Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 44


__ADS_3

Bus kampus pun berlalu pergi


...


"Dira.. Mau langsung pulang?" Tanya dion


"Iya uncle, aku mau langsung pulang.. Masih banyak tugas kampus yang belum aku selesaikan"


Dion mengangguk "Tunggu lah sebentar, uncle sudah menghubungi lucy.. Dia akan datang dan mengantar mu pulang, kau bisa juga singgah membeli apapun terlebih dahulu jika ada yang kau ingin beli"


"Iya uncle" Tersenyum


***


20 menit berlalu, Lucy pun datang dan mengantar dira membeli bahan-bahan dapur lalu pulang ke apartemen


.


.


.


.


Di sisi lain


Setelah perjalanan lebih dari 3 jam, Lian dan rombongan mahasiswa serta dosen pun sampai di tempat penelitian


"Ekhem baiklah semua... Dengarkan baik-baik, kalian tidak akan meneliti sendiri-sendiri, dikarenakan ada beberapa dosen yang tidak ikut dan hanya diwakilkan oleh mahasiswa yang menjadi asistennya jadi saya akan membentuk kelompok saja agar penelitian cepat selesai.. masing-masing kelompok terdiri dari dua mahasiswa, saya sudah membagi kelompok nya.. Jadi dengarkan baik-baik" Ujar Prof billie lalu mengumumkan kelompok-kelompok tersebut


.


.

__ADS_1


.


"Dan yang terakhir.. Jayden Wilson dan Lian Willer.. Semuanya sudah mendapat teman kelompoknya kan?" Semua siswa mengiyakan dengan serentak "Baiklah, kalian istirahat dulu... Dan bisa memulai penelitian esok harinya"


"Baik prof" Serentak


"Astagah aku tak menyangka akan se-tim dengan senior jay" Batin lian sambil tersenyum tipis


Jay menghampiri Lian "Kamu teman nya dira kan"


"I iya senior"


Jay mengangguk "Pergilah istirahat, kita akan memulai penelitian besok" Ucapnya lalu beranjak pergi


***


Esok harinya para mahasiswa yang sudah dibagi jadi beberapa tim, memulai penelitian... Begitupun dengan jay dan lian


Keduanya benar-benar tim yang kompak, bahkan banyak yang iri pada keduanya... Jay dan lian sama-sama memiliki visual yang luar biasa serta otak yang cerdas, banyak yang menganggap jika keduanya sangat cocok bersama


"Astagah kau tidak apa-apa?" Menghampiri lian yang terjatuh


"Saya tidak apa-apa senior... Apa masih jauh lagi kita harus mendaki?"


"Tidak lama lagi sampai, hanya satu rumah lagi.. Apa kau bisa berjalan?"


"Sebaiknya senior naik duluan, saya beristirahat dulu sebentar"


Mereka memang melakukan penelitian di daerah pegunungan, disana mereka meneliti bagaimana perekonomian penduduk desa yang tinggal dan menetap di daerah terpencil itu


"Naiklah" Berjongkok membelakangi lian


"Haa??" Bingung

__ADS_1


"Naiklah ke punggung ku, aku akan menggendong mu.. Aku tidak mungkin meninggalkan mu sendirian disini"


"T-tapi senior, anda juga kan kelelahan" Ucapnya tak enak hati


"Cepatlah naik kau ini terlalu banyak bicara" Kesalnya


"Aku jalan saja" Berdiri dan berusaha berjalan mendahului jay


Jay menarik lengan lian hingga lian menoleh kearahnya... Sedangkan lian ia begitu terkejut melihat wajah Jay tepat di depan wajahnya


"Kau keras kepala juga ternyata.. Cepat naik atau aku akan melempar mu turun kebawah" Menatap lian tajam


"Senior, saya masih bisa berjalan.. Anda tidak perlu repot-repot menggendong saya" Ucapnya gugup karena wajah mereka hanya berjarak beberapa senti


"Sudah ku bilang aku tidak apa-apa, cepatlah naik" Berjongkok di depan Lian


Mau tidak mau lian pun naik ke punggung jay dan jay pun langsung berdiri dan melanjutkan perjalanan mereka... Diam-diam lian tersenyum "Aku harap senior tidak mendengar degup jantungku" Batin nya


•••


Setelah melakukan penelitian, lian dan jay pun turun dan bergabung bersama mahasiswa lainnya


"Makanlah yang banyak, kita akan berjalan kaki lagi menuju pemukiman di seberang sana" Ucapnya sambil mengambil beberapa lauk dan menaruhnya di piring lian


Lian tak dapat menyembunyikan rasa senangnya saat jay memberikan perhatian padanya...


"Wow.. Tidak mendapat cinta Dira, teman nya dira pun jadi" Bisik James yang merupakan teman dekat jay


"Kau ini bicara apa" Menatap james tajam


"Ku lihat kau sangat perhatian padanya" Ucapnya pelan agar lian tak mendengar nya


Jay memutar bola matanya jengah "Aku ini ketua tim dan sudah seharusnya aku menjaga anggota ku dengan baik"

__ADS_1


"Helehhh... Palingan juga kau sengaja kan agar bisa mendekati dira melalui teman nya itu.. ku ingatkan padamu jangan terlalu berlebihan memberi perhatian padanya, karena perempuan itu selalu menyalahartikan perhatian dari seorang pria" Menepuk bahu jay lalu beranjak pergi


"Omong kosong apa yang dia bicarakan" Gumamnya sambil menggelengkan kepala


__ADS_2