
Malam yang ditunggu-tunggu Ace pun tiba, dia sudah bersiap dengan begitu rapi dan memastikan jika Queen tidak akan bisa menolak pesonanya. Malam ini Ace akan mengungkapkan cinta yang tidak pernah ada didalam hatinya, dia akan mengatakan sesuatu yang romantis agar bisa mendapatkan Queen dan menunjukkan jika King adalah pecundang yang sesungguhnya. “Malam ini adalah malam kekalahan mu King,” gumam Ace. Sudah lama dia tidak merasakan tantangan seperti ini, di mana pun dia berada dia selalu menjadi pemenang dan cukup membosankan, namun saat bertemu dengan King semuanya berubah, semangatnya kembali tumbuh.
Ace kembali manatap dirinya dalam pantulan cermin, sudah sangat tampan seperti biasanya. Ace juga sudah menyiapkan sebuah bunga yang begitu indah untuk Queen. Tiket konser VIP yang ada di tangannya dia masukkan ke dalam kecil yang siapapun tahu betapa mahalnya tas tersebut. “Baiklah, beberapa menit lagi aku akan berangkat,” gumam Ace sambil berjalan mengambil jaket kesayangannya, namun belum juga sampai dia menggapai jaket yang ada di dalam lemari, ponselnya berdering.
Senyum Ace mengembang saat melihat panggilan tersebut dari Queen, dia sudah mengira jika Queen akan mengabarinya untuk menanyakan apakah Ace sudah berangkat atau belum. Ya, seperti para wanita yang pernah berkencan dengannya. Tanpa menunggu lama, Ace mengangkat panggilan tersebut. “Hallo Queen? Aku akan berangkat sekarang, kau sudah bersiap bukan?” tanya Ace berusaha selembut mungkin.
__ADS_1
“Hallo Ace, maaf aku tidak bisa menghadiri konser malam ini, bisakah kau meminta oranglain saja untuk menggantikan aku? Kakek ku masuk rumah sakit dan aku sedang di perjalanan menuju rumah sakit,” ucap Queen dengan nada yang begitu tergesa. Saat Ace baru saja membuka mulutnya untuk menjawab, panggilan tersebut sudah dimatikan oleh Queen. Hal itu jelas membuat amarah Ace meledak, semua rencana yang sudah dia susun hancur berantakan, dia membanting ponselnya keras ke arah ranjang, tidak perduli jika nanti ponselnya akan terpental ke lantai atau tidak.
“Argh! Sial!” pekik Ace keras, semuanya menjadi kacau, tidak pernah dia dipermainkan seperti ini oleh seorang wanita. Tak ada satu wanita manapun yang berani membatalkan janji dengan Ace, harga dirinya terasa begitu diinjak dan emosi Ace kini harus segera dia luapkan.
**
__ADS_1
Dengan malas King menoleh dan memberikan tatapan tak suka pada Kimberly, dia baru saja pulang melepaskan beban yang ada di pikirannya dan kini harus kembali stress dengan teriakan Mommynya. “Ada apa Mom? Aku baru saja pulang berlatih basket,” gerutu King pelan.
Tak lama Adam muncul sambil merapikan jas dengan terburu-buru. “Untuk apa berdebat seperti ini? Ayo King masuk mobil, kita harus ke rumah sakit sekarang juga,” ucap Adam tanpa menghentikan langkahnya menuju pintu keluar.
King menatap Kimberly bingung, dia menjadi seperti orang bodoh yang tidak mengerti dengan situasi apa yang sedang dia alami kini. “Rumah sakit? Ada apa Mom?” tanya King mulai cemas, apakah ada salah satu keluarga mereka yang mengalami kecelakaan?
__ADS_1
“Kakek James jatuh sakit, kita harus cepat sampai di sana dan menenangkan Queen juga Ernest,” jawab Kimberly yang langsung mengekor Adam keluar dari dalam rumah.
“Apa? Benarkah Mom?” pekik King yang langsung panik dan merasa begitu khawatir dengan James yang selama ini selalu baik pada setiap orang. King dengan cepat berbalik dan keluar dari dalam rumah, masuk ke dalam mobil Adam yang sudah siap untuk pergi.