Rahasia Si Gadis Culun

Rahasia Si Gadis Culun
BAB 40 Misi Pertama Berhasil!


__ADS_3

Darold perlahan membuka matanya, ia memperhatikan seluruh isi ruangan yang tampak tidak asing baginya.


"Ini kan di kantor? apa yang terjadi?" gumam Darold sambil mengusap matanya saat menyadari dirinya sedang berada di kursi tempat ia biasa bekerja.


"Anda sudah sadar tuan?" tanya seorang gadis berkacamata dengan pakaian serba hitam yang datang dengan membawa secangkir kopi.


"Bukankah kau Michel? pegawai baru di perusahaan ini," tanya Darold dengan jari telunjuk yamg mengarah kepada Michel.


"Iya tuan, betul," jawab Michel dengan senyuman tipis.


"Apa kau yang membawaku kesini? mana orang-orang yang tadi menghadang mobilku?" tanya Darold dengan tatapan tajamnya.


"Tenang tuan, memang saya yang membawa anda kesini, tapi saya sudah menyuruh mereka untuk pergi," jawab Michel santai.


"Siapa kau sebenarnya? apa tujuanmu melakukan semua ini?" Darold berdiri dengan matanya yang memerah menahan emosi.


"Tenang tuan, sebaiknya tuan duduk dulu, agar kita bisa bicara baik-baik, oh iya agar lebih rileks, silahkan di minum kopinya," ujar Michel sambil mempersilahkan Darold untuk meminum kopinya.


Darold tersenyum miring, "apa jaminannya kalau kopi ini tidak mengandung racun? Aku tidak akan tertipu dengan permainanmu," sarkas Darold.


Michel ikut tersenyum mendapat tuduhan dari Darold, "maaf tuan, saya tidak akan melakukan sesuatu yang dapat mencelakai nyawa seseorang," jawab Michel tenang.


Dengan menghela nafas berat, Darold kembali duduk di tempatnya.


"Mumpung aku masih berbaik hati, sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan,"


"Baik tuan, pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu," ucap Michel yang masih berdiri dihadapan meja kerja Darold. Perlahan ia membuka kacamata tebalnya dengan tetap mempertahankan senyumnya.


"Rachel?" lirih Darold saat melihat wajah gadis yang berada di hadapannya tanpa kacamata.


"Oh rupanya anda telah mengenal saya tuan, betul nama saya Rachel, tepatnya Rachelia Edward, saya datang kesini karena saya ingin mencari kebenaran informasi yang saya peroleh, dan sepertinya anda juga sudah lama mencari-cari keberadaan saya."


Darold masih bergeming, ia begitu terkejut dengan kehadiran Rachel di hadapannya.


"Jadi selama ini kau telah berada di sekitarku dengan menyamar sebagai gadis culun, dan sepertinya semua masalah yang muncul akhir-akhir ini adalah ulahmu, iya kan?"


"Benar sekali tuan." Rachel tersenyum polos seolah ia mengakui sebuah kabar baik.

__ADS_1


Darold merasa geram, hendak berdiri, namun Rachel sekali lagi menahannya dengan kode.


"Jangan emosi dulu, tuan, bukankah sebaiknya kita berbicara baik-baik terlebih dahulu untuk mengetahui fakta masing-masing?"


Darold membuang nafas kasar, lalu kembali duduk ke tempatnya.


"Lanjutkan!" seru Darold ketus.


"Baik tuan, begini, kedatangan saya ke perusahaan anda untuk mengkonfirmasi kebenaran mengenai kecurangan anda seperti yang sempat saya kirimkan ke pihak polisi, namun ternyata tidak di proses sampai sekarang,"


"Apa urusannya denganmu? ku rasa kau tidak perlu tahu tentang itu,"


"Tentu saja ini menjadi urusanku karena semua anda lakukan setelah anda mengakuisisi Edward Group, bukan kah begitu tuan Darold Archer?"


"Aku tidak akan menjawabnya," ketus Darold.


Rachel tersenyum, "baiklah kalau anda tidak ingin menjawabnya, itu artinya anda tidak menampik informasi itu."


Darold semakin merasa geram, namun lagi-lagi Rachel memberikan kode untuk tenang.


"Baiklah, sekarang saya ingin mengkonfirmasi kebenaran mengenai penyebab meledaknya rumah Edward pada tahun 2002 silam, katakan, apa benar anda yang melakukannya bersama anak buah anda?"


"Apa maumu nona? apa kau ingin aku mengakui semua itu dan masuk penjara? tapi sayang sekali, kau tidak akan bisa melihat itu terjadi, kenapa? karena sebelum itu terjadi, kau akan lebih dulu ku habisi" sungut Darold menyeringai licik.


Uhuk uhuk


Rachel mulai terbatuk saat Darold mulai mengangkat tubuhnya dengan tangan yang masih menempel di lehernya.


"Jadi.. anda mengakui bahwa semua berita itu benar, tuan," tanya Rachel terbata-bata karena ia semakin sulit bernafas sementara wajahnya semakin memerah menahan sakit


"Jika itu memang benar, lalu kau mau apa? paling kau akan mati juga kan di tanganku malam ini, dan asal kau tahu, polisi tidak akan bisa menangkapku, karena mereka sendiri bekerja sama denganku," Darold semakin tersenyum lebar dengan sorot mata yang tajam.


"Hosh.. Hosh.. Sepertinya itu sudah cukup," gumam Rachel tersenyum getir kemudian menekan sebuah tombol yang ada di saku bajunya lalu memasukkan kedua tangannya di antara dua tangan Darold dengan cepat dan menghentakkannya ke arah luar dengan kuat, sehingga membuat cengkraman Darold terlepas, Rachel seketika terjatuh ke lantai.


Darold kembali ingin menarik Rachel yang masih dalam posisi setengah duduk, namun dengan gerakan cepat Rachel mengayunkan kakinya dengan kuat hingga mengenai kedua kaki Darold, dan akhirnya Darold pun terjatuh. Rachel menggunakan kesempatan ini untuk mengunci tubuh Darold dan langsung mengikatnya.


"Maafkan saya tuan karena sudah berbuat seperti ini kepada anda, saya tidak ingin menyakiti orang yang lebih tua dari saya, kecuali dalam keadaan terdesak seperti tadi," terang Rachel setelah mengikat tubuh Darold dan mendudukkannya di lantai.

__ADS_1


Tok tok tok


Suara seseorang menggedor pintu dengan keras dari luar.


"Saya permisi dulu tuan, tugas saya sudah selesai, sebentar lagi polisi akan datang menjemput tuan. Oh iya, pernyataan anda tadi telah dilihat secara langsung oleh seluruh publik." Rachel lalu memakai kacamatanya dan keluar melalui jendela gedung Darold dengan memakai bantuan tali yang telah disiapkan Morgan untuknya.


Tok tok tok


"Hei gadis sia***, keluar kau sekarang, aku tahu kau ada di dalam!" teriak William dari luar ruangan Darold beserta beberapa anak buah yang lain. Mereka datang karena melihat video live streaming yang berada di beberapa situs berita online dan beberapa videotron outdoor yang berada di pinggir jalan.


Braak


Pintu tersebut akhirnya terbuka setelah di dokbrak oleh William, Marco dan 3 anak buah lainnya.


"Tuan!! Bagaimana keadaan anda?" seru William langsung berlari ke arah Darold tatkala ia melihat Darold dalam keadaan terikat dengan mulut yang disumpal dengan lakban.


"Rachel, dia tadi ada disini, dia keluar melalui jendela itu," ucap Darold setelah William membuka lakban dari mulutnya lalu menunjuk jendela di belakang meja kerjanya.


Sementara Marco yang sedang berusaha membuka ikatan di tubuh Darold tiba-tiba terhenti saat Beberapa orang polisi datang menyergap.


"Angkat tangan! Kalian semua di tahan, dan untuk bapak Darold Archer, anda di tangkap atas kasus penipuan, penggelapan hingga pembunuhan," ujar salah satu polisi tersebut dengan tegas.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu refleks mengangkat tangan, tidak ada yang ingin melawan sebab polisi sudah mengepung mereka dengan jumlah yang lebih banyak, ingin melawan pun percuma.


Kini Darold beserta anak buahnya di giring masuk ke dalam mobil polisi yang sudah menunggu di depan gedung DA Group.


Sementara Michel telah berada di dalam mobilnya sambil melihat Darold dan anak buahnya di masukkan ke dalam mobil polisi.


"Misi pertama berhasil!"


--


Di tempat lain


"Kau lihat berita itu nak? Darold sekarang sudah tidak kita butuhkan lagi, jadi lakukan tugasmu sekarang, sebelum dia buka suara di hadapan polisi," perintah seorang pria paruh baya dengan tato serigala di lehernya.


"Baik ayah, malam ini juga akan aku selesaikan," sahut seorang pria muda, lalu bergegas pergi.

__ADS_1


-Bersambung-


Note: Videotron outdoor adalah sebuah layar panel yang menggunakan teknologi LED yang berada di luar ruangan, seperti di pinggir jalan atau di atas gedung yang dapat menampilkan video ataupun gambar seperti tayangan iklan dan sebagainya.


__ADS_2