Rahasia Si Gadis Culun

Rahasia Si Gadis Culun
BAB 19 Jatuh Cinta


__ADS_3

Sebuah motor melaju membelah gelap dan dinginnya malam yang kian larut. Calvin membawa Michel dengan menggunakan motor besar kesayangannya. Namun sepanjang perjalanan, Michel terduduk tegap tanpa memegang Calvin meski motor Calvin melaju sangat cepat.


"Michel, apa kau tidak ingin memelukku atau sekedar berpegangan padaku? aku khawatir kamu bisa terjatuh jika seperti itu,"


"Tidak, terima kasih, aku tidak terbiasa berpegangan pada pria apalagi sampai memeluknya, aku punya batasan sendiri yang menjadi prinsipku."


"Apa prinsipmu Michel?" tanya Calvin penasaran.


"Cukup aku yang tahu prinsipku, karena aku yang akan menjalaninya," jawab Michel


"Jadi, apa selama ini kamu tidak pernah menyentuh pria?"


"Aku pernah memeluk pria, pria itu bernama Robert, dia Ayahku".


Calvin menarik bibirnya mendengar penuturan Michel. "Berarti aku lebih hebat darimu, karena seumur-umur aku tidak pernah memeluk wanita, bahkan ibuku pun tak pernah," Calvin tersenyum getir saat menyebut kata Ibu.


"Kenapa kamu tak pernah memeluk Ibumu?"


"Bagaimana aku ingin memeluknya, wajahnya saja aku tidak pernah lihat secara langsung, bahkan fotonya kini aku tak punya." Mata Calvin berkaca-kaca mengingat masa kecilnya yang hanya dihabiskan bersama Ayahnya seorang. Sungguh malang nasibnya, disaat seorang anak senantiasa mendapatkan peluk dan kasih sayang seorang Ibu, Calvin justru tidak mengetahui siapa Ibunya.


"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu bersedih." Hati Michel ikut terenyuh mendengar cerita Calvin yang amat memilukan itu.


"Nggak masalah, lagipula aku tidak sedang bersedih," bohong Calvin meski bulir air mata berhasil membasahi pipinya.


Entah kenapa jika membahas tentang Ibu, hati Calvin mudah tersentuh, meski ia tidak bertemu Ibunya.


Sepanjang perjalanan, Calvin terus mengajak Michel bercerita diluar pembahasan seputar Ibu. Ia ingin membangun keakraban dan kenyamanan antara Michel dengannya.


Hingga tak terasa, Calvin dan Michel tiba di rumah Michel.


"Apakah kamu tinggal dirumah ini sendiri?" tanya Calvin sambil melihat-lihat rumah yang tidak terlalu besar itu.


"Iya, aku hanya perantau dari desa, semua keluargaku ada di desa."


"Sebenarnya aku penasaran sekali sejak tadi, apa masalahmu dengan para preman itu?"


"Aku juga tidak tahu, mereka tiba-tiba menculikku dari rumah dan hendak membawaku pergi ke suatu tempat dengan mobilnya, tapi aku berhasil kabur dari mobilnya, sehingga mereka mengejarku,"


"Berarti mereka tahu dimana rumahmu?"

__ADS_1


"Iya, sepertinya mereka sempat membuntutiku saat pulang ke rumah"


"Apa sebaiknya kamu bermalam ditempat lain saja malam ini, aku khawatir mereka akan kembali mengusikmu, apalagi saat ini tubuhmu sedang terluka,"


"Tidak, itu tidak akan terjadi lagi,"


"Kamu yakin?"


"Iya,"


"Apa perlu aku menemanimu disini?" goda Calvin.


"Tidak perlu," wajah Michel bersemu merah.


Calvin tersenyum melihat wajah Michel yang memerah seperti orang yang baru pertama kali di goda, namun faktanya memang seperti itu. Ini pertama kalinya di goda oleh pria lain selain ayahnya.


