
PLAAAKKKK
Lian menampar radit cukup kuat setelah radit melepas pautan nya.. Sedangkan radit ia hanya tersenyum mendapat tanda cinta dari wanita pujaan hati nya
"DASAR GILAAAAA!!!!" Teriak lian
Radit mengecup kening lian "Kau semakin cantik jika marah-marah seperti ini sayang.." Terkekeh sambil mengunci pergerakan lian "Siapkan dirimu mulai saat ini karena aku.." Mendekatkan wajahnya hingga kening nya dengan kening Lian menyatu "Aku akan membuatmu tidak bisa lari dariku.. Bukankah sudah ku katakan hmm? Aku akan datang menemui mu dan pada saat itu kau tak akan melihat ku sebagai anak kecil lagi" Mengecup bibir lian yang hanya diam mematung
"Dan sudah ku katakan juga, aku tak main-main dengan apa yang ku katakan beberapa tahun yang lalu... Dan aku tak perduli jika ayah mu menentang dan menggunakan segala cara agar menjauhkan mu dari ku karena aku pun memiliki seribu cara agar kau menjadi milikku.." Menyeringai
Radit menegakkan tubuhnya lalu mengelus rambut lian "sudah waktunya kembali bekerja, semangat kerja nya sayang.. aku akan menemui lagi nanti" Ucapnya lalu berlalu pergi
Tubuh lian merosot ke lantai, ia menyentuh dadanya dan merasakan jantungnya berdegup dengan kencang.. Tak dapat Lian pungkiri jika perubahan Radit memang sangat drastis dan membuat nya pangling, pria remaja itu semakin tampan dengan tubuh yang kekar.. Suara nya pun berubah menjadi lebih mainly dan itu membuat radit tampak seksi
.
.
.
Di sisi lain
Zian tampak memperhatikan putrinya yang sedang berjalan beriringan dengan salah satu investor nya, tampak seperti keluarga kecil bahagia
Tringg triingg tringgg (suara dering ponsel Zian)
"Halo honey?"
"Dad, aku mau tanya.. kenapa Dira tidak mengangkat telfon ku, apa dia sedang sibuk" Tanya wanita pujaan hati Zian itu
"Ya sayang, putri kita sedang sibuk pacaran"
"APAAAAA?!!!!!" Pekik nya
"Aku tidak tau pasti, tapi saat ini putri kita sedang menghabiskan waktu bersama dengan salah satu investor.. Mereka tampak nya sudah lama kenal.."
"Boss!!"
Zian menoleh kearah sekretaris nya "Bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasi nya?"
__ADS_1
"Iya boss, menurut data pribadi nya.. tuan Wilson pernah berkuliah di universitas new York.."
"Ahh Dira juga pernah kuliah disana, apa tuan Wilson itu teman kuliah Dira yah?"
"Menurut data yang ada, tuan Wilson 2 tahun lebih awal masuk kuliah dari nona Dira"
Zian mengangguk "Ya sudah, tidak perlu mencari lebih dalam lagi informasi nya.. Aku akan langsung bertanya saja pada putri ku"
"Baik tuan" Ucapnya lalu beranjak pergi
"Sayang.. kalau misalnya putri kita benar-benar ada hubungan dengan investor asing ini apa kau setuju" tanya Zian pada istrinya
"Jika pria itu mampu memberikan kebahagiaan pada putri kita dan putri kita bahagia bersama pria itu, kenapa tidak!"
"Emm begini sayang.. Investor yang dekat dengan putri kita ini seorang duda anak satu, apa tidak masalah jika kau memiliki cucu tiri?"
"Isss kamu ini dad.. Kamu lupa jika kamu itu seorang duda juga dan aku menerima Dira seperti anak ku sendiri"
"Ehh iya yah sayang aku lupa ahahaha"
"Ya sudah, kamu pulang nya jam berapa dad?"
"Iyaaa.." Terkekeh
"Ya sudah aku tutup dulu yah sayang.. Ailopyuuuu emmuaaachhh"
"Sosweet banget sih dad" ucap Dira yang entah kapan sudah ada di samping Zian
"Astagah kamu ini ngagetin aja" Mengelus dada nya
Zian beralih menatap jay
"Maaf tuan tadi saya mengajak putri tuan jalan-jalan" -Jay
"Tidak apa-apa tuan wilson" tersenyum
"Dad pulang jam berapa?"
"Agak sore-an dikit, sekitar jam setengah 5.. kenapa?"
__ADS_1
"Emm tuan, maaf jika saya lancang.. Apa boleh saya jalan-jalan kerumah anda nanti" Ucap Jay sungkan
Zian tampak terdiam sambil menatap jay dan dira bergantian
"Tentu saja boleh tuan Wilson" Tersenyum
Jay tersenyum senang "Kalau begitu saya pamit dulu tuan, mau bersih-bersih dulu" Zian hanya mengangguk sambil tersenyum dan Jay pun berlalu pergi sambil menggendong putrinya yang sudah terlelap
"Dira Daddy ingin bicara dengan mu sebentar, ikut Daddy" ucap nya lalu berjalan duluan
.
.
.
¶Taman Vila
Saat ini dira dan ayahnya duduk berhadapan di kursi taman
"Mau bicara apa dad?"
"Langsung pada intinya saja, apa kau dan tuan Wilson sudah mengenal sebelum ini"
Dira tampak terdiam sejenak "I-iya dad.. Dia senior ku saat masih kuliah di universitas new York" gugup
Zian mengangguk "Kalian tampaknya sangat dekat, apa kamu memiliki hubungan dengan nya? Atau Apa kamu sudah lama menjalin hubungan dengan nya? Dan apa karena dia kamu menolak pria-pria yang datang mendekati mu hmm?"
Dira meremas jari-jari nya
"Dad aku-" Terdiam
"Tidak apa-apa katakan saja"
"D-dia cinta pertama dira" Menunduk
Zian terdiam "Apa dia pria yang membuat hubungan mu dengan lian hancur?"
Dira sontak langsung mendonggakkan kepala menatap ayah nya..
__ADS_1
"Iya dad dia pria yang di sukai Lian, dan memang dia adalah alasan kenapa hubungan ku dengan Lian seperti sekarang.. Tapi dia tidak salah dad.. Tak ada yang bisa disalahkan atas apa yang terjadi di antara aku dan lian"