
Semenjak mendengar perkataan Rena, Michel lebih banyak diam. Dan akan bersuara seadanya jika ada yang mengajaknya bicara.
Bagi Michel saat ini, menjadi gadis culun dan terlihat lemah di hadapan orang-orang di tempat kerja memang adalah tujuannya, namun bukan berarti sampai harus di pecat. Sejujurnya, Michel merasa khawatir jika dia benar-benar di pecat. Bukan karena takut kehilangan pekerjaan di DA Group, hanya saja, ia takut rencananya untuk menguak kecurangan Darold akan sulit ia jalankan jika ia tidak bekerja di DA Group.
Saat sedang fokus dengan komputernya, Robin memanggil Michel. "Michel, apa kamu sudah menyelesaikan tugas yang kemarin aku berikan padamu?" tanya Robin.
"Sudah pak," jawab Michel sembari berjalan ke meja Robin lalu memberikan beberapa berkas kepada Robin dan diam sambil berdiri tepat disampingnya menunggu hasil pemeriksaan Robin.
Robin mulai memeriksa semua berkas yang diberikan Michel. Semakin lama memeriksa, ia semakin mengerutkan keningnya melihat hasil pekerjaan Michel yang tidak seperti biasanya, "tumben rapi," batin Robin, "apa kamu sudah menambahkan rincian barunya? ku dengar pak Alfred baru saja mengeluarkan rinciannya tadi pagi di grup kerja kita," lanjutnya bertanya.
"Sudah pak," jawab Michel singkat.
"Oh iya, aplikasi yang di jabarkan disini ada perubahan, apa kau sudah memperbaikinya?"
"Sudah pak,"
"Oh iya, mengenai lampiran gambarnya, apa sudah di edit sesuai ketentuan baru?"
"Sudah pak,"
Robin membuka mulutnya ingin bertanya lagi namun mulutnya ia tutup kembali karena ia sendiri sudah kehabisan pertanyaan. Robin lalu mengalihkan tatapannya pada Franz, seolah bertanya tentang perubahan sikap Michel. Biasanya, Michel saat mengerjakan tugas akan banyak bertanya dan banyak kesalahan, butuh penjelasan lebih dari sekali baru dia bisa paham, namun kali ini tidak. Kerjaannya rapi dan cepat, bahkan ia tidak bertanya sama sekali.
Franz yang menyadari arti tatapan Robin hanya bisa mengedikkan bahu lalu kembali
__ADS_1
menatap komputer di hadapannya.
"Ya sudah, kamu boleh kembali ke tempatmu, lain kali kalau kamu mengerjakan tugas, kerjakan seperti ini, jadi aku tidak perlu capek-capek menjelaskan sampai mulutku berbusa." Robin ingin bercanda sedikit, namun,
Krik krik krik
Hanya suara jangrik yang terlintas dipikirannya, karena tak ada yang merespon candaannya. Michel bahkan kembali ke tempat duduknya tanpa ekspresi apapun, sementara Franz masih fokus dengan komputernya, atau bahkan Franz sama sekali tidak mendengar candaan Robin.
--
Sementara di ruang kerja lain, Rena tampak sedang berpikir keras, bahkan keningnya berkerut dan alisnya hampir bertautan.
"Siapa kamu sebenarnya Michel? entah kenapa, aku merasa sepertinya kamu bukan orang sembarangan," batin Rena dengan kedua tangannya saling bertautan dan menopang dagunya di atas meja.
Seketika lamunan Rena buyar saat mendengar suara Alena, "eh, nggak papa kok." Rena kembali bersikap biasa saja lalu melanjutkan pekerjaannya.
Ting, suara pesan masuk di ponsel Rena.
Mr. X
Temui aku di Eco Resto siang ini. Ada hal penting yang baru saja aku dapatkan.
Membaca pesan dari rekannya bernama Mr. X, membuat Rena semakin penasaran, ia lalu menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat. Pasalnya, Mr. X adalah orang yang dia perintahkan untuk menyelidiki Michel.
__ADS_1
--
Siang hari di Eco Resto
"Ini adalah foto orang tua Michel di desa, namanya Robert dan Nola, kata orang-orang di desa itu, Michel adalah anak kandung mereka yang mereka bawa pulang setelah kurang lebih 5 tahun mereka bekerja di kota ini. Tapi anehnya, setelah ku telusuri, ternyata Michel adalah anak yang mereka angkat menjadi anak mereka saat usianya masih 1 tahun." Orang yang memiliki nama samaran Mr. X itu memberikan beberapa foto Robert dan Nola kepada Rena.
Rena menerimannya lalu memperhatikan satu per satu foto tersebut. "Jadi, apa kamu sudah menelusuri jejak Michel sebelum jadi anak angkat mereka? dan bagaimana riwayat pendidikan Michel yang sebenarnya? aku tidak yakin dia hanya gadis biasa dari desa, mendengar kemampuan bela dirinya, aku rasa dia telah dilatih secara khusus selama ini," selidik Rena.
"Sayangnya riwayat hidupnya sebelum menjadi anak angkat sangat bersih, bahkan pekerjaan kedua orang tua angkatnya saat masih di kota juga bersih, seolah sengaja dibersihkan oleh seseorang. Mengenai pendidikan, dia pernah kuliah jurusan IT di sebuah universitas terkenal di Amerika, aku bahkan menyuruh temanku yang pernah kuliah disana untuk memeriksanya secara langsung, dan kamu tahu Rena, dia adalah salah satu lulusan terbaik yang lulus di usia yang masih sangat muda, yaitu 19 tahun." Terang Mr. X ikut kagum.
"Wah, berarti anggapanku mengenai dia yang hanya lulusan SMA itu salah. Pantas saja, jika dilihat dari penampilannya, Michel itu seperti gadis bodoh dan culun, namun saat ia berbicara, terlihat jelas kalau dia bukan orang bodoh yang bisa di tindas, hanya dengan beberapa kata saja, ia sudah mampu membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya," tukas Rena ikut kagum.
"Itulah sebabnya, don't judge a book by its cover." Rena ikut mengangguk menyetujui perkataan Mr. X. "Oh iya, kenapa kamu malah menyelidiki gadis ini? Bukannya kamu memiliki tugas lain?" tanya Mr.X kemudian.
"Iya aku tahu, hanya saja firasatku mengatakan bahwa Michel memiliki hubungan dengan tugas yang sedang aku jalankan saat ini," jawab Rena.
"Baiklah kalau begitu aku harus pergi, jangan sampai ada yang melihat kita, bisa-bisa tugas kita gagal," ujar Mr.X.
Orang yang memiliki julukan Mr. X pun akhirnya pergi. Sementara Rena kembali melanjutkan makan siangnya seolah tidak terjadi apa-apa.
"Sebaiknya aku langsung memeriksanya sendiri, sepertinya itu lebih baik," batin Rena, lalu menyuapkan makan siangnya dan menikmati setiap suapan dengan lahap.
-Bersambung-
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu yah kak, dengan cara like, favorit, vote, dan giftnya. Terima kasih 🥰.