
Malam ini, semua kantor pers tengah di hebohkan dengan munculnya video live streaming di situs online mereka yang memperlihatkan seorang Darold Archer, CEO dari DA Group yang berbicara dengan seorang wanita.
"Apa yang terjadi, kenapa video ini muncul di sini?" tanya seorang pria bernama Jack, selaku Pemimpin Redaksi yang sangat mengenal Darold.
"Sepertinya situs online berita kita sedang di retas pak," jawab seorang pria yang tengah sibuk menghentikan video itu.
"Lalu kenapa kalian biarkan? cepat hentikan! kalian tahu siapa orang yang berada dalam video itu? bisa tamat riwayat kita kalau kita biarkan video seperti ini menyebar," perintah Jack.
"Ini sementara saya usahakan untuk menghentikannya pak, tapi sulit sekali.." ucap pria itu dengan tangan yang tidak berhenti bergerak di atas keyboardnya, "astaga sistem kita error!" lanjut pria itu terkejut saat mendapat layar komputernya berubah menjadi biru dengan kode-kode aneh yang mucul di dalamnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Jack sedikit panik.
"Maaf pak, saya sudah berusaha menghentikannya, tapi tiba-tiba sistem di komputer kita malah error."
"Astagaaaa, bagaimana ini," ucap Jack sambil menjambak rambutnya sendiri merasa frustasi bercampur khawatir.
--
Di tempat lain, Calvin yang baru saja pulang dari apartemen tempat ibunya berada sedang dalam perjalanan menuju mansionnya. Namun, saat di tengah jalan, Calvin melihat video yang memperlihatkan ayahnya sedang berbicara dengan seorang wanita terpampang jelas di videotron yang berada di pinggir jalan.
Bukan hal yang baru lagi bagi Calvin melihat Darold di layar publik, namun motornya tiba-tiba berhenti saat mendengar Darold menyebut nama Michel. Hal ini tentu membuat pengendara motor di belakangnya terkejut dengan motor Calvin yang berhenti tiba-tiba. Tak ingin mengambil resiko, Calvin memutuskan untuk menepikan motornya bersamaan dengan pengendara lain yang penasaran dengan isi pembicaraan dalam video tersebut.
"Michel? apa mungkin dia Michel yang ku kenal, tapi dari suaranya memang mirip sih," monolog Calvin tanpa mengalihkan pandangannya dari videotron tersebut.
__ADS_1
"....Benar, nama saya Rachel, tepatnya Rachelia Edward....."
Degh
"Rachelia Edward? Jadi Michel adalah Rachelia Edward?" Jantung Calvin berdegup kencang, ia benar-benar tidak menyangka bahwa gadis yang ia cintai adalah gadis yang selama ini ia cari.
"Apa ini yang Michel katakan tadi pagi? inikah alasannya dia menolakku mentah-mentah?" Perkataan Michel pagi itu seketika berputar kembali di pikirannya.
Di tengah rasa kecewanya terhadap Michel, Calvin kembali di buat kecewa oleh pengakuan Darold atas kecurangannya selama ini. Hingga saat ia melihat ayahnya mulai menyerang ke arah Michel yang wajahnya tidak terlihat, Calvin buru-buru melajukan motornya. Kali ini tujuannya bukan ke mansion, melainkan kantor DA Group, tentu saja Calvin tahu setelah melihat background Darold dalam video itu.
Calvin melajukan motornya dengan kecepatan maksimal, pikirannya saat ini benar-benar kalut oleh fakta-fakta yang ia dapatkan hari ini, baik dari Michel maupun dari Darold. Di satu sisi, ia ingin membela ayahnya, namun di sisi lain, ayahnya memang terbukti bersalah di tambah publik yang sudah mengetahui semuanya. Membebaskan ayahnya hanya akan menambah citra negatif untuk ayahnya dan hukum di mata publik.
Tak menunggu lama, Calvin kini tiba di depan gedung DA Group, dimana saat ini beberapa mobil polisi telah menunggu dengan siaga. Calvin langsung berlari ke arah pintu masuk, namun terhenti saat ia mendapati ayahnya dan para anak buahnya tengah berjalan keluar dengan di kawal beberapa polisi.
"Daddy?" panggil Calvin saat melihat Darold telah di giring oleh polisi.
Darold menoleh sejenak, lalu kembali berjalan seolah ia tidak peduli dengan kehadiran putranya. Namun baru beberapa langkah, Darold menghentikan langkahnya dan berbalik memanggil Calvin.
"Calvin,"
"Iya Daddy,"
"Jangan pernah lagi kau berteman dengan gadis yang bernama Michel, dia adalah Rachelia Edward, dan aku tidak ingin kau memiliki hubungan dengannya. Daddy di tangkap malam ini pun karena ulahnya." Darold langsung kembali berjalan masuk ke dalam mobil setelah memberikan peringatan itu kepada putra semata wayangnya.
__ADS_1
Mendengar peringatan itu, Calvin merasa tembok yang ada di antara ia dan wanita yang bernama asli Rachel semakin tinggi. Mungkin Calvin bisa berbesar hati menerima fakta bahwa Michel adalah Rachel, namun mengetahui fakta itu, ia merasa bersalah sekaligus merasa sedih.
Merasa bersalah karena ia tahu, ayahnya adalah penyebab orang tua Rachel meninggal. Dan merasa sedih karena melalui Rachel, ayahnya kini di tahan polisi. Kalau saja bukan Rachel yang membuat ayahnya masuk penjara, mungkin Calvin tidak akan se sedih ini.
Disisi lain, Rachel sedang menatap sendu pria yang ia cintai namun tidak bisa ia miliki. Melihat gerak-gerik Calvin, Rachel tahu bahwa saat ini Calvin sedang sedih bercampur kecewa.
"Maafkan aku, ini memang sudah menjadi misiku sejak awal datang kemari, dan aku tidak ingin misi ini gagal hanya karena persoalan cinta," monolog Rachel.
Meskipun Rachel tahu, masih ada dalang yang sebenarnya dibalik semua ini, namun tetap saja Darold harus dihukum atas perbuatannya.
Rachel kini melajukan mobilnya saat mobil polisi yang membawa Darold mulai berjalan. Tanpa ia sadari, ternyata Calvin juga ikut mengekori mobil polisi tersebut.
Rachel semakin menambah kecepatan mobilnya tatkala mobil polisi di depannya semakin melaju kencang, hingga saat mobil polisi itu melewati sebuah perempatan, mata Rachel dibuat terbelalak seketika saat ada mobil besar yang datang dari sisi kanan dengan keceptan tinggi dan langsung menabrak mobil polisi tersebut.
Braaaak
"Tidaaaaaak," refleks Rachel maupun Calvin berteriak melihat mobil yang membawa Darold terhempas jauh bahkan beberapa kali berguling-guling.
Calvin seketika menghentikan motornya dan langsung berlari ke arah mobil tersebut, begitupun Rachel yang juga ikut berlari ke arah yang sama. Rachel memang ingin balas dendam, namun ia tidak ingin Darold sampai meninggal, baginya, mendekam di penjara sudah cukup untuk membuatnya jera.
Saat Calvin dan Rachel tiba di dekat mobil itu, mereka baru tersadar akan kehadiran satu sama lain. Manik mata mereka saling bertemu.
Degh
__ADS_1
-Bersambung-