Rahasia Si Gadis Culun

Rahasia Si Gadis Culun
BAB 6 Sangat Cantik


__ADS_3

Michel saat ini sedang dikelilingi oleh 5 orang pria yang usianya berkisar antara 18-20 tahun.


Begitulah Michel, saat berhadapan dengan orang, ia akan memperkirakan usia mereka agar ia tahu bagaimana seharusnya ia akan bersikap kepada mereka.


Beberapa kali mereka mencoba melepas kacamata Michel, namun Michel dapat dengan cepat menghindari mereka.


Merasa kesal karena Michel selalu berhasil menghindar, seorang pria nekat memeluk tubuh Michel dari belakang.


"Hey, cepat buka kacamatanya," seru pria itu.


"Baiklah," teman pria itu mendekat hendak mengambil kacamatanya namun ia malah mendapat tendangan dari Michel.


Michel yang belum pernah disentuh pria tentu merasa sangat kesal, tanpa menunggu lagi, Michel langsung membenturkan kepalanya pada hidung pria di belakangnya, saat pria itu melepas pelukannya, Michel langsung berbalik dan membantingnya ke tanah lalu memuntir tangan pria itu kebelakang hingga pergerakan pria itu terkunci dan pria itu meringis kesakitan.


Melihat temannya kesakitan setelah medapat perlawanan dari Michel, sontak 4 pria lain merasa takut untuk melawan. Mereka tidak pernah menduga jika anak SMA yang mereka hadang ini mahir bela diri.


"Berani sekali kalian mengganggu seorang anak perempuan seperti ini, pergi sana! jangan coba-coba mengganggu disini atau ku patahkan tangan kalian seperti ini," hardik Michel sambil memperlihatkan contohnya dengan menarik tangan pria yang saat ini berada di bawahnya sambil terlungkup sehingga pria itu semakin berteriak kesakitan.


"Ma-maafkan kami, kami tidak akan melakukannya lagi," sahut teman pria yang lain lalu berlari pergi meninggalkan temannya yang masih dalam keadaan terkunci.


"Dan kau! berani sekali kau menyentuhku, awas saja jika kejadian ini terulang lagi pada orang lain, aku tidak akan segan-segan menarik tanganmu ini hingga patah," ancam Michel lalu melepas pria itu.


"Maafkan aku, ini tidak akan terulang lagi," kata pria itu lalu berlari menyusul temannya.


--


Di rumah, Nola terlihat menunggu di depan pintu rumah.


"Michel kemana yah? nggak biasanya dia terlambat pulang." Nola berbicara sendiri pada dirinya.


Tak lama kemudian, Michel datang dengan wajah kesalnya.


"Kamu kenapa Michel? kenapa wajahmu terlihat sangat kesal?" selidik Nola.


"Maaf Ma, tadi Michel diganggu oleh 5 pria, dan satu pria memelukku, ish kesel kesel kesel, hiks" gerutu Michel langsung menangis.


"Terus apa yang kamu lakukan pada 5 pria itu Michel? dan kenapa kamu menangis?" tanya Nola memancing kejujuran Michel.


"Aku membanting pria yang memelukku Ma, terus mereka semua pergi. Dan aku nangis karena aku merasa jijik dipeluk kayak tadi Ma, padahal aku udah punya prinsip sendiri," dengus Michel.

__ADS_1


"Bagus, mereka memang pantas diberi pelajaran Michel, kemampuanmu bukan digunakan untuk balas dendam tapi untuk melindungimu saat terdesak. Oh iya, prinsip apa yang kamu maksud?" tanya Nola lagi.


"Yaa aku nggak mau disentuh selain suami aku nanti lah Ma, mama kan tahu sendiri kalau aku nggak pernah menyentuh pria manapun kecuali papa." Nola tersenyum lebar mendapat jawaban jujur dari nona mudanya itu.


"Wah.. rupanya anak gadis mama sudah dewasa yah, udah mikirin suami," goda Nola membuat Michel salah tingkah dengan wajah yang memerah bak kepiting rebus.


"Ih mama, jangan gitu dong.. Michel kan malu," rengek Michel manja.


"Hahaha.. oke oke, oh iya selamat yah atas kelulusan kamu, mau kuliah dimana kamu setelah ini Michel?" tanya Nola kemudian.


"Hmm apa aku boleh keluar dari desa ini untuk kuliah?" tanya Michel sedikit ragu.


"Tentu saja, melihat kemampuan bela dirimu serta kejeniusanmu, sepertinya mama tidak perlu lagi khawatir melepasmu sendiri.