"Terima kasih sudah mengantarku dan membantuku hari ini, aku berutang budi padamu," ucap Michel. "Oh iya, jaketmu akan ku cuci dulu karena sudah terkena darahku," lanjutnya kemudian menunjuk jaket yang sedang dipakainya.


"Astaga gadis ini, berutang budi apanya, santai saja, aku tak pernah memberikan utang padamu." Michel tersenyum simpul mendengar perkataan Calvin.


Degh


"Ya sudah, kalau gitu aku pamit dulu, bye," ucap Calvin lalu melajukan kembali motornya.


Michel kembali tersenyum, ia lalu masuk kembali ke dalam rumahnya.


-


Di Mansion Darold Archer


Darold nampak kembali mondar-mandir di ruang tamu menunggu sang putra yang entah dimana dan sedang apa hingga lagi-lagi dia harus pulang larut malam seperti ini.


Sesekali Darold melirik jam antiknya yang terpasang indah di ruang tamunya, pukul 01.30 tengah malam. "Astaga.. anak ini makin tua malah makin sulit di atur," dumel Darold bermonolog.


Hingga beberapa saat kemudian, suara deru motor Calvin berhenti di depan mansion. Tak lama setelah itu, pintu rumah dibuka dengan sangat hati-hati, berharap kali ini sang Ayah sudah tidur.


Perlahan namun pasti, Calvin melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang sudah gelap itu, namun langkahnya tiba-tiba berhenti oleh suara bass ayahnya.


"Dari mana lagi kamu Calvin?"

__ADS_1


"Astaga Daddy, lama-lama aku bisa jantungan jika seperti ini terus," ujar Calvin sambil mengusap dadanya yang berdetak kencang.


"Jangan salahkan Daddy, ini semua karena ulahmu sendiri yang tak patuh pada Daddy, sudah berapa kali Daddy katakan, jangan pulang ralut malam, kau tahu kenapa?"


"Tidak Daddy." Calvin tertunduk lesu.


"Karena Daddy adalah seorang mafia, dan seorang mafia seperti Daddy ini musuhnya sangat banyak, bahkan ada dimana-mana. Daddy hanya tidak ingin kamu diserang oleh musuh saat lengah di malam yang sudah larut seperti ini," terang Darold.


"Apa kau mengerti Calvin?" lanjut Darold tegas.


"Me-mengerti Dad."


"Ya sudah, pergilah tidur sekarang."


"Baik Dad."


Calvin akhirnya masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk.


"Michel.. michel.." gumam Calvin dengan senyum merekah di wajahnya, "meski kita baru beberapa kali bertemu, namun hati tak bisa bohong, sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu," gumamnya lalu tenggelam dalam mimpinya.


--


"Apa? gagal? membawa seorang gadis culun saja kalian gagal? dasar bo**h kalian semua!" umpat Rena kepada Ronald dan anak buahnya melalui sambungan telfon.


"Maaf nona, kami sudah berusaha, tapi gadis itu sangat cerdik, kuat dan jago beladiri," terang Ronald di seberang telfon.


"Apa? cerdik? kuat? jago bela diri? apa kamu yakin?"


"Yakin nona, aku salah satu korbannya, bahkan aku hampir pingsan tadi dibuatnya," jujur Ronald.


"Baiklah, sudah dulu," Rena mengakhiri telfonnya.


"Sebenarnya kamu ini siapa Michel? apa yang sedang kamu sembunyikan? mengapa aku merasa kamu seperti memiliki banyak rahasia," batin Rena.


Rena kemudian kembali menghubungi seseorang.


"Halo Mr. X, aku ingin meminta bantuanmu, carikan aku informasi lengkap tentang seseorang bernama Michel, yang saat ini sedang bekerja di DA Group divisi IT."


-Bersambung-

__ADS_1


Yuk dukung karya ini, dengan like, koment, gift dan vote. Terima kasih.


__ADS_2