Rahasia Si Gadis Culun

Rahasia Si Gadis Culun
BAB 9 Nah, kena kau!


__ADS_3

Michel saat ini sedang menangis sesegukan sambil meringkuk disamping tempat tidurnya. Setelah mendengar cerita dari Nola, hatinya begitu sakit. Ia seakan ingin menyalahkan, namun entah siapa yang harus ia salahkan.


Rasanya sesak mengetahui orang tua yang selama ini merawatnya dengan kasih sayang, ternyata bukanlah orang tua kandungnya. Dan lebih parahnya lagi, kedua orang tua kandungnya telah tiada.


"Ternyata namaku Rachelia Edward, anak dari Edward Davidson dan Vera M. Ramsey, pimilik Edward Group," ujar Michel mengulangi penjelasan Nola.


"Berita yang sempat ku baca 4 tahun lalu, tentang satu keluarga yang tewas dalam insiden ledakan itu ternyata tidak benar, masih ada anaknya yang masih hidup, dan itu aku, aku masih hidup. Entah apa yang terjadi diluar sana, aku curiga dengan penyebab kematian kedua orang tuaku," monolog Michel dengan mata merah yang masih gencar mengeluarkan air matanya.


Nola memang sudah menceritakan kebenaran kepada Michel, tapi tidak semuanya. Ia tidak ingin menceritakan mengenai klan mafia ayahnya dan penyebab kematiannya.


Bukannya tidak ingin jujur, Nola hanya menjalankan amanah dari majikannya nyonya Vera, yang meminta agar Nola tidak membiarkan Rachel terjun ke dunia bawah tanah seperti ayah dan ibunya.


Cukup lama Michel menangis, meluapkan emosi yang ia rasakan saat ini. Hingga akhirnya ia bangkit dan berjalan mendekati komputernya.


"Aku nggak boleh lemah!" monolog Michel menyemangati dirinya sendiri.


Saat ini, Michel sedang berada di depan komputernya. Jari-jari tangannya mulai bergerak begitu cepat. Saat ini, ia berusaha mencari kebenaran dari kematian kedua orang tuanya. Entah kenapa, ia merasa ada yang janggal dari kematian kedua orang tuanya. Dan ia tahu, mama Nola tidak menceritakan semua kebenarannya.


Michel tidak ingin memaksa mama Nola untuk memberitahukan semuanya, ia yakin ada alasan tersendiri mengapa ia merahasiakannya.


Dengan berbekal alamat dan waktu ledakan rumahnya yang ia peroleh dari mama Nola, Michel mulai menjelajah ke seluruh jaringan yang terkait dengan waktu dan lokasi kejadian. Kurang lebih 30 menit ia mencari, hingga akhirnya ia berhasil mendapat sebuah video yang berasal dari CCTV rumah tetangga, meski agak berjauhan, tetapi dapat memperlihatkan dengan jelas apa yang terjadi malam itu didepan rumah.


Michel menutup mulutnya dengan satu tangannya saat ia melihat apa yang terjadi malam itu. Beberapa mobil hitam datang, dan dari dalam mobil tersebut keluar beberapa pria berseragam serba hitam. Mereka yang berjumlah sangat banyak kemudian melakukan penyerangan kepada beberapa orang yang Michel duga adalah bodyguard rumah itu.

__ADS_1


Hingga tak lama kemudian semua pria berseragam yang tadi sempat masuk kedalam rumah, kini semua keluar dengan terburu-buru, dan beberapa detik setelahnya rumah itupun meledak.


"Ya ampun, ini bukan kecelakaan, tapi ini pembunuhan!" pekik Michel dengan mulut yang ia tutup dengan tangannya agar tidak terdengar oleh mama Nola. "Astaga tidak bisa ku biarkan, kenapa tidak ada sama sekali yang memberitakan ini dengan benar? seolah-olah ada yang mengatur semuanya." Michel nampak sangat marah mengetahui fakta dibalik kematian orang tuanya.


Ia kembali memperhatikan video tersebut, "Oh iya plat nomor mobilnya," gumam Michel saat melihat mobil-mobil mereka yang terparkir memperlihatkan jelas plat nomornya. Michel pun kemudian memulai aksinya lagi dengan melacak plat nomor mobil tersebut satu persatu.


"Astaga plat nomor mobilnya semua palsu, ada apa ini? sepertinya memang sudah direncanakan," kesal Michel seraya memijit pangkal hidungnya yang mulai terasa pusing.


Namun, beberapa saat kemudian, ada salah satu dari pria berseragam hitam itu yang wajahnya tertangkap kamera.


"Nah, bagus," seru Michel, kemudian ia kembali memainkan jari-jari lentiknya diatas keyboardnya untuk melacak pria tersebut melalui wajahnya.


"Black Wolf? Mafia? kenapa orang tuaku diserang mafia?" Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan gadis 19 tahun itu.


Sekali lagi, Michel mulai mengetik kode-kode untuk masuk dalam situs rahasia mereka, selama 10 menit jari-jari Michel tak berhenti bergerak lincah diatas keyboardnya.


"Nah! kena kau!" seru Michel tersenyum miring.


--


"Ya ampun.. apalagi ini?" gumam Ferdi saat melihat sistemnya ada yang coba membobolnya.


"Beberapa tahun yang lalu DA group, sekarang Black Wolf, apa orang ini sama yah?" monolog Ferdi masih terlihat santai sambil menghalangi aksi pembobolan itu.

__ADS_1


Ferdi dan Roby di tugaskan Darold untuk menjaga data rahasia milik Darold, baik itu dari DA group ataupun dari Black Wolf.


Semakin lama, Ferdi terlihat kewalahan menghadapi pembobol yang begitu cepat itu.


"Oke, kalau begitu aku akan mengirimkanmu virus." Ferdi mengirimkan virus pada pembobol, awalnya aksinya sedikit melambat setelah dikirimkan virus, namun tiba-tiba aksinya kembali cepat, dan virus yang dikirim Ferdi tadi malah berbalik kepadanya.


"Gawat Rob.. situs informasi rahasia kita kembali ada yang coba membobolnya!" pekik Ferdi mulai panik, sebab dari tadi ia berusaha mencegahnya namun hasilnya nihil.


"Apa? coba ku lihat?" Roby mendekati komputer Ferdi.


"Astaga, kirimkan dia virus Fer!" seru Roby yang juga mulai terlihat panik.


"Sudah Rob, tapi virus yang ku kirimkan semuanya kembali kepadaku!"


"Ya ampun, biar ku coba menghalanginya." Roby mengambil alih.


Namun beberapa saat kemudian


"Oh no! habislah kita Fer, dia berhasil masuk dan dia membuat komputer kita saat ini error," ujar Roby lesu.


-Bersambung-


Yuk dukung karya ini, dengan like, koment, gift dan vote. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2