Queen For The King

Queen For The King
55. Foto Box


__ADS_3

Mobil King masuk ke dalam halaman luas rumah Queen, dia menghentikan mobilnya tepat di depan pintu dan melihat Queen sudah berada di sana bersama dengan Arabella. "Kalian hati-hati ya, semoga hari kalian menyenangkan," ucap Arabella ketika mengantarkan Queen masuk ke dalam mobil.


Sebelum King menjawab, Queen terlebih dahulu menjawab ucapan Arabella. "Baik Mom, kami akan bersenang-senang hari ini." Arabella hanya mengangguk senang dan melambaikan tangannya seolah meminta mobil mereka agar cepat pergi.


"Kami berangkat Aunty Bella," pamit King dengan ramah seperti biasanya. Setelah mobil berhasil keluar dari halaman, King menoleh ke arah Queen sambil sesekali melihat ke arah jalanan. "Apa ada sesuatu? sepertinya Mommy mu sedang bahagia," tanya King penasaran.


Queen menganggukkan kepalanya pelan, dia menoleh ke arah King dengan raut wajah tampak lelah. "Mom menggoda ku sedari tadi, mengapa kau tidak memberitahu jika Mommy mu sudah tahu tentang hubungan kita?" King lupa, dia benar-benar lupa jika Mommy nya pasti akan langung memberitahu Arabella tentang hubungan yang baru saja dia katakan. "Tapi tidak apa-apa, lebih cepat lebih baik mereka mengetahuinya," lanjut Queen.

__ADS_1


"Maaf aku lupa memberitahu mu, aku pikir mungkin sudah saatnya keluarga kita mengetahui hubungan ini," ucap King sambil mengulurkan tangannya menggapai tangan Queen dan mengusapnya lembut. Senyum Queen seketika mengembang, dia mengangguk pelan dan tidak lagi mempermasalahkan semua hal yang sudah terjadi.


__


Sesampainya di sebuah mall mereka masih memiliki waktu 1 jam sebelum film yang mereka tonton mulai, Queen menarik King pada sebuah tempat bermain yang cukup ramai, dipenuhi oleh anak-anak juga sepasang kekasih yang sedang asik bermain. "Untuk apa kita kesini?" tanya King bingung, sudah lama sekali dia tidak menginjakkan kaki pada tempat bermain seperti ini.


King menatap Queen tak percaya, dia menggelengkan kepalanya. "Permainan ini terlalu mudah Queen, lebih baik kita bermain itu." King menunjuk sebuah permainan basket yang berjajar 3 dengan rapi, 2 tempat sudah penuh dan hanya ada 1 yang kosong.

__ADS_1


"Itu terlalu mudah untuk mu," ejek Queen mengikuti nada bicara King sebelumnya.


"Tidak apa-apa, ayo. Aku akan mendapatkan tiket yang banyak dari permainan itu, aku akan menukarkannya dengan boneka untuk mu," ucap King dengan percaya diri, dia menarik tangan Queen dengan lembut menuju sebuah kasir dan membeli kartu yang sudah terisi lumayan banyak saldo di dalamnya. "Ayo!"


Langkah Queen terhenti sebelum mereka sampai di permainan basket, membuat King menoleh dan menatapnya bingung. "Sebelum bermain aku ingin kita kesana," ucap Queen sambil menunjuk sebuah tempat foto box berwarna pink.


King langsung menggelengkan kepalanya saat itu juga, dia melihat dari beberapa contoh foto yang ada didinding box beberapa orang terlihat sangat lucu dengan aksesoris anak kecil yang terlihat menggemaskan. "Tidak, itu khusus wanita, tidak mungkin bukan aku harus menggunakan topi seperti itu," jawab King.

__ADS_1


"Oh ayolah, aku ingin memiliki foto pertama kita yang menggemaskan," kekeh Queen sambil menarik paksa tangan King seperti seorang anak yang tidak ingin ditolak permintaannya oleh orangtua.


__ADS_2