"Wah terima kasih Ma, aku ingin kuliah diluar negeri saja deh," cicit Michel semangat.


"Terserah kamu saja kamu mau dimana, mama akan mempersiapkan semuanya," tukas Nola tersenyum.


-


Malam itu, saat Michel sudah tertidur pulas karena kelelahan, seseorang datang mengetuk pintu rumah Nola dan Robert.


"Maaf bu, kami ingin melakukan survey penduduk, karena terlalu banyak warga, jadi kami melakukannya sampai malam," ujar pria itu.


Cukup lama Nola menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pria itu, namun ia mulai curiga pada pria itu saat pria itu menanyakan usia putrinya.


"Usia putri kami ba..-" ucapan Robert terpotong saat Nola membesarkan suaranya untuk menjawab pertanyaan pria itu.


"Anak kami itu baru saja lulus SMA hari ini, dan sebentar lagi dia akan melanjutkan kuliahnya beberapa bulan ke depan," jawab Nola tanpa melirik ke arah Robert yang juga ikut mengangguk membenarkan.


Setelah itu, pria asing yang ternyata merupakan orang suruhan dari klan Black Wolf itu pulang tanpa membawa kecurigaan apapun karena usia anak perempuan yang ia cari adalah 16 tahun, usia untuk anak kelas 1 SMA dan bukan anak kuliah.


"Sayang, lain kali jika ada orang yang menanyakan usia Michel, jangan pernah menjawabnya dengan gamblang, cukup katakan bahwa dia sudah kuliah, atau dia sudah tamat kuliah jika saat itu usianya antara16-18 tahun," pinta Nola dan Robert mengangguk paham akan maksud dari istrinya itu.


--


Dan disinilah Michel saat ini, sebuah universitas terkenal yang memiliki jurusan IT terbaik di dunia. Bertempat di Amerika Serikat.


Sengaja Michel memilihnya karena Michel benar-benar ingin memperdalam kemampuannya dalam bidang IT.

__ADS_1


Masih dengan style kacamata bulat dan tebalnya, Michel memasuki ruangannya, dan tentu saja keberadaannya langsung menjadi pusat perhatian.


"Hai.. siapa namamu? kamu sangat cantik " sapa seorang wanita yang berada disampingnya.


Entah bagaimana perasaan yang harus Michel rasakan, apakah bahagia atau justru tersindir dengan perkataan cantik dari wanita itu.


"Hai, namaku Michel, terima kasih, aku anggap itu pujian untukku, nama kamu siapa," tanya Michel kembali.


"Namaku Shally, Tentu saja itu pujian, kamu memang sangat cantik, dan itu terpancar alami diwajamu, dan kacamata ini tidak mampu menutupinya," ujar Shally samhil menunjuk kacamata Michel, "usiamu berapa? kamu terlihat seperti anak SMA." lanjutnya bertanya.


Senyuman tipis berhasil tersungging di wajah Michel, ini merupakan kali pertamanya di puji oleh seseorang.


"Terima kasih banyak Shally. Kamu juga sangat cantik, umurku 16 tahun sekarang" ujar Michel kepada Shally.


"Apa? 16 tahun? Muda sekali yah, atau aku yang ketuaan yah? usiaku 18 tahun sekarang," celetuk Shally tercengang mendengar usia Michel yang 2 tahun lebih muda darinya.


"Nggak kok, aku aja yang terlalu cepat sekolah," tukas Michel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.⁰


"Oh gitu yah, hehe," ujar Shally terkekeh.


Pertemuan pertama mereka ternyata merupakan awal dari persahabatan mereka. Ini adalah pertama kalinya Michel memiliki teman, teman berbagi, teman bercerita, teman yang akan membelanya saat ada yang mencoba merundungnya serta teman yang akan dia lindungi jika ada yang mengganggunya.


"Michel, hari ini aku mau menjemput sepupuku di bandara, apa kamu mau ikut? sekalian aku ingin memperkenalkannya padamu," ajak Shally saat sedang berjalan pulang bersama Michel menyusuri halaman kampus mereka yang luas.


"Maaf Shal.. hari ini aku ada urusan, lain kali aja yah" tolak Michel halus.


"Yaaah.. okelah kalau gitu, lain kali aku pasti akan memperkenalkanmu dengannya," ujar Shally.


"Oke.. bye Shally.." ucap Michel


Merekapun berpisah di depan gerbang kampus mereka.


--


"Dimana sih penjemputku ini? lama sekali," gerutu seorang pria tampan berusia 18 tahun.


"Hai Calvin sepupuku sayang, maaf yah jemputnya telat sedikit," sapa Shally dengan senyuman tanpa dosanya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2