
"Berhenti menanyakan hal yang konyol... Mama ak-"
"Lalu kenapa? Kenapa mama memperlakukan ku dengan berbeda? Semenjak kehadiran syila di tengah-tengah kita mama mulai berubah.. Mama pilih kasih padaku dan syila"
"Apa karena syila anak terakhir.. dan dia lebih cantik dan cerdas jadi mama lebih sayang padanya?? Mama selalu memujinya di depan teman-teman dan saudara eomma.. sedangkan aku?" Menitikkan air mata
Zeela tertawa dengan air mata yang mengalir dengan derasnya "Aku hanya mendapat gunjingan.. Dan setiap pertemuan keluarga, mama hanya membahas semua kebaikan syila tapi tidak dengan ku justru sebaliknya.. Mama malah menceritakan keburukan ku"
"Bagaimana bisa?? Bagaimana bisa seorang ibu mengatai anaknya sendiri di hadapan banyak orang? Bagaimana bisa?!!" Pekik nya
"ZEELAA!!!!"
"Apa yang aku katakan salah?? Bahkan mama terlihat bangga menceritakan segala keburukan ku... Tapi (menahan sesak di dadanya) apa seorang anak yang memiliki kekurangan di bidang akademik dan visual adalah sebuah kejahatan?? Apa itu sebuah aib bagi keluarga??" Ucapnya dengan air mata yang terus mengalir
"Jika saja bayi yang terlahir bisa memilih jalan hidupnya sendiri.. Tak akan ada yang mau memilih menjadi orang bodoh dan jelek.. Dan tak akan ada yang memilih menjadi orang miskin.. Dan terlebih lagi tak akan ada yang memilih orang tua yang pilih kasih" Ucapnya datar dengan air mata yang terus mengalir
Zeela mendekat ke arah ibu nya dan menatap ibu nya dalam "Tapi.. aku belajar banyak hal dari apa yang aku alami selama ini"
"Jika aku di beri kesempatan untuk menjadi seorang ibu suatu saat nanti.. seburuk apapun anakku dia tetap anakku, aku tetap akan menyayangi nya dan tak akan membeda-bedakan nya dengan saudaranya yang lain.. ku pastikan apa yang di terapkan padaku tak akan pernah aku terapkan pada anak-anak ku karena aku tau bagaimana rasanya"
"Rasanya sangat-sangat menyakitkan" batin nya sendu
Ny Wijaya menatap putri sulungnya itu datar "Ya... tapi aku tak sepenuhnya membeda-bedakan kalian, kau saja yang terlalu mendramatisir keadaan seakan-akan kau sangat tersakiti.. Kita semua baik-baik saja sebelumnya tapi kau (menunjuk zeela) kau yang memulainya hingga kita seperti ini"
Zeela mengerutkan keningnya, ia tak habis pikir dengan ibu nya itu.. "Hati mu terbuat dari apa ma?" batinnya tak tau mau mendeskripsikan ibu nya itu seperti apa
__ADS_1
Zeela Tertawa dengan air mata yang terus mengalir "Jika mama ada di posisi ku.. apa mama masih bisa berkata seperti itu?"
Zeela menundukkan kepalanya sejenak "Harus kah kita tes DNA sekarang.. aku tidak yakin jika mama ini benar-benar adalah ibu kandung ku"
PLAAKKKKK!!!!
"Anak kurang ajar" geram nya
"Kau (menunjuk wajah zeela) anak kandung yang tak seharusnya menjadi anak kandung ku...
Setelah mengeluarkan segala kekesalan nya, Ny Wijaya keluar dari ruangan zeela..
Baru beberapa langkah setelah menutup pintu ruangan zeela, Ny wijaya dikejutkan dengan kehadiran Zian di sana di tambah lagi para karyawan zian yang menatap kearahnya dengan tatapan sinis
"Nak z zian" Tersenyum kikuk)
"Dengar Ny Wijaya... Sampai kapanpun saya tidak akan pernah menikahi putri bungsu anda, dan jika anda masih keras kepala mendatangi zeela lagi dan menyuruh membatalkan pernikahan kami.. saya pastikan keluarga anda akan hancur sehancur-hancur nya, anda mengerti" bisik nya tajam
"Anda tidak bisa menikahi putri saya seenaknya tuan.. apalagi tanpa restu dari saya" Ucapnya tak kalah tajam
"Memangnya anda siapa??" Terkekeh sinis
"Ahh maaf saya lupa... Anda ini ibu kandung zeela yang tidak terlihat seperti ibu kandung zeela iya kan? (Menatap Ny Wijaya dari ujung kaki hingga ujung kepala) apa zeela perlu meminta restu dari ibu yang tidak menganggap nya?"
Ny Wijaya mengepalkan tangannya geram dengan ucapan zian "Kurang ajar... (Memaksakan senyum nya) kalian sangat serasi.. pasangan yang sama kurang ajar nya pada orang tua, kita lihat saja bagaimana kehidupan rumah tangga kalian nanti... Dan syukur lah karena anak ku syila tidak harus menghabiskan masa hidupnya dengan pria seperti mu" Ucapnya lalu beranjak pergi
__ADS_1
"Bos.. aku baru tau ada ibu kandung yang seperti ibu tiri" Ucap sekertaris Danu bergidik ngeri
"Kasian sekali nona zeela" sendu
Saat Ny wijaya dan Azeela berbicara tadi, ternyata pintu ruangan zeela tidak tertutup sepenuhnya hingga suara zeela dan ibu nya terdengar sampai di luar ruangan... Para karyawan yang mendengar percakapan keduanya sontak merasa iba pada zeela, dan salah satu karyawan bergegas melaporkan apa yang dia dengar pada sekretaris danu.. Setelahnya zian pun datang ke ruangan zeela tapi hanya sebatas di depan pintu, zian mendengar semua apa yang zeela dan ibu nya katakan
Tangan zian terkepal erat menahan marah mendengar setiap perkataan yang di keluarkan ibu zeela.. Namun ia menahan diri sekuat tenaga untuk tidak masuk ke ruangan zeela, zian hanya tidak ingin membuat keributan
Di sisi lain
Zeela terduduk di lantai, ia membekap mulutnya agar tangisannya tidak terdengar walaupun sebenarnya memang tidak akan terdengar karena pintu ruangan nya tertutup
"Kalau begitu seharusnya mama membunuh ku saja jika memang mama tidak menginginkan ku"
"Dan kenapa engkau membiarkan ku hidup seperti ini ya tuhan?? Dosa apa yang sudah ku perbuat sebenarnya hingga hidup ku seperti ini?"
"Aku.. aku hanya ingin seperti mereka diluar sana yang merasakan bagaimana kasih sayang orang tua.. dan sekali saja aku ingin seperti adikku"
"Ma.. apa mama tau? Sedalam apapun luka yang mama berikan.. aku masih tetap berharap mendapat kan kasih sayang mu"
"Apa mama tau betapa bahagianya aku melihat mama kemari?? Apa mama tau seberapa besar aku berharap mama mengingat hari ini!!Apa mama tau doa yang ku rapalkan setiap tahunnya di hari kelahiran ku??" Batinnya
"Sekali saja aku berharap mama melihat kearah ku... Menyayangi ku dengan sepenuh hati seperti mama menyayangi syila.. sekali saja aku ingin mendengar mama berkata jika mama bangga memiliki anak seperti ku" terisak
__ADS_1
"Jika aku bisa meminta pada tuhan agar memutar waktu.. aku ingin kembali pada masa saat hanya ada aku mama dan papa... Masa dimana aku benar-benar mendapatkan kasih sayang yang berlimpah sebelum kehadiran syila" batin zeela sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak
"Aku bukannya membenci mu syila.. ataupun tidak menginginkan kehadiran mu, aku hanya merasa ini tidak adil untuk ku"