamanya bersama Fiona. Mereka berjalan ke arah lorong tempat loker dan tanpa diduga King dan Sam juga sudah berada terlebih dahulu disana. Baru saja Queen akan menyapa, King yang melihat Queen datang langsung menghindar, dia seakan menarik paksa Sam untuk pergi sambil berkata. "Sepertinya aku meninggalkan ponsel di kelas, ayo Sam sebelum ada yang mengambilnya." Kira-kira seperti itu yang Queen dengar, seakan King sedang berusaha untuk kabur.


"Bukankah tadi kau memainkan ponsel mu? ada di dalam sa—"


"Tidak, ponsel ku ada di kelas Sam," potong King yang kini sudah pergi membawa Sam pergi.


Melihat kejadian itu, Queen menoleh ke arah Fiona. Queen sudah menceritakan semuanya pada Fiona, mulai dari apa yang dia rasakan saat di rumah sakit dan ruangan basket kemarin. Fiona juga menyimpulkan jika Queen mulai menyukai King dan Queen pun merasa tidak terganggu dengan pernyataan itu.


"Dia masih menghindari mu sedari kejadian penolakan di lapangan itu?" tanya Fiona.

__ADS_1


Queen menganggukkan kepalanya. "Ya dan kemarin aku sudah meminta maaf padanya, kita bahkan hampir— ah aku bingung pada diriku sendiri Fiona," gumam Queen pelan.


"Sepertinya dia benar-benar mencintai mu Queen, dia menembak mu di depan umum dan kau menolaknya. Omg, jangan-jangan saat kemarin dia terlalu tertekan karena penolakan mu itu Queen, mungkin saja dia merasa takut akan mendapatkan kemarahan mu lagi. Tapi apa kau yakin kemarin King akan mencium mu?" tanya Fiona sedikit berbisik.


"Tentu saja aku sangat yakin Fiona, dia mendekat ke arah ku, jantung ku hampir lepas karena itu!" jawab Queen. "Aku pikir pernyataan cinta itu hanya bercanda Fiona, menurut mu aku harus bagaimana?" tanya Queen sedikit cemas, memang semenjak penolakan itu King selalu menghindarinya, tidak pernah lagi mengganggu Queen seperti dulu.


Fiona yang mengerti dengan perasaan Queen menatapnya dengan sedikit serius, ini adalah pertama kalinya Queen membicarakan seorang pria dan dari apa yang dikatakan Queen kemarin terlihat jelas jika keduanya sedang memiliki perasaan lebih satu sama lain. "Queen, coba kau pikirkan dan rasakan dengan pasti apakah kau mencintai King atau tidak, jangan sampai kau menyesal, ini pertama kalinya kau merasakan seperti ini pada seseorang bukan?"


"Queen, King pria yang memiliki wajah tampan, banyak wanita yang selalu berusaha mendekatinya, jika kau terlambat untuk mengakui perasaan mu kau akan kehilangan King, dia akan mulai merupakan mu dan memilih wanita lain," ucap Fiona pelan karena menyadari cukup banyak orang di sekitar mereka.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi apa kau yakin hal seperti itu bertanda jika aku mencintainya?" tanya Queen meyakinkan.


"Tentu saja Queen! jantung mu berdebar kencang, kau merasa canggung seketika saat bersamanya, kau tidak merasa keberatan bahkan kau tidak langsung mendorongnya saat King mendekat. Lihat, itu semua adalah ciri-ciri orang jatuh cinta Queen," jawab Fiona dengan penuh semangat.


"Tapi aku takut jika King hanya bercanda Fiona, aku dan dia selalu bertengkar setiap bertemu."


Fiona menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya perlahan. "Jika dia hanya bercanda dia tidak mungkin menghindari mu seperti itu Queen, dia bahkan tidak berani menatap mata mu."


"Lalu apa yang harus aku lakukan? aku tidak yakin Fiona," ucap Queen.

__ADS_1


"Untuk itu yakinkan lah dirimu dulu Queen, kau sudah mengenalnya lama, keluarga kalian sangat dekat, aku yakin King pilihan terbaik untuk menjadi kekasih mu."


__ADS_